MANAGED BY:
RABU
21 OKTOBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

FEATURE

Sabtu, 10 Oktober 2020 09:14
Petik, Bayar, Silakan Bawa Pulang

Berkebun Sayuran Hidroponik Selama Pandemi Covid-19 di Amuntai

PELUANG BISNIS: Deny Perdana berkebun sayuran hidroponik untuk mengisi waktu WFH, dan ternyata berhasil menambah pendapatan keluarga. | Foto: Muhammad Akbar Radar Banjarmasin

PROKAL.CO,

Lahan tak perlu luas. Sistem hidroponik bisa jadi pilihan warga Amuntai berkebun sayur. Dikonsumsi sendiri. Bahkan bisa dijual untuk menambah pendapatan keluarga.

-- Oleh: Muhammad Akbar, Amuntai --

Work From Home (bekerja dari rumah) banyak dilakoni pekerja di tengah pandemi Covid-19 seperti saat ini. Salah satu cara mengisi kebosanan selama WFH, beberapa warga di Kota Amuntai, Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) aktif bercocok tanam dengan sistem hidroponik. Contohnya dilakoni Deny Perdana warga Jalan Saberan Effendi, Kelurahan Sungai Malang yang memanfaatkan waktu berkumpul bersama keluarga dengan menanam sayuran.

Tokoh pemuda di HSU ini memilih memanfaatkan tanah sisa di samping dan belakang rumahnya untuk area bercocok tanam modern sistem hidroponik. Dengan media rangka baja ringan dan sistem air pompa yang baik tumbuh subur sayur hijau seperti selada air, brokoli dan pakcoy. "Niat awal untuk memenuhi kebutuhan sayur rumah saja. Keterusan, dan akhirnya bisa dijual ke warga yang ingin merasakan sayur fresh. Petik, bayar, dan bawa pulang," ungkap pengusaha muda ini, Kamis (8/10) tadi.

Harga selada dan pakcoy dikalikan Rp 1.500 atau lebih setiap 25 gram. Tergantung kondisi dan stok. Kalau brokoli lebih mahal lagi. "Jadi harga relatif saja. Yang beli bisa dari kalangan teman, tetangga dan pendistribusi sayuran lokal. Ini iseng selama pandemi yang jadi berkah," kata ayah tiga orang anak tersebut.

Menurut Deny, berkebun sayuran hidroponik secara tidak langsung mendukung program pemerintah dalam ketahanan pangan saat pandemi. Hanya hitungan bulan usaha Hidro Far Amuntai dari Deny ini terus berkembang. Termasuk melayani pembuatan media tanam hidroponik, dan menjual bibit tanaman sayur impor yang berkualitas. "Jadi karena semakin baik, Alhamdulillah. Selain selada dan pakcoy, mulai menanam brokoli, kangkung dan tomat," ungkapnya yang menemukan peluang bisnis ini di tengah pandemi Covid-19.(dye/ema)

loading...

BACA JUGA

Rabu, 21 Oktober 2020 13:44

Aroma Kertas Takkan Tergantikan, Inspirasi dari Pedagang Buku Bekas di Banjarmasin

Penggemar buku? Tak ada salahnya menengok Toko Boekoe Djadoel. Siapa…

Rabu, 21 Oktober 2020 13:40

Omset Merosot Tajam, Berharap Pelanggan Tetap: Kisah Penjual Kaset Cakram di Tengah Cengkraman Era Digital

Kaset jenis kepingan CD atau DVD sempat berjaya dimasanya. Pedagangnya…

Sabtu, 17 Oktober 2020 12:08

Dituntut 5 Tahun, Pengacara Despi Bakal Lapor ke Komisi Kejaksaan

Wajah pengacara Janif Zulfiqar mengeras. Ia seperti sedang gusar besar.…

Sabtu, 17 Oktober 2020 10:34

Kelelahan, Menangis dan Pulang; Ini yang Tersisa dari Aksi Omnibus Law Jilid II

Tepat jam 12 malam, setelah bolak-balik bernegosiasi dengan aparat, mahasiswa…

Jumat, 16 Oktober 2020 14:50

Kala Empat Pemuda Turun Gunung Menyusuri Sungai Tapin: Temukan Tiga Penyebab Kondisi Sungai Tercemar

Tidak mudah susur sungai dari Desa Pipitak Jaya Kecamatan Piani…

Kamis, 15 Oktober 2020 12:52

Melihat Fasilitas Penanganan Pasien Corona di RSUD Stagen: Pasien Jadi Tukang, Pejabat PUPR Diminta Mundur

Mendengar banyak keluhan mengenai fasilitas RSUD Stagen Kotabaru, DPRD setempat…

Rabu, 14 Oktober 2020 12:54

9 Jam Mandi Keringat, Kerasnya Hidup di Balik Kostum Badut Jalanan

Dengan mengenakan kostum badut, Wahyu tampak melambaikan tangannya, berharap mendapatkan…

Senin, 12 Oktober 2020 12:00

Kisah Penghuni Rumah Lanting: Gelombang Besar adalah Musuh Bersama

Warga bantaran sungai berteriak. Ketika melihat rumah lanting berkelir biru…

Sabtu, 10 Oktober 2020 09:14

Petik, Bayar, Silakan Bawa Pulang

Lahan tak perlu luas. Sistem hidroponik bisa jadi pilihan warga…

Kamis, 08 Oktober 2020 18:10

Tambah Sepi saat Pandemi, Tapi Masih Ada PSK di Pembatuan

Empat tahun sudah eks Lokalisasi Pembatuan ditutup Pemko Banjarbaru. Kini…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers