MANAGED BY:
SENIN
26 OKTOBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE
Kamis, 03 September 2020 11:33
Pilkada Banjarbaru: Antara Nama dan Kalkulasi Politik
Budi Dayak Kurniawan, Direktur Pusat Data, Analisis, Media, dan Masyarakat (PADMA) Kalsel

Di sisi lain, HM Aditya Mufti Ariffin – Wartono harus mampu menjelaskan kepada publik tentang alasan mereka maju. Karena tak bisa dipungkiri, mundur dan maju kembalinya Aditya di Pilkada Banjarbaru 2020 bisa menjadi bahan yang terus-menerus digoreng lawan politiknya.

Selain harus menghadapi gorengan politik itu, narasi yang dibangun pasangan ini juga harus dibarengi dengan menggunakan sosok Syahriani sebagai patron sebagian ASN yang di masa ia menjadi Sekda Kota Banjarbaru relatif “terhenti”pergerakan karirnya.

Pasangan ini juga wajib menggerakkan mesin politik para caleg Gerindra yang berhasil masuk ke parlemen. Karena jika mengharapkan mesin politik partai (Gerindra) untuk memenangkan Pilkada Banjarbaru 2020 akan sangat sulit. Karena kemenangan Gerindra di banyak tempat tak terlepas dari 212 efek. Bukan sepenuhnya karena hasil bekerjanya mesin politik partai.

Mesin partai itu pula yang sepertinya harus digerakkan pasangan Gusti Iskandar – Iwansyah. Apalagi pada Pileg 2019, mesin politik Golkar (asal kedua pasangan ini) menunjukkan kinerja yang cukup optimal. Golkar Banjarbaru misalnya meraih suara sebanyak 22.143 di atas Partai Gerindra yang meraih 20.147 suara. Namun karena sistem pemilu, Golkar (lima kursi) kalah satu kursi dengan Gerindra (enam kursi) di DPRD Kota Banjarbaru.

Pada Pileg 2019 itu pula, suara yang diraih H AR Iwansyah di Dapil IV (Landasan Ulin) cukup signifikan. Bahkan selama tiga kali Pileg, H AR Iwansyah meraih suara terbanyakdi Landasan Ulin (1.948 suara). Jika performa mesin politik Golkar Banjarbaru tetap sebagus pada Pileg 2019, pasangan Iskandar – Iwansyah niscaya harus diperhitungkan.

Mau tidak mau pertarungan dalam Pilkada Banjarbaru 2020 akan berlangsung dalam tensi tinggi dengan hasil yang relatif sulit diperkirakan. Bisa jadi pemenang memang akan ditentukan nama, ekonomi, kalkulasi, dan bekerja maksimalnya mesin politik. (*/ema)

Halaman:

BACA JUGA

Senin, 26 Oktober 2020 14:50

Hilangnya Sentuhan Emosional Pembelajaran

Sejak ditetapkannya status pandemi Covid-19 hampir di seluruh negara di…

Senin, 26 Oktober 2020 14:47

Teknologi dan Manfaatnya

Arus globalisasi yang semakin maju dan ditopang derasnya informasi dan…

Kamis, 22 Oktober 2020 10:45

Johnny Digigit Hiu

"PANJANG umurlah para pendusta. Dan hiduplah kita dari bahaya." =========================Oleh: Muhammad…

Selasa, 20 Oktober 2020 15:44

Omnibus Law dan Kolonisasi Sejarah

Di tengah kelesuan ekonomi Indonesia akibat pandemi Covid-19, disahkannya Rancangan…

Senin, 19 Oktober 2020 16:23

Pentingnya Agens Hayati dalam Dunia Pertanian

Pestisida merupakan zat kimia yang digunkan untuk mengendalikan hama. Namun…

Jumat, 16 Oktober 2020 15:27

Konseling di Masa Pandemi Covid-19

Tentang kebijakan pelaksaan pendidikan di masa pandemi Covid-19, sebagai pandemi…

Kamis, 15 Oktober 2020 17:27

Upaya Penurunan Bebas Emisi Gas Rumah Kaca Melalui Pemilihan Pakan Ternak

Methan (CH4) merupakan salah satu gas rumah kaca yang dapat…

Kamis, 15 Oktober 2020 17:25

Playlist Demonstran

SIANG ini (15/10), kabarnya aliansi BEM (Badan Eksekutif Mahasiswa) kembali…

Selasa, 13 Oktober 2020 13:27

Politik Uang dan Obral Janji Pelayanan Publik

Menjelang Pilkada serentak biasanya para politisi kita akan sibuk menyusun…

Selasa, 13 Oktober 2020 13:25

Mengukur Kekuatan Dewan Menolak Omnibuslaw

Omnibuslaw atau RUU Cipta Kerja sudah disahkan dan selangkah lagi…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers