MANAGED BY:
SENIN
26 OKTOBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE
Kamis, 03 September 2020 11:33
Pilkada Banjarbaru: Antara Nama dan Kalkulasi Politik
Budi Dayak Kurniawan, Direktur Pusat Data, Analisis, Media, dan Masyarakat (PADMA) Kalsel

Wacana dan peta politik Banjarbaru juga menjadi kian menarik ketika opsi Aditya Mufti Ariffin berpasangan dengan Jaya tak terjadi, yang memang secara logika politik sulit diwujudkan. Langkah Aditya menggandeng Ketua Partai Gerindra Banjarbaru, H Syahriani Syahran, berpasangan dan maju karena alasan-alasan tertentu kemudian berubah di tengah jalan. Dengan tetap didukung Partai Gerindra Banjarbaru, Aditya kemudian menggandeng Ketua DPC PDI Perjuangan, Wartono.

Usai ditinggal Aditya, Ketua DPD Partai Golkar Banjarbaru H AR Iwansyah yang tidak pernah menyatakan mundur dari Pilkada Banjarbaru 2020, maju sebagai calon wakil wali kota mendampingi mantan anggota DPR RI dua periode dan tokoh senior Partai Golkar, H Gusti Iskandar Sukma Alamsyah. Pertimbangan duet ini untuk maju logis. Selain memiliki lima kursi di DPRD Banjarbaru ditambah PKB (tiga kursi) dan PKS (dua kursi), pasangan ini membuat pilkada menjadi relatif menarik dan menjadi uji coba lagi bagi mesin politik Partai Golkar.


***

Peta politik Banjarbaru ke depan tentu akan sangat dinamis. Apalagi menjelang tenggat waktu pendaftaran bakal calon ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) pada awal September 2020. Jika tak ada perubahan di menit-menit terakhir, besar kemungkinan Pilkada Banjarbaru 2020 akan diikuti tiga pasangan: Haji Martinus – Darmawan Jaya (NasDem, PAN, Demokrat), HM Aditya Mufti Ariffin-Wartono (PPP, PDI Perjuangan, Gerindra), dan H Gusti Iskandar Sukma Alamsyah – H AR Iwansyah (Partai Golkar, PKS, dan PKB).

Karena budaya politik di Kalsel—termasuk di Banjarbaru—masih relatif ditentukan hal-hal tradisional, seperti sosok, genealogis, kharisma, juga kapital, maka pilkada di Banjarbaru pun bisa jadi tak lepas dari hal itu. Masing-masing pasangan mau tidak mau harus menyusun strategi dan mengeksplore seluruh sisi.
Pasangan Martinus – Jaya harus mengoptimalkan keunggulan mereka. Misalnya dengan terus menghidupkan dan menghadirkan sosok Nadjmi Adhani dalam narasi politik dan medium kampanye lainnya. Karena tak bisa dipungkiri, sosok Jaya sesungguhnya menjadi magnet yang lebih kuat menarik dukungan publik ketimbang Martinus. Jaya bisa jadi dianggap sebagai representase almarhum Nadjmi, sehingga karena “nestapa politik” wajib didukung.

Namun, di sini pula tantangan bagi Jaya. Ia wajib menjawab ekspektase loyalis Nadjmi, terutama di kalangan ASN yang memiliki ikatan corps d'état. Karena mau tidak mau, Nadjmi dikenal luas sebagai sosok yang menjadi patron dan kisah sukses korps.

Halaman:

BACA JUGA

Senin, 26 Oktober 2020 14:50

Hilangnya Sentuhan Emosional Pembelajaran

Sejak ditetapkannya status pandemi Covid-19 hampir di seluruh negara di…

Senin, 26 Oktober 2020 14:47

Teknologi dan Manfaatnya

Arus globalisasi yang semakin maju dan ditopang derasnya informasi dan…

Kamis, 22 Oktober 2020 10:45

Johnny Digigit Hiu

"PANJANG umurlah para pendusta. Dan hiduplah kita dari bahaya." =========================Oleh: Muhammad…

Selasa, 20 Oktober 2020 15:44

Omnibus Law dan Kolonisasi Sejarah

Di tengah kelesuan ekonomi Indonesia akibat pandemi Covid-19, disahkannya Rancangan…

Senin, 19 Oktober 2020 16:23

Pentingnya Agens Hayati dalam Dunia Pertanian

Pestisida merupakan zat kimia yang digunkan untuk mengendalikan hama. Namun…

Jumat, 16 Oktober 2020 15:27

Konseling di Masa Pandemi Covid-19

Tentang kebijakan pelaksaan pendidikan di masa pandemi Covid-19, sebagai pandemi…

Kamis, 15 Oktober 2020 17:27

Upaya Penurunan Bebas Emisi Gas Rumah Kaca Melalui Pemilihan Pakan Ternak

Methan (CH4) merupakan salah satu gas rumah kaca yang dapat…

Kamis, 15 Oktober 2020 17:25

Playlist Demonstran

SIANG ini (15/10), kabarnya aliansi BEM (Badan Eksekutif Mahasiswa) kembali…

Selasa, 13 Oktober 2020 13:27

Politik Uang dan Obral Janji Pelayanan Publik

Menjelang Pilkada serentak biasanya para politisi kita akan sibuk menyusun…

Selasa, 13 Oktober 2020 13:25

Mengukur Kekuatan Dewan Menolak Omnibuslaw

Omnibuslaw atau RUU Cipta Kerja sudah disahkan dan selangkah lagi…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers