MANAGED BY:
SABTU
31 OKTOBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

BISNIS

Sabtu, 29 Agustus 2020 08:48
Kompensasi Tambang Pulau Laut: Negosiasi Rp1 Triliun Batal
BATAL: Permintaan Pemkab Kotabaru Rp1 triliun kompensasi tambang di wilayahnya tidak disetujui perusahaan. Tampak kapal tongkang mengangkut batu bara dari Pulau Laut. | Foto: Zalyan S Abdi/Radar Banjarmasin

PROKAL.CO,

KOTABARU - Pertemuan pemerintah daerah dan PT Sedayu Group di Jakarta untuk melakukan negosiasi Rp 1 triliun kompensasi tambang Pulau Laut berbuah kekecewaan publik. Angka itu tidak berhasil diraih, Rabu (26/8). Tapi, kembali ke angka sebelumnya sebesar Rp700 miliar.

"Kembali ke MoU sebelumnya. Rp700 miliar," ujar Sekda Said Akhmad, Kamis tadi. Angka itu akan dituangkan dalam MoU pada 9 Desember nanti di Kotabaru.

Beberapa warga Kotabaru mengaku kecewa. Pasalnya, mereka sudah berharap kompensasi itu senilai Rp1 triliun. "Saya pikir kita rugi. Karena angka Rp700 miliar itu kan tahun 2014. Sekarang nilai tukar sudah berubah," kata Saparuddin, warga Kotabaru.

MoU perjanjian kompensasi tambang di Pulau Laut dimulai sejak zaman Bupati Sjachrani Mataja pada Juli 2010. Isi perjanjian itu, perusahaan tambang harus membangun berbagai infrastruktur. Salah satunya jembatan Pulau Laut ke Pulau Kalimantan.

Pada tahun 2014, perjanjian diubah oleh pemerintah daerah yang saat itu dipimpin Bupati Irhami Ridjani. Isinya adalah perusahaan harus mengucurkan bantuan infrastruktur senilai Rp700 miliar. MoU kedua itu habis masa berlakunya pada akhir September 2020. Pada Maret 2020 tadi, Aliansi Kawal Kompensasi Tambang Pulau Laut (AK2TPL) meminta realisasi kompensasi. Soalnya, baru puluhan miliar yang dikucurkan. Sementara masa berlaku perjanjian mau habis.

Berhubung mau habis, pemerintah sekarang yang dipimpin Bupati Sayed Jafar berupaya melakukan negosiasi. Bukan hanya memperbaharui masa berlaku MoU, tapi juga minta naik jadi Rp1 triliun. Digelarlah pertemuan di Jakarta pada Rabu tadi, antara pemerintah dan perusahaan.(zal/dye/ema)

loading...

BACA JUGA

Sabtu, 31 Oktober 2020 06:46

Ayo,Tamasya ke Hotel..!

Masa pandemi yang terlalu lama membuat orang-orang suntuk. Liburan panjang…

Sabtu, 31 Oktober 2020 06:16

Liburan, Area Parkir Mal Mulai Penuh Lagi

BANJARBARU - Momen cuti bersama dan libur panjang membuat warga…

Jumat, 30 Oktober 2020 10:35

Libur Panjang, Warga Tak Kuat untuk Tak Berwisata

BANJARBARU – Pandemi memang belum usai, tapi momen libur panjang…

Kamis, 29 Oktober 2020 10:17

Sukar Diterapkan, Jaga Jarak Antar Lapak Cuma Bertahan Satu Bulan

BANJARBARU - Sempat diterapkan beberapa waktu. Penataan lapak untuk Pedagang…

Kamis, 29 Oktober 2020 09:47

Banjarmasin Bebas Zona Merah, Pengusaha THM Berharap Diizinkan Kembali Beroperasi Sepenuhnya

BANJARMASIN - Gugus Tugas P2 COVID-19 Banjarmasin menyatakan 52 kelurahan…

Rabu, 28 Oktober 2020 11:53

Pendapatan Sempat Anjlok, Dishub akan Gelar Razia KIR Lagi

BANJARBARU - Sempat anjlok hingga mencapai 50 persen karena pagebluk…

Selasa, 27 Oktober 2020 16:48

Ini Tampilan Baru Yamaha Lexi

JAKARTA - Menjawab perkembangan tren gaya hidup, PT Yamaha Indonesia…

Selasa, 27 Oktober 2020 11:00

Terlalu Mahal, Investor Tak Melirik Tugu Nol Km

BANJARMASIN - Euforia pembangunan Tugu Nol KM di eks Perkantoran…

Senin, 26 Oktober 2020 17:40

Ratusan Pengunjung Ramaikan Peluncuran Yamaha WR 155 R

MARTAPURA - Pasar motor trail di Kalimantan Selatan kembali ramai…

Sabtu, 24 Oktober 2020 08:26

Bukan Tanpa Izin Sama Sekali, Soal Restoran Terapung di Siring RE Martadinata

BANJARMASIN - Kepala Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers