MANAGED BY:
KAMIS
29 OKTOBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE
Senin, 07 September 2020 11:46
Menata Kembali Lembaga Independen
Adam Setiawan SH, MH, Dosen Fakultas Hukum Untag 1945 Samarinda

Jika dilihat dari komposisinya, pansel anggota ORI terbukti ada yang rangkap jabatan. Hal demikian tentunya menimbulkan pertanyaan, karena sebelumnya ORI memberikan laporan adanya 397 penyelenggara negara terindikasi merangkap jabatan komisaris di BUMN.

Oleh sebab itu, wajar saja publik menjadi curiga, pansel akan menjaring anggota ORI yang tidak mempunyai kualitas dan integritas. Bahkan stigma masyarakat akan ada anggota yang dapat dikendalikan.

Adapun potensi conflict of interest demikian, tentunya bertentangan secara moral, hingga berimplikasi terhadap objektivitas proses rekrutmen. Gejala public distrust pun tidak dapat terhindarkan tatkala ada salah satu pansel atau lebih yang bermasalah, hingga menghadirkan agenda setting yang terselubung dalam proses rekrutmen.

Selain itu, anomali rekrutmen harus terjadi secara terus menerus, tatkala melibatkan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), kendati parlemen merupakan representasi rakyat, namun bukan rahasia umum lagi jika politik transaksional merupakan menu sehari-hari di parlemen. Karena setiap partai yang berada di parlemen mempunyai agenda tersendiri. Dengan demikian tidak dapat dinafikan bahwa beberapa lembaga independen yang pola rekrutmen anggota/pimpinannya melibatkan peran DPR akan melahirkan anggota/pimpinan lembaga independen tidak terbebas dari anasir-anasir kepentingan partai politik di DPR.

Ihwal lembaga independen di Indonesia mempunyai banyak persoalan dan tantangan, sehingga perlu rasanya kita tagih political will pemerintah (Presiden bersama DPR) untuk memperkuat kembali lembaga independen kedepannya.

Pertama, pemerintah harus mendesain lembaga independen dengan pengaturan yang lebih memadai, dengan tugas dan kewenangan yang lebih besar agar mampu bergerak dalam mengatasi berbagai kompleksitas negara yang ada.

Halaman:

BACA JUGA

Kamis, 29 Oktober 2020 10:50

Marketing Sektor Publik untuk Pelayanan Terbaik

Marketing sektor publik terdiri dari dua kata, yaitu marketing dan…

Kamis, 29 Oktober 2020 10:48

Trik Ampuh Menghadapi Titik Jenuh Belajar Dari Rumah

Pada masa pandemi Covid-19, guru dituntut mampu melaksanakan pembelajaran dari…

Kamis, 29 Oktober 2020 10:47

Bahasa Perlawanan

92 TAHUN silam, kawula muda yang melek politik menggelar kongres…

Rabu, 28 Oktober 2020 12:23

Pendidikan Karakter dalam Pembelajaran Virtual

Di era globalisasi yang serba canggih seperti sekarang ini, arus…

Rabu, 28 Oktober 2020 12:21

Sawit Komoditas Penopang Ekonomi di Masa Pandemi

SEJAK pandemi Covid-19 melanda dunia, hampir semua kegiatan ekonomi melambat…

Selasa, 27 Oktober 2020 11:35

Pengelolaan Sumber Daya Air dan Undang-Undang Ciptaker

Air merupakan kebutuhan dasar hidup manusia yang dikaruniakan oleh Tuhan…

Senin, 26 Oktober 2020 14:50

Hilangnya Sentuhan Emosional Pembelajaran

Sejak ditetapkannya status pandemi Covid-19 hampir di seluruh negara di…

Senin, 26 Oktober 2020 14:47

Teknologi dan Manfaatnya

Arus globalisasi yang semakin maju dan ditopang derasnya informasi dan…

Kamis, 22 Oktober 2020 10:45

Johnny Digigit Hiu

"PANJANG umurlah para pendusta. Dan hiduplah kita dari bahaya." =========================Oleh: Muhammad…

Selasa, 20 Oktober 2020 15:44

Omnibus Law dan Kolonisasi Sejarah

Di tengah kelesuan ekonomi Indonesia akibat pandemi Covid-19, disahkannya Rancangan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers