MANAGED BY:
SABTU
31 OKTOBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

HUKUM & PERISTIWA

Jumat, 07 Agustus 2020 10:13
Penjaga Warung Malam Mayoritas Janda, Yang Seksi Langsung Ditegur
PEMBINAAN: Petugas saat menyambangi penjaga warung malam. : FOTO WAHYUDI RADAR BANJARMASIN.

PROKAL.CO,

PARINGIN – Warung demi warung malam di wilayah Kecamatan Paringin disambangi Satpol PP Balangan bersama Polsek Paringin, Koramil Paringin, dan Camat Paringin, Kamis (6/8) dinihari. Operasi gabungan ini untuk menindaklanjuti kesepakatan yang telah dilakukan beberapa waktu lalu. Terkait cara berpakaian, jangan ada praktik prostitusi, pembatasan jam operasi, dan dilarang memperkerjakan penjaga warung di bawah umur.

Setiap warung diperiksa apakah di dalamnya ada bilik yang mencurigakan. Para pemilik dan penjaga warung juga diinterogasi satu-persatu.

Dari kegiatan ini didapati satu penjaga warung yang mengenakan pakaian tidak sopan. Celananya di atas lutut. Petugas langsung menegurnya untuk mengganti pakaian.

Dari hasil interogasi yang dilakukan kepada beberapa penjaga warung, mayoritas berstatus janda beranak. Sebelumnya kawin di bawah umur 17 tahun. Demi membiayai menafkahi anak, pilihan paling mudah adalah membuka warung malam. Cukup bermodalkan sewa warung, menyediakan menu makanan dan minuman sederhana. Untuk bangunan kayu, ongkos sewa warung di kisaran Rp900 ribu hingga Rp1 juta per bulan. Belum termasuk iuran PDAM dan listrik. Harga segitu dianggap sejumlah penyewa warung tidak terlalu memberatkan. Soalnya, penghasilan kotor tiap malam bisa mencapai Rp300 ribu. Bagi yang hanya ikut bekerja sebagai penjaga warung, gaji setiap hari di angka Rp50 ribu.

Kasatpol PP Kabupaten Balangan, Rakhmadi Yusni menyebut pilihan membuka warung malam ini tidak terlepas dari ketidakmampuan mereka membuka usaha lain. Lantaran modal besar lebih besar. Faktor tingkat pendidikan yang rata-rata hanya lulusan SD dan SMP juga berpengaruh cukup besar. “Nah, untuk menggaet pelanggan, selain cantik, mereka juga berpikiran harus berpakaian seksi. Ini yang mau kami ubah,” tegasnya.

Rakhmadi menegaskan hal ini juga demi kenyamanan dan keamanan si penjaga warung itu sendiri dari gangguan oknum-oknum yang berpikiran jahat.

Halaman:

BACA JUGA

Sabtu, 31 Oktober 2020 07:25

Video Black Campaign Beredar di HST

BARABAI- Bawaslu HST sedang menelusuri temuan video yang diduga ada…

Sabtu, 31 Oktober 2020 06:33

Amuk Api di Patmaraga Pulau Laut, 505 Jiwa Kehilangan Rumah

KOTABARU - Matanya berkaca-kaca, rumah peninggalan orang tua ludes tak…

Sabtu, 31 Oktober 2020 06:12

Larut dalam Obrolan, Emas Senilai Rp26 Juta Digondol

BANJARMASIN - Seorang ibu rumah tangga menggondol emas senilai Rp26…

Sabtu, 31 Oktober 2020 06:07

Nekat Konser di Tengah Pandemi, Pemilik Kafe Didatangi Polsek

BANJARMASIN - Pemilik Papa Kilo Coffee di Jalan Melayu Darat…

Sabtu, 31 Oktober 2020 06:03

Bungkus Mie Instan, Ternyata Isinya Sabu

BANJARMASIN - Pengedar bernama Sapriansyah, 21 tahun, diringkus anggota Satresnarkoba…

Sabtu, 31 Oktober 2020 05:55

Pengedar Obat dan Alkohol Dicokok

BARABAI - Jadi pengedar puluhan ribu obat-obatan sekaligus menjual minuman…

Jumat, 30 Oktober 2020 14:16

Bawaslu Mulai Klarifikasi Hari Ini, Pengamat: Tafsir Pasal Pembatalan Kontradiktif

BANJARMASIN – Tak punya banyak waktu, Bawaslu Kalsel langsung melakukan…

Jumat, 30 Oktober 2020 10:49

Video Sebut Sawer-Saweran Dianggap Kampanye Hitam, Paslon Kotabaru Lapor Bawaslu

KOTABARU - Tim kuasa hukum Calon Bupati Kotabaru Sayed Jafar…

Jumat, 30 Oktober 2020 10:26

Miskomunikasi di Internal Polda

Banjarmasin - Klarifikasi disampaikan Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Kalsel,…

Jumat, 30 Oktober 2020 10:23

Humas Keliru Sampaikan Pernyataan, Ahdiat Batal Jadi Tersangka

BANJARMASIN - Berunjuk rasa melewati batas waktu yang diizinkan, Koordinator…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers