MANAGED BY:
SABTU
24 OKTOBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE
Rabu, 16 September 2020 12:59
Stop Penebangan Pohon Ulin
Dr Drs Suyanto, M.P, Dosen Program Magister (S2) Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan ULM

PROKAL.CO,

Pemanfaatan hutan alam di Kalimantan Selatan, terutama oleh kegiatan penebangan liar di Kabupaten Tabalong, Tanah Bumbu dan Kotabaru, hingga kini masih berlangsung dan tidak terkendali. Hal ini dipicu oleh berdirinya industri bandsaw tanpa memiliki wilayah hutan sebagai penyedia bahan baku kayu. Sehingga pemanfaatan hutannya melebihi tingkat pertumbuhan. Sementara masyarakat sendiri dengan alasan ekonomi tidak merasa bersalah melakukan penebangan liar.

=====================
Oleh: Dr Drs Suyanto, M.P
Dosen Program Magister (S2) Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan ULM
=====================

Akibatnya terjadi degradasi sumberdaya hutan alam dan makin meningkat dengan adanya konversi lahan hutan untuk perkebunan kelapa sawit, pembukaan lahan untuk pertambangan batubara, untuk IUPHHK hutan alam dan IUPHHK hutan tanaman industri serta konversi lahan untuk pembangunan infrastruktur lainnya. Sementara pengawasan terhadap kegiatan penebangan liar sangat lemah, seolah sengaja ada pembiaran oleh instansi terkait, aparat penegak hukum dan kepala daerah.

Dampak lingkungan yang timbul dapat kita lihat dalam dekade terakhir ini, seperti banjir bandang, tanah longsor, kesulitan mendapatkan air bersih, kekeruhan air sungai, banjir di musim hujan dan kekeringan di musim kemarau. Padahal sebelumnya tidak pernah terjadi.

Akibat lainnya adalah terjadi degradasi kekayaan hayati jenis Ulin (Eusideroxylon zwageri) yang merupakan jenis asli Kalimantan. Keberadaan pohon sekarang ini semakin langka, indikasinya diperlihatkan oleh melambungnya harga di pasaran. Ulin yang dijual umumnya berasal dari ulin muda, dan sulit mendapatkan biji ulin dari pohonnya, meskipun sebelumnya merupakan habitat ulin.

Ulin berkembang biak dengan biji, meskipun sekarang sudah banyak dikembangkan metode stek pucuk. Pertumbuhan ulin sangat lambat di Kalimantan hanya 0,3 cm/tahun, sedangkan pertumbuhan pohon lainnya 1 cm/tahun. Artinya, ulin berdiameter 40 cm diperkirakan sudah berumur 133 tahun.

Halaman:

BACA JUGA

Kamis, 22 Oktober 2020 10:45

Johnny Digigit Hiu

"PANJANG umurlah para pendusta. Dan hiduplah kita dari bahaya." =========================Oleh: Muhammad…

Selasa, 20 Oktober 2020 15:44

Omnibus Law dan Kolonisasi Sejarah

Di tengah kelesuan ekonomi Indonesia akibat pandemi Covid-19, disahkannya Rancangan…

Senin, 19 Oktober 2020 16:23

Pentingnya Agens Hayati dalam Dunia Pertanian

Pestisida merupakan zat kimia yang digunkan untuk mengendalikan hama. Namun…

Jumat, 16 Oktober 2020 15:27

Konseling di Masa Pandemi Covid-19

Tentang kebijakan pelaksaan pendidikan di masa pandemi Covid-19, sebagai pandemi…

Kamis, 15 Oktober 2020 17:27

Upaya Penurunan Bebas Emisi Gas Rumah Kaca Melalui Pemilihan Pakan Ternak

Methan (CH4) merupakan salah satu gas rumah kaca yang dapat…

Kamis, 15 Oktober 2020 17:25

Playlist Demonstran

SIANG ini (15/10), kabarnya aliansi BEM (Badan Eksekutif Mahasiswa) kembali…

Selasa, 13 Oktober 2020 13:27

Politik Uang dan Obral Janji Pelayanan Publik

Menjelang Pilkada serentak biasanya para politisi kita akan sibuk menyusun…

Selasa, 13 Oktober 2020 13:25

Mengukur Kekuatan Dewan Menolak Omnibuslaw

Omnibuslaw atau RUU Cipta Kerja sudah disahkan dan selangkah lagi…

Senin, 12 Oktober 2020 12:13

Pengembangan Kewirausahaan dalam Bidang Sumberdaya Perikanan

Salah satu tuntutan penting dalam pelaksanaan pembangunan masyarakat desa yang…

Jumat, 09 Oktober 2020 14:59

Krisis Kepercayaan

SEKRETARIS Jenderal DPR, Indar Iskandar meminta polisi menindak pelapak nakal.…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers