MANAGED BY:
RABU
23 SEPTEMBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE
Kamis, 06 Agustus 2020 09:44
Menyoal Wacana Peleburan Balitbangda ke Bappeda Kalsel
Tri Fitriani P,MA, Peneliti pada Balitbangda Kalsel

PROKAL.CO,

Scientific research is based on the assumption that all events, including the actions of mankind, are determined by the law of nature. (Albert Einstein; 1963)

========================
Oleh: Tri Fitriani P,MA
Peneliti pada Balitbangda Kalsel
========================

Wacana peleburan Balitbangda Kalsel ke dalam Badan Perencanaan dan Pembangunan (Bappeda) yang saat ini digaungkan adalah sebuah langkah mundur. Pasalnya tidak ada urgensi khusus yang melatarbelakangi peleburan dua lembaga ini. Bahkan Balitbangda yang menjadi rumah besar bagi para peneliti di provinsi saat ini memiliki sumber daya peneliti yang mumpuni dari segi kualitas maupun kuantitas.

Barangkali banyak yang belum mengetahui beberapa hasil karya peneliti badan ini tentang sejarah Banjar sudah bertengger di perpustakaan di Amerika Serikat. Banyak provinsi lain yang belajar ke Balitbangda Kalsel dalam mengelola lembaga litbang maupun diseminasi hasil-hasil penelitian. Tidak hanya dari luar provinsi, kabupaten/kota di Banua, saat ini juga gencar membentuk lembaga litbang. Seperti Balangan yang sedang memperkuat lembaga think-thank mereka ini dengan aktif melakukan kajian sebagai landasan pembuatan kebijakan.

Sebagai SKPD yang tugas dan fungsinya terlepas dari Bappeda melalui Perda Nomor 8 Tahun 2000 tentang Susunan Organisasi dan Tata Kerja Perangkat Daerah dan Sekretariat Dewan Perwakilan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi Kalimantan Selatan (Lembaran Daerah Tahun 2000 Nomor 13), Balitbangda memang memiliki banyak sekali kekurangan. Well, siapa yang tidak punya kekurangan di muka bumi ini. Tapi, mari kita fokus kepada kelebihan yang dimiliki.

Baiklah, mari kita kupas satu persatu mengapa wacana peleburan ini kita sebut sebagai kemunduran. Indonesia pada tahun 2019 berada pada peringkat 1 sebagai negara dengan publikasi ilmiah tertinggi di Asia Tenggara. Negara ini memiliki jumlah publikasi ilmiah sebanyak 32.975 jurnal. Berhasil mengalahkan Malaysia dengan selisih yang sangat tipis dengan jumlah 32.972 jurnal.

Halaman:

BACA JUGA

Senin, 07 September 2020 11:46

Menata Kembali Lembaga Independen

Pasca runtuhnya rezim Orde Baru tepatnya 22 tahun yang lalu,…

Sabtu, 05 September 2020 10:39

Subsidi Kuota Bukan Solusi Tunggal

Pandemi Covid-19 yang melanda Indonesia telah berdampak secara signifikan pada…

Kamis, 03 September 2020 11:34

Geliat Maskapai Penerbangan Pasca-PSBB

PASCA berakhirnya aturan Pembatasan Sosial Skala Besar (PSBB) di sejumlah…

Kamis, 03 September 2020 11:33

Pilkada Banjarbaru: Antara Nama dan Kalkulasi Politik

POLITIK sepertinya tak memberi kesempatan untuk tanah di pusara Walikota…

Kamis, 03 September 2020 11:31

Merangsang Harapan

STIMULUS dan resesi menjadi istilah ekonomi yang paling sering disebut…

Selasa, 01 September 2020 16:08

Bu Tejo dan Literasi Sosial

Tokoh Bu Tejo dalam film pendek “Tilik” menjadi begitu fenomenal dalam…

Senin, 31 Agustus 2020 11:56

Menyoal Perwali Penegakan Hukum Protokol Kesehatan

Kota Banjarmasin merupakan salah satu daerah penyebaran Covid-19 yang cukup…

Jumat, 28 Agustus 2020 11:28

Antara Calon Tunggal dan Kotak Kosong

KEMELUT soal pencalonan kepala daerah selalu menjadi topik hangat di…

Jumat, 28 Agustus 2020 11:25

Sensus Penduduk September

KALIMANTAN SELATAN termasuk sebagai provinsi di Indonesia yang capaian Sensus…

Kamis, 27 Agustus 2020 11:52

Poros Sesat

BILA murid salah, guru akan meluruskan. Jika wartawan keliru, pembaca…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers