MANAGED BY:
SABTU
31 OKTOBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE
Rabu, 23 September 2020 11:49
Mahar dan Money Politik di Pilkada
Rahmiati, S.HI, MH, Komisioner Komisi Informasi Kalimantan Selatan

PROKAL.CO,

Rakyat memiliki kebebasan mutlak untuk menentukan pemimpinnya melalui prosesi pemilihan. Baik Pemilu untuk memilih anggota legislatif pada tingkat kabupaten/kota sampai pada tingkatan pusat, memilih presiden/wakil presiden, ataupun pada momen Pilkada untuk memilih gubernur/wakil gubernur, bupati/wakil bupati, dan wali kota/wakil wali kota.

======================
Oleh: Rahmiati, S.HI, MH
Komisioner Komisi Informasi Kalimantan Selatan
======================

Sebagai salah satu alat ukur demokrasi, hasil pemilu yang diselenggarakan dalam suasana keterbukaan dengan kebebasan berpendapat dan berserikat dianggap mampu mencerminkan secara akurat partisipasi serta aspirasi masyarakat. Partisipasi masyarakat akan menentukan kualitas demokrasi. Partisipasi politik masyarakat diartikan sebagai aktivitas seseorang atau kelompok orang untuk ikut serta mempengaruhi perhelatan politik dan kebijakan yang menyertainya. Aktivitas politik tersebut disertai dengan kebebasan bagi masyarakat untuk memilih pemimpin sesuai dengan keinginannya.

Kebebasan memilih untuk menentukan pemimpin tersebut dalam tataran nyata tidak sebebas teorinya. Berbagai macam cara dan modus digunakan para kontestan pemilihan untuk memmengaruhi pilihan politik masyarakat yang punya hak suara.

Dinamika politik di Indonesia ketika prosesi pilkada seringkali diwarnai dengan fenomena yang merusak integritas dalam berpolitik. Seharusnya dalam proses tersebut menghasilkan kepercayaan dan keadilan sebagaimana yang diamanatkan konstitusi kita.

Isu yang cukup sering terjadi adalah adanya mahar politik dalam pencalonan dan terjadinya praktik money politik dalam pemilihan. Hal ini dilakukan tentunya dengan tujuan untuk memengaruhi pilihan para pemilik partai politik agar bersedia menjadi kendaraan politik dalam rangka pencalonan dan juga untuk memmengaruhi pilihan masyarakat sebagai pemegang hak suara.

Halaman:

BACA JUGA

Sabtu, 31 Oktober 2020 07:06

Antara Interaksi, Miskonsepsi, dan Dilema Tugas Mandiri

Fenomena seorang siswa gantung diri, diduga karena mengalami stres akibat…

Sabtu, 31 Oktober 2020 07:01

Pandemi dan Ketahanan Ekonomi Indonesia

Menghadapi resesi ekonomi akibat pandemi Covid-19, Indonesia telah melaksanakan berbagai…

Jumat, 30 Oktober 2020 14:45

Maulid, Momentum Mencari Pemimpin Teladan

Setiap datang bulan Rabiul Awal,tepatnya tanggal 12 Rabiul Awal, umat…

Jumat, 30 Oktober 2020 14:43

Kurikulum 2021 untuk Pendidikan di Tengah Pandemi

Sejak pandemi Covid-19, banyak kebijakan yang telah dikeluarkan oleh Kementerian…

Kamis, 29 Oktober 2020 10:50

Marketing Sektor Publik untuk Pelayanan Terbaik

Marketing sektor publik terdiri dari dua kata, yaitu marketing dan…

Kamis, 29 Oktober 2020 10:48

Trik Ampuh Menghadapi Titik Jenuh Belajar Dari Rumah

Pada masa pandemi Covid-19, guru dituntut mampu melaksanakan pembelajaran dari…

Kamis, 29 Oktober 2020 10:47

Bahasa Perlawanan

92 TAHUN silam, kawula muda yang melek politik menggelar kongres…

Rabu, 28 Oktober 2020 12:23

Pendidikan Karakter dalam Pembelajaran Virtual

Di era globalisasi yang serba canggih seperti sekarang ini, arus…

Rabu, 28 Oktober 2020 12:21

Sawit Komoditas Penopang Ekonomi di Masa Pandemi

SEJAK pandemi Covid-19 melanda dunia, hampir semua kegiatan ekonomi melambat…

Selasa, 27 Oktober 2020 11:35

Pengelolaan Sumber Daya Air dan Undang-Undang Ciptaker

Air merupakan kebutuhan dasar hidup manusia yang dikaruniakan oleh Tuhan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers