MANAGED BY:
SENIN
18 OKTOBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

BISNIS

Kamis, 01 Oktober 2020 11:10
BLT Dana Desa Sudah Tersalur Rp295 Miliar
DIBANTU BLT: Perkampungan nelayan di Kotabaru. Nelayan salah satu profesi yang terdampak pandemi. | FOTO: DOK/RADAR BANJARMASIN

BANJARBARU - Enam bulan sudah ribuan desa di Kalsel menyalurkan bantuan langsung tunai (BLT) dari dana desa (DD). Berdasarkan data Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kalsel, jika ditotal sejak April hingga 29 September anggaran yang dikucurkan untuk BLT-DD sudah Rp295 miliar lebih.

BLT-DD sendiri merupakan bantuan dari pemerintah yang dialokasikan dari dana desa, untuk diberikan ke masyarakat desa yang tidak mampu dan terdampak pandemi Covid-19.

Kepala Dinas PMD Kalsel, Zulkipli mengatakan, dari 11 kabupaten yang ada di Kalsel, BLT-DD paling banyak disalurkan di Banjar. Yakni, sebesar Rp55.586.700.000. "Karena Kabupaten Banjar punya desa paling banyak di Kalsel, dengan jumlah 277 desa," katanya.

Sementara kabupaten yang paling sedikit menyalurkan BLT-DD ialah Tabalong. Zulkipli menyampaikan, di daerah yang memiliki 121 desa ini BLT-DD yang disalurkan sudah Rp11.658.300.000. "Tabalong sedikit, sebab jumlah desanya juga paling sedikit," ucapnya.

Saat ini, penyaluran BLT-DD sudah memasuki tahap ke enam. Pada tiga tahap awal, setiap kepala keluarga menerima Rp600 ribu. Setelah itu di tahap selanjutnya, Rp300 ribu per KK.

Zulkipli mengungkapkan, per 29 September 2020 desa yang menyalurkan BLT-DD di tahap enam sudah ada 14 desa. "14 desa ini, sembilan di Tanah Laut, satu di Tabalong dan empat di Tanah Bumbu," ungkapnya.

Pria yang akrab disapa Zul ini berharap, desa-desa di Kalsel dapat segera merealisasikan penyaluran BLT-DD di tahap enam. Agar perekonomian di desanya terus berputar.

Sementara di nasional, Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) mencatat sejauh ini realisasi penyaluran BLT-DD mencapai Rp15,4 triliun. Bantuan sosial (bansos) itu telah dikantongi 8 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM).

Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Abdul Halim Iskandar mengatakan mayoritas atau 88 persen penerima BLT-DD adalah petani dan buruh tani. Kemudian, 4 persen penerima adalah nelayan dan buruh nelayan, 2 persen adalah buruh pabrik, 1 persen guru, dan 5 persen pedagang Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).

"Gambaran sebaran sasaran BLT dana desa yang basisnya jelas petani dan buruh tani. Serta nelayan dan buruh nelayan," ucap Abdul dalam konferensi pers usai rapat terbatas secara virtual, Kamis (24/9).

Selain itu, sebanyak 2,47 juta penerima adalah perempuan kepala keluarga yang seharusnya mendapatkan bantuan tapi belum terdata. Mereka baru terdeteksi dan diberikan bantuan lewat BLT Dana Desa.

Menurut Abdul, masih ada sisa dana sebesar Rp52 triliun di rekening desa. Dari total dana itu, mereka akan menggunakan Rp13,06 triliun untuk melanjutkan program BLT Dana Desa hingga Desember 2020.

Kemudian, sisanya sebesar Rp30,79 triliun akan digunakan untuk program padat karya. Dengan dana tersebut, Abdul optimistis bisa menyerap tenaga kerja sebanyak 7,05 juta.

"Ini akan digunakan untuk padat karya desa dengan syarat upah kerja harus di atas 50 persen," katanya.

Dengan syarat itu, Abdul menyatakan program padat karya tunai untuk Oktober, November, dan Desember 2020 akan fokus pada proyek yang tidak membutuhkan bahan-bahan yang mahal. Dengan begitu, sebagian besar dana bisa dialokasikan untuk membayar upah.

"Ini supaya penyerapan tenaga kerja banyak, dana yang beredar di masyarakat banyak sehingga menaikkan daya beli warga," jelasnya. (ris/ran/ema)


BACA JUGA

Minggu, 17 Oktober 2021 08:01

Dongkrak Literasi Perbankan Syariah, Perkuat Sinergi dan Kolaborasi Bersama Awak Media

BANJARBARU - PT Bank Syariah Indonesia Regional Banjarmasin, Rabu (13/10)…

Sabtu, 16 Oktober 2021 06:54

Kominfo Dorong Peralihan ke TV Digital di Provinsi Bali

BALI - Kementerian Komunikasi dan Informatika menggelar koordinasi dengan Dinas…

Jumat, 15 Oktober 2021 07:19

Jasa Kontruksi juga Dapat Insentif PPh Final

BANJARBARU - Salah satu insentif pajak yang diberikan oleh pemerintah…

Jumat, 15 Oktober 2021 07:18

OJK Dorong Bank Kalsel Percepat Isi Kekosongan Dirut

BANJARMASIN - Posisi Direktur Utama Bank Kalsel masih kosong sejak…

Jumat, 15 Oktober 2021 07:16

Pimcab BNI Banjarmasin Pamitan

BANJARBARU - Pimpinan Cabang BNI Banjarmasin Jodhy Aditya Wardhana, Kamis…

Kamis, 14 Oktober 2021 15:08

PT Galuh Cempaka Perluas Lokasi Tambang

BANJARBARU - Semenjak sahamnya diambilalih PT Pribumi Citra Megah Utama…

Kamis, 14 Oktober 2021 14:37

Tanah Laut Terima Rp 27,6 Miliar Bagi Hasil Pajak

PELAIHARI - Pemerintah Kabupaten Tanah Laut (Pemkab Tala) menerima dana…

Selasa, 12 Oktober 2021 15:03

Warga Banua Mulai Ramai ke Bali, Wisata Kembali Berdaya

BANJARBARU - Sempat sepi karena tingginya kasus virus corona di…

Senin, 11 Oktober 2021 06:33

Ada Simulcast, Bisa Coba Siaran TV Digital

JAKARTA - Peralihan siaran TV Analog ke siaran TV Digital…

Senin, 11 Oktober 2021 05:41

Umrah Dibuka Kembali,Travel Berharap Syarat Tak Memberatkan

BANJARMASIN – Wajah Rohana terlihat berseri. Dia sudah tak sabar…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers