MANAGED BY:
KAMIS
24 JUNI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE
Senin, 14 September 2020 14:00
Efek Pilkada untuk Daerah
Haris Zaky Mubarak, MA, Sejarawan dan Direktur Eksekutif Jaringan Studi Indonesia

PROKAL.CO,

IKA melihat PDB (Produk Domestik Bruto) kita pada kuartal II (Q2) yang mengalami minus sebesar 5,32%, maka ekonomi Indonesia terus menunjukkan lesunya pertumbuhan, sejalan perekonomian dunia yang juga turut terkontraksi cukup dalam. Sejak kemunculan pandemi Covid-19 pada awal 2020, perekonomian sudah sangat terimbas keras akibat dampak besar. Terjadi gangguan terhadap pasar output dan pasar input, dimana banyak industri mengalami gangguan karena pasar jual beli dunia juga mendadak sepi.

=========================
Oleh: Haris Zaky Mubarak, MA
Sejarawan
Direktur Eksekutif Jaringan Studi Indonesia
=========================

Tantangan pandemi belum usai, tapi ketahanan ekonomi nasional juga perlu dijaga. Masih ada peluang ekonomi tumbuh; meski dengan catatan bahwa setiap realisasi dari berbagai program dan belanja pemerintah harus berjalan secara efektif dan sesuai rencana. Kebersamaan dan kerja pemerintah secara luas baik pusat dan daerah harus menjadi kunci keberhasilan program pemulihan ekonomi agar Indonesia dapat terhindar dari jurang resesi dan juga krisis ekonomi.

Sejalan dengan upaya pemulihan ekonomi Indonesia secara nasional, terhitung sejak hari Jumat (4/9), Komisi Pemilihan Umum ( KPU) telah menggelar tahapan pendaftaran calon kontestan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada). Hadirnya kontestasi Pilkada di tengah pandemi Covid-19 dan pemulihan ekonomi Indonesia memberikan pertanyaan analitis untuk dijawab secara seksama. Apakah kontestasi Pilkada 2020 ini dapat memberi efek dan pengaruh yang penting terhadap perbaikan dan pemulihan ekonomi Indonesia akibat pandemi?


Kebijakan Politik

Secara sederhana dapat saja kita analisa bagaimana eratnya hubungan politik dalam ruang rasional perubahan ekonomi masyarakat. Dalam perspektif Perotti (1996) & Benabou (1996) yang pernah melakukan penelitian intens terkait banalitas politik dan perubahan ekonomi. Hasil yang diperoleh telah membuktikan bahwa faktor politik merupakan variabel kompeten menjelaskan pertumbuhan ekonomi. Adanya ketidakstabilan politik yang diukur melalui ukuran ketimpangan, nyatanya memiliki pengaruh negatif terhadap pertumbuhan ekonomi negara secara luas.

Halaman:

BACA JUGA

Sabtu, 19 Juni 2021 04:13

Teknologi Pasteurisasi dalam Proses Pengawetan Pangan

Teknik pengawetan makanan dengan pasteurisasi telah digunakan sejak tahun 1800-an.…

Kamis, 17 Juni 2021 13:00

Gila Bola

SELAMA sebulan penuh, penggemar sepak bola dimanja. Tengah malam begadang…

Senin, 14 Juni 2021 12:47

OTT Pelayanan Publik, Perlukah?

Ide Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo beberapa waktu lalu, mengenai…

Rabu, 09 Juni 2021 12:59

Permintaan Maaf yang Terlambat

APAKAH Anda sudah lelah dengan Pilgub Kalsel? Jika jawabannya iya,…

Sabtu, 05 Juni 2021 11:59

Profesionalitas Guru di Masa Pandemi

Guru adalah pendidik profesional dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing,…

Jumat, 04 Juni 2021 10:41

Menyambut Pembelajaran Tatap Muka

Pandemi Covid-19 telah mengubah praktik dan kebiasaan belajar. Bukan saja…

Kamis, 03 Juni 2021 07:04

Anang Abdul Hamidhan

DI KAMAR tidur, hanya ada satu pigura. Bukan ijazah sarjana…

Rabu, 02 Juni 2021 11:14

Ajari Anak dengan Hati

Anak stres? Orang tua pun stres? Sementara zona belajar tatap…

Rabu, 02 Juni 2021 11:10

Menilik Rekrutmen Guru PPPK

Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Tjahjo Kumolo mengatakan…

Selasa, 01 Juni 2021 10:09

Tantangan Melahirkan Pelajar Pancasila

Hari Lahir Pancasila yang diperingati setiap tanggal 1 Juni menjadi…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers