MANAGED BY:
SABTU
19 SEPTEMBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE
Kamis, 13 Agustus 2020 13:09
Salah Tafsir Soal Seragam Sekolah
Zayanti Mandasari, Asisten Bidang Pecegahan Maladministrasi Ombudsman RI Kalsel

PROKAL.CO,

Proses Penerimaan Peserta Didik Baru tahun 2020 (PPDB), telah usai digelar. Hampir sama dengan tahun-tahun sebelumnya, PPDB tahun 2020, juga turut diwarnai dengan beberapa permasalahan. 

===================
Oleh: Zayanti Mandasari
Asisten Bidang Pecegahan Maladministrasi Ombudsman RI Kalsel
===================

Seperti sistem PPDB online yang masih mengalami gangguan. Juga tidak dapat membaca titik lokasi tempat tinggal calon peserta didik, khususnya yang berada di perbatasan, ada ketidaksesuaian antara jurusan yang disediakan di sistem PPDB online dengan jurusan yang tersedia di sekolah, ada perbedaan jumlah daya tampung antara sistem PPDB online dan sekolah, bahkan “diskriminasi” mengenai prioritas umur (lebih tua), daripada jarak tempat tinggal calon peserta didikpun, tak luput dari permasalahan, yang ramai seliweran di media masa.

PPDB bisanya tak lepas dari kegiatan pemenuhan seragam sekolah. Ya, biasanya orang tua siswa selalu mempersiapan budget lebih setiap tahun ajaran baru, untuk membeli seragam. Namun, tak hanya orang tua siswa saja yang sibuk dengan kegiatan pemenuhan seragam, pihak sekolah pun turut “menyibukkan” diri untuk “menjual seragam sekolah”, khususnya bagi siswa baru. Hampir di semua sekolah, tersedia baju seragam untuk dibeli calon siswa, tak hanya seragam nasional (putih/merah/biru/abu-abu), segaram khas (batik/sasirangan/atau lainnya, yang identik dengan daerah masing-masing), bahkan atribut lainnya seperti topi, dasi, kaos kaki, ikat pinggang, bahkan jilbab, semuanya telah tercetak logo/nama sekolah masing-masing.

Rata-rata sekolah berdalih ”penjualan” seragam tersebut ditujukan untuk membuat semua peserta didik, sama dalam mengakses pendidikan. Dalam artian tidak ada yang memakai seragam/atribut sekolah berlainan model, warna, merek, maupun harga, untuk menunjukkan bahwa tak ada perbedaan dalam proses pembelajaran di satuan pendidikan. Selain itu, pihak sekolah juga berdalih seragam tersebut tidak wajib dibeli peserta didik baru untuk memudahkan orang tua peserta didik yang ingin membeli seragam dengan cara praktis, tak perlu ke pasar untuk membelinya. Namun ada juga pihak pihak sekolah yang secara tidak langsung mewajibkan peserta didik untuk membelinya. Yang dimaksud dengan cara tidak langsung adalah saat PPDB disampaikan ke orangtua list jenis dan harga seragam per paketnya, jika anak diterima di sekolah, kemudian jika telah diterima sebagai peserta didik, sewaktu-waktu akan dilakukan razia kelengkapan seragam/atribut sekolah. Konsekuensinya jika peserta didik tidak memakai seragam dan atribut yang bertuliskan nama sekolah, akan dikenakan hukuman. Namun ada yang lebih ekstrem lagi, pihak sekolah terang-terangan mengaitkan pembelian seragam/atribut sekolah dengan dalam proses PPDB. Misalnya harus “menebus” seragam pada saat proses daftar ulang. Lantas, bagaimana dengan fenomena “menjual” seragam/atribut di lingkungan sekolah tersebut, apakah dibenarkan atau melanggar ketentuan yang berlaku?­

Pertama, maksud sekolah untuk menyediakan seragam, agar semua peserta didik sama kedududkannya dalam proses pendidikan, tentu tidak ada salahnya. Bahkan hal ini sejalan dengan amanah Permendikbud No. 45 Tahun 2014 tentang Pakaian Seragam Sekolah Bagi Peserta Didik Jenjang Pendidikan Dasar dan Menengah (Permendikbud No. 45 Tahun 2014). Pasal 2 misalnya, menjabarkan bahwa penetapan pakaian seragam sekolah bertujuan untuk menanamkan dan menumbuhkan rasa nasionalisme, kebersamaan, serta memperkuat persaudaraan, sehingga dapat menumbuhkan semangat kesatuan dan persatuan di kalangan peserta didik.

Halaman:

BACA JUGA

Senin, 07 September 2020 11:46

Menata Kembali Lembaga Independen

Pasca runtuhnya rezim Orde Baru tepatnya 22 tahun yang lalu,…

Sabtu, 05 September 2020 10:39

Subsidi Kuota Bukan Solusi Tunggal

Pandemi Covid-19 yang melanda Indonesia telah berdampak secara signifikan pada…

Kamis, 03 September 2020 11:34

Geliat Maskapai Penerbangan Pasca-PSBB

PASCA berakhirnya aturan Pembatasan Sosial Skala Besar (PSBB) di sejumlah…

Kamis, 03 September 2020 11:33

Pilkada Banjarbaru: Antara Nama dan Kalkulasi Politik

POLITIK sepertinya tak memberi kesempatan untuk tanah di pusara Walikota…

Kamis, 03 September 2020 11:31

Merangsang Harapan

STIMULUS dan resesi menjadi istilah ekonomi yang paling sering disebut…

Selasa, 01 September 2020 16:08

Bu Tejo dan Literasi Sosial

Tokoh Bu Tejo dalam film pendek “Tilik” menjadi begitu fenomenal dalam…

Senin, 31 Agustus 2020 11:56

Menyoal Perwali Penegakan Hukum Protokol Kesehatan

Kota Banjarmasin merupakan salah satu daerah penyebaran Covid-19 yang cukup…

Jumat, 28 Agustus 2020 11:28

Antara Calon Tunggal dan Kotak Kosong

KEMELUT soal pencalonan kepala daerah selalu menjadi topik hangat di…

Jumat, 28 Agustus 2020 11:25

Sensus Penduduk September

KALIMANTAN SELATAN termasuk sebagai provinsi di Indonesia yang capaian Sensus…

Kamis, 27 Agustus 2020 11:52

Poros Sesat

BILA murid salah, guru akan meluruskan. Jika wartawan keliru, pembaca…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers