MANAGED BY:
SABTU
19 SEPTEMBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE
Rabu, 16 September 2020 13:04
Gila atau Tidaknya Pelaku, Hakim yang Putuskan, Bukan Polisi
Dr H Mispansyah, SH, MH, Dosen Fakultas Hukum Universitas Lambung Mangkurat. Foto: Lidmi.or.id

Siapa yang menentukan kemampuan bertanggung jawab? Kemampuan bertanggung jawab ini harus dibuktikan ada tidaknya oleh hakim. Karena apabila seseorang terbukti tidak memiliki kemampuan bertanggung jawab, hal ini menjadi dasar tidak dipertanggungjawabkannya pembuat. Artinya pelaku tidak dapat dipidana atas suatu kejadian tindak pidana. Syarat pertanggungjawaban pidana itu ada 2. Pertama syarat internal dari pertanggungjawaban pidana adalah memiliki kesalahan.
Kedua, syarat eksternal dari pertanggungjawaban pidana adalah melakukan tindak pidana. Jadi seseorang akan dimintai pertanggungjawaban pidana tidak hanya karena dia telah melakukan tindak pidana, tetapi juga seseorang tersebut melakukan kesalahan.

Adapun unsur kesalahan, terdiri atas. Pertama, mampu bertanggung Jawab. Kedua, mempunyai kesengajaan atau kealpaan. Ketiga tidak adanya alasan pemaaf. Berdasarkan Memorie van Toelichting (MvT) sebagai penjelasan Wetboek van Strafrecht (WvS) kemudian menjadi Kitab Undang-Undang Hukum Pidana, diatur mengenai pertanggungjawaban pidana. Menentukan secara negatif, yaitu tidak mampu bertanggungjawab adalah, satu, dalam hal orang tidak diberi kebebasan memilih antara berbuat/tidak berbuat/apa yang oleh UU dilarang/diperintahkan. Dua, dalam hal orang ada dalam keadaan tertentu sehingga tidak dapat menginsyafi perbuatannya bertentangan dengan hukum, dan tidak mengerti akibat perbuatannya.

Moeljatno menyimpulkan, untuk adanya kemampuan bertanggung jawab harus ada kemampuan untuk membeda-bedakan antara perbuatan yang baik dan yang buruk, sesuai dengan hukum dan yang melawan hukum (faktor akal)., kemudian kemampuan untuk menentukan kehendaknya menurut keinsyafan tentang baik dan buruknya perbuatan tadi (faktor perasaan/kehendak).

Kemampuan bertanggung jawab berkaitan dengan faktor akal sering menjadi dasar hukum adalah ketentuan Pasal 44 ayat (1) KUHP.

Ayat 1; Barang siapa melakukan perbuatan yang tidak dapat dipertanggung jawabkan padanya, disebabkan karena jiwanya cacat dalam pertumbuhannya (gebrekkige ontiwikkeling) atau terganggu karena penyakit, tidak dipidana.

Ayat 2; Jika ternyata bahwa perbuatan tidak dapat dipertanggungjawabkan padanya disebabkan karena jiwanya cacat dalam pertumbuhannya atau terganggu karena penyakit, maka hakim dapat memerintahkan supaya orang itu dimasukkan kedalam rumah sakit jiwa, paling lama satu tahun sebagai waktu percobaan. Ayat 3; Ketentuan dalam ayat (2) hanya berlaku bagi Mahkamah Agung, Pengadilan Tinggi, dan Pengadilan Negeri.

Halaman:

BACA JUGA

Senin, 07 September 2020 11:46

Menata Kembali Lembaga Independen

Pasca runtuhnya rezim Orde Baru tepatnya 22 tahun yang lalu,…

Sabtu, 05 September 2020 10:39

Subsidi Kuota Bukan Solusi Tunggal

Pandemi Covid-19 yang melanda Indonesia telah berdampak secara signifikan pada…

Kamis, 03 September 2020 11:34

Geliat Maskapai Penerbangan Pasca-PSBB

PASCA berakhirnya aturan Pembatasan Sosial Skala Besar (PSBB) di sejumlah…

Kamis, 03 September 2020 11:33

Pilkada Banjarbaru: Antara Nama dan Kalkulasi Politik

POLITIK sepertinya tak memberi kesempatan untuk tanah di pusara Walikota…

Kamis, 03 September 2020 11:31

Merangsang Harapan

STIMULUS dan resesi menjadi istilah ekonomi yang paling sering disebut…

Selasa, 01 September 2020 16:08

Bu Tejo dan Literasi Sosial

Tokoh Bu Tejo dalam film pendek “Tilik” menjadi begitu fenomenal dalam…

Senin, 31 Agustus 2020 11:56

Menyoal Perwali Penegakan Hukum Protokol Kesehatan

Kota Banjarmasin merupakan salah satu daerah penyebaran Covid-19 yang cukup…

Jumat, 28 Agustus 2020 11:28

Antara Calon Tunggal dan Kotak Kosong

KEMELUT soal pencalonan kepala daerah selalu menjadi topik hangat di…

Jumat, 28 Agustus 2020 11:25

Sensus Penduduk September

KALIMANTAN SELATAN termasuk sebagai provinsi di Indonesia yang capaian Sensus…

Kamis, 27 Agustus 2020 11:52

Poros Sesat

BILA murid salah, guru akan meluruskan. Jika wartawan keliru, pembaca…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers