MANAGED BY:
SABTU
31 JULI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE
Senin, 14 September 2020 14:00
Efek Pilkada untuk Daerah
Haris Zaky Mubarak, MA, Sejarawan dan Direktur Eksekutif Jaringan Studi Indonesia

Terkait efektivitas pilkada dengan upaya pemulihan ekonomi akibat pandemi Covid-19, Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia (Mendagri RI) Muhammad Tito Karnavian telah meminta secara tegas supaya ada sinergi dan kolaborasi yang kuat bagi Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP) untuk mengawal program pemulihan ekonomi nasional (PEN) dan pelaksanaan Pilkada Serentak 2020. Karena menurut mendagri, dua hal tersebut erat kaitannya dengan penanganan secara besar dari masalah pandemi Covid-19.

Penanganan optimal dari pandemi ini akan berhasil apabila kebijakan pemerintah daerah, baik pemerintah provinsi maupun kabupaten/kota, mampu berjalan secara paralel dan sinkron dengan kebijakan pemerintah pusat. Pada masa sulit seperti sekarang, mendagri berharap seluruh pemimpin daerah harus bergerak cepat dalam membuat kebijakan dan membelanjakan anggarannya. Karena itu, ia meminta setiap anggaran yang dikeluarkan untuk daerah benar-benar tepat sasaran dan akuntabel.

Instrumen utama untuk membangkitkan ekonomi adalah belanja pemerintah. Karenanya, daerah-daerah yang belanjanya masih di bawah rata-rata nasional perlu terus didorong untuk dapat disegerakan merelealisasikan kemajuan dalam hal Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD). Dengan demikian, pekerjaan utama dalam memajukan program PEN adalah meningkatkan belanja pemerintah daerah seoptimal mungkin.

Hadirnya hajatan demokrasi lokal dalam kontestasi Pilkada 2020 boleh jadi akan menjadi jembatan emas untuk melihat seberapa besar keseriusan calon pemimpin daerah melakukan proyeksi peningkatan APBD untuk pemulihan ekonomi akibat pandemi Covid-19.


Momentum Strategis

Dalam tinjauan analisa ekonomi pemerintah pusat, program pemulihan ekonomi nasional akibat Covid-19 harus menyentuh program restrukturisasi ekonomi pada sektor riil dari ketahanan hidup masyarakat. Sedangkan bagi daerah, penciptaan pasar efisien daerah memungkinkan terciptanya langkah efektivitas mobilisasi keuangan. Semakin cepat daerah mampu menggerakan banyak sisi dari kebutuhan ekonomi masyarakat, maka semakin tinggi pula pendapatan yang dapat digerakkan untuk banyak sektor usaha lokal yang berkembang di daerah.

Halaman:

BACA JUGA

Senin, 26 Juli 2021 11:48

PPKM dan Quote Einstein

Pada saat menulis ini, Kalsel di ambang pembatasan lagi. Seorang…

Kamis, 22 Juli 2021 14:32

Daging Sapi

SAYA menyukai daging sapi, pada waktu bersamaan juga membenci lemak…

Kamis, 15 Juli 2021 14:29

PTM Mikro Darurat

BIASANYA, sebelum menulis suatu isu, saya sudah tahu harus menyampaikan…

Kamis, 08 Juli 2021 13:06

Kaset Pita

GENERASI kami dibesarkan oleh kaset pita yang bisa jamuran dan…

Sabtu, 03 Juli 2021 11:00

Mencegah Invasi Varian Delta di Kalsel

Varian Delta B.1.617.2 pada saat ini menjadi pusat perhatian dunia.Virus…

Jumat, 02 Juli 2021 15:04

Delta Force

SAMA seperti Anda, saya juga bosan dengan liga corona ini.…

Jumat, 02 Juli 2021 09:20

SKPP sebagai Aktivitas Literasi Demokrasi Kaum Muda

Perhelatan Pemilu Tahun 2019 dan Pilkada Tahun 2020 menyisakan beberapa…

Kamis, 01 Juli 2021 14:53

Daya Beli dan Gelombang Kedua Pandemi

Jumlah kasus positif Covid-19 mencapai dua juta orang, bukan sekadar…

Selasa, 29 Juni 2021 08:48

Mengenal Program Sekolah Penggerak

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan…

Kamis, 24 Juni 2021 11:07

Darurat Ular

PADA 13 Maret 1931, Niuwe Tilburgsche Courant menurunkan headline, 'Banjarmasin…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers