MANAGED BY:
RABU
20 OKTOBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

RAGAM INFO

Kamis, 02 Juni 2016 11:56
Aksi Damai Mahasiswa, Tuntut Pemugaran Monumen Pancasila
AKSI DAMAI - Sejumlah mahasiswa dari berbagai organisasi yang tergabung dalam Komunitas Cipayung menyampaikan aspirasinya di halaman Kantor DPRD Provinsi Kalsel, kemarin.

BANJARMASIN - "Garuda Pancasila, akulah pendukungmu. Patriot proklamasi, sedia berkorban untukmu". Itulah penggalan lagu kebangsaan Garuda Pancasila yang dilantunkan Komunitas Cipayung di sepanjang Jalan Merdeka melewati Haryono MT hingga ke Kantor DPRD Provinsi Kalsel di Jalan Lambung Mangkurat.

Ya, 1 Juni 1945 ditetapkan sebagai hari lahirnya Pancasila. Demi memperingatinya di Banjarmasin, Kelompok Cipayung yang terdiri dari DPC GMNI, DPC GMKI, DPC PMKRI, PC PMII dan HMI menyampaikan aspirasinya kepada wakil rakyat di DPRD Provinsi Kalsel yang diwakili oleh Wakil Ketua Komisi I DPRD Provinsi Kalsel, H Syahdillah.

Ketua DPC GMNI Kota Banjarmasin, Fatan Fakhriadi, menyebut ada tiga poin yang mereka sampaikan kepada wakil rakyat tersebut. Pertama, membubarkan kelompok atau organisasi yang menentang nilai-nilai Pancasila dan mencabut kewarganegaraan anggotanya. Kedua, menanamkan pendidikan moral dan Pancasila secara khusus sebagai dasar pendidikan.

Ketiga, pemugaran Monumen Pancasila atau Tugu 17 Mei 1949 yang terletak di Km 17, Gambut, Kabupaten Banjar. "Kami harap poin pertama dan kedua bisa disampaikan ke pemerintah pusat.

Nah, untuk poin ketiga, kami melihat bundaran Pancasila tersebut bagaikan bangunan busuk yang sangat tidak enak dilihat. Mudah-mudahan Pemerintah Provinsi bisa menganggarkan untuk melakukan pemugaran," bebernya.

H Syahdillah sangat setuju dengan ketiga poin yang disampaikan Komunitas Cipayung tersebut. Syahdillah ikut miris melihat sebagian warga Indonesia yang tidak lagi bisa membaca Pancasila dengan benar.

"Apalagi mendengar berita di telivisi tentang Zaskia Gotik. Dulu saya kalau naik pangkat harus mengikuti penataran Pancasila. Jadi, tidak mungkin tidak hapal Pancasila," ujarnya.

Terkait tiga poin yang disampaikan Komunitas Cipayung, Syahdillah berjanji akan melanjutkan aspirasi mahasiswa. "Kami siap membantu untuk menyampaikan aspirasi mereka," janjinya.(rzy/az/dye)


BACA JUGA

Kamis, 24 September 2015 23:03

Ada Presiden, Pengamanan Ketat, Antre Panjang, Ratusan Jemaah Tak Bisa Salat

<p><strong>LANTARAN</strong> dihadiri oleh orang nomor satu di Indonesia pengamanan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers