MANAGED BY:
SABTU
19 SEPTEMBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE
Sabtu, 08 Agustus 2020 09:27
Pray for Farmasis
Apt Nurul Mardiati, M.Sc, Dosen Stikes Borneo Lestari Banjarbaru dan Pengurus Cabang Ikatan Apoteker Indonesia Banjarbaru

PROKAL.CO,

Beberapa waktu lalu, tagar farmasis kecewa (#farmasiskecewa) dan pray4farmasis (#pray4farmasis) sempat menjadi trending topic twitter pertama dan kedua di Indonesia. Kedua tagar tersebut menggema di berbagai media sosial, mulai dari facebook, twitter, hingga intagram atas inisiatif Ikatan Senat Mahasiswa Farmasi Indonesia (ISMAFARSI).

=========================
Oleh: Apt Nurul Mardiati, M.Sc
Dosen Stikes Borneo Lestari Banjarbaru
Pengurus Cabang Ikatan Apoteker Indonesia Banjarbaru
=========================

Seruan aksi online tagar #farmasiskecewa dan #pray4farmasis dimaksudkan untuk seluruh masyarakat farmasi di Indonesia agar serius mengawal Rancangan Undang-Undang (RUU) Kefarmasian. Pasalnya, per tanggal 2 Juli 2020, RUU Kefarmasian telah secara resmi dicabut dari Program Legislasi Nasional (Prolegnas) 2020 bersama 15 RUU lainnya dan ditunda ke Prolegnas Prioritas Tahun 2021. Bahkan dikutip dari www.dpr.go.id RUU tentang Kefarmasian berada di urutan ke-83 Prolegnas 2020-2024.

Ibarat bunga yang layu sebelum berkembang, perjalanan berliku RUU Kefarmasian yang berawal tahun 2015 dari Mahkamah Konstitusi (MK) yang mengeluarkan keputusan No 82/PUU-XIII/2015 mengenai kesepakatan untuk segera mempersiapkan RUU Kefarmasian, hingga akhirnya di awal tahun 2020 masuk Prolegnas di urutan ke-30. Tetapi kemudian kembali terhempas ke Prolegnas 2021. Dicabutnya
RUU Kefarmasian dari Prolegnas 2020, dipandang sebagian pihak sebagai imbas dari pandemik Covid-19. Dikutip dari halaman www.farmasetika.com Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) berdalih harus mengerucutkan lagi RUU Prioritas 2020 agar dapat lebih fokus ke RUU yang dinilai lebih strategis.

Sementara itu, pihak ISMAFARMASI sendiri menilai hal ini juga ditambah karena problem naskah akademik dan draft RUU Kefarmasian yang belum sempurna, serta lemahnya komunikasi politik organisasi profesi, dalam hal ini Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) ke legislatif.

Dicabutnya RUU Kefarmasian dari Prolegnas 2020 sejatinya harus kembali menjadi momentum bersama masyarakat farmasi Indonesia bagi seluruh stakeholder agar bersatu padu mengawal RUU Kefarmasian dengan jauh lebih serius dan masif, mengingat ekspektasi babak baru revolusi dunia farmasi di Indonesia tahun 2020 ini harus tertunda. Hal yang juga menjadi kesempatan berharga bagi seluruh masyarakat farmasi, mulai dari profesi apoteker, tenaga teknis kefarmasian, mahasiswa farmasi S1 dan DIII, siswa-siswi SMK Farmasi, akademisi, industri dan pihak lain yang terkait RUU Kefarmasian untuk bersatu padu dan bangkit mengembalikan marwah farmasi di Indonesia. (*/ema)


BACA JUGA

Senin, 07 September 2020 11:46

Menata Kembali Lembaga Independen

Pasca runtuhnya rezim Orde Baru tepatnya 22 tahun yang lalu,…

Sabtu, 05 September 2020 10:39

Subsidi Kuota Bukan Solusi Tunggal

Pandemi Covid-19 yang melanda Indonesia telah berdampak secara signifikan pada…

Kamis, 03 September 2020 11:34

Geliat Maskapai Penerbangan Pasca-PSBB

PASCA berakhirnya aturan Pembatasan Sosial Skala Besar (PSBB) di sejumlah…

Kamis, 03 September 2020 11:33

Pilkada Banjarbaru: Antara Nama dan Kalkulasi Politik

POLITIK sepertinya tak memberi kesempatan untuk tanah di pusara Walikota…

Kamis, 03 September 2020 11:31

Merangsang Harapan

STIMULUS dan resesi menjadi istilah ekonomi yang paling sering disebut…

Selasa, 01 September 2020 16:08

Bu Tejo dan Literasi Sosial

Tokoh Bu Tejo dalam film pendek “Tilik” menjadi begitu fenomenal dalam…

Senin, 31 Agustus 2020 11:56

Menyoal Perwali Penegakan Hukum Protokol Kesehatan

Kota Banjarmasin merupakan salah satu daerah penyebaran Covid-19 yang cukup…

Jumat, 28 Agustus 2020 11:28

Antara Calon Tunggal dan Kotak Kosong

KEMELUT soal pencalonan kepala daerah selalu menjadi topik hangat di…

Jumat, 28 Agustus 2020 11:25

Sensus Penduduk September

KALIMANTAN SELATAN termasuk sebagai provinsi di Indonesia yang capaian Sensus…

Kamis, 27 Agustus 2020 11:52

Poros Sesat

BILA murid salah, guru akan meluruskan. Jika wartawan keliru, pembaca…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers