MANAGED BY:
KAMIS
09 DESEMBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

FEATURE

Rabu, 14 Oktober 2020 12:54
9 Jam Mandi Keringat, Kerasnya Hidup di Balik Kostum Badut Jalanan
PANAS, MAS: Wahyu (kanan) dan Triyono (kiri) di tempat mereka mencari rezeki di Jalan A Yani Km 37, Banjarbaru, kemarin. | FOTO: SUTRISNO/RADAR BANJARMASIN

Dengan mengenakan kostum badut, Wahyu tampak melambaikan tangannya, berharap mendapatkan uang dari para pengendara yang melintas. Pria 35 tahun ini tidak sendiri, di Jalan A Yani Km 37, Kota Banjarbaru itu ada sekitar lima badut karakter yang mangkal. Bagaimanakah kehidupan mereka di tengah ancaman pandemi Covid-19 saat ini?

-- Oleh: SUTRISNO, Banjarbaru --

Kemarin (13/10) siang, udara Banjarbaru terasa panas. 33 derajat celcius jika ditilik di layar handphone. Radar Banjarmasin menemui para badut yang mangkal di sepanjang jalan di depan Q Mall Banjarbaru ika itu. Walaupun hari cukup panas, mereka terlihat tetap bersemangat menyapa para pengendara yang melintas.

Sesekali ada yang membuka kepala kostum badutnya untuk menyeka keringat yang sudah memenuhi wajahnya. Beberapa juga memilih berdiri di bawah pohon untuk menghindari sinar matahari.

Wahyu, salah seorang badut karakter mengatakan, panas dan hujan tidak menjadi kendala bagi mereka untuk mencari rezeki. "Kalau takut panas dan hujan, keluarga mau makan apa?" katanya kepada wartawan koran ini.

Panasnya cuaca kata Wahyu, membuat keringatnya terus mengalir hingga membuat bajunya di dalam kostum badut karakter Ipin: salah satu tokoh animasi anak-anak, yang dipakainya basah semua. "Kalau tidak tahan dengan panas matahari, kami biasanya memanfaatkan pohon untuk bernaung," bebernya.

Namun, dia mengungkapkan, semenjak virus corona mewabah pendapatannya jauh menurun. "Dulu sebelum pandemi bisa dapat uang Rp80 ribu sehari. Sekarang paling Rp40 ribu. Bahkan bisa tidak dapat uang sama sekali," ungkapnya.

Pendapatannya itupun tidak sepenuhnya untuk dirinya, warga Desa Tangkas, Kecamatan Martapura Barat, Kabupaten Banjar ini harus menyisihkan 30 persen untuk membayar sewa kostum badut. "Kalau dapat Rp40 ribu, berarti Rp10 ribu untuk pemilik kostum," ujar Wahyu.

Meski pendapatannya semakin sedikit, dia mengaku tetap bersyukur. "Bisa saja dicukup-cukupkan untuk keperluan keluarga, walaupun tidak sebanding dengan lamanya mangkal di jalan," katanya.

Bapak dua anak ini mengaku mangkal sembilan jam saban hari. Dari pukul 9 pagi sampai 6 sore. Selama itu, Wahyu tidak melepas kostum badutnya. "Paling melepas kepalanya saja, kalau mau minum atau makan," ujarnya.

Supaya tahan berjam-jam mengenakan kostum badut, Wahyu menyampaikan, biasanya dirinya menghindari sinar matahari. "Saya usahakan mangkal di tempat yang teduh," ucapnya.

Hal senada diutarakan Triyono, 45, badut karakter lainnya yang mangkal di sana. Dirinya biasanya mangkal di samping tugu perbatasan antara Martapura dan Banjarbaru, supaya tidak terpapar sinar matahari. "Tidak sanggup kalau terlalu lama berpanas-panasan," katanya.

Terkait pendapatannya, tidak jauh berbeda dengan Wahyu. Semenjak pandemi datang, Triyono mengaku kesulitan mencari penghasilan. "Tidak banyak yang ngasih uang. Bahkan, ada yang cuma memberi 200 rupiah," paparnya.

Namun, warga Sekumpul, Martapura ini mengaku tidak dapat meninggalkan pekerjaannya sebagai badut. Sebab, tidak ada usaha lain yang bisa dilakukannya. "Dulu pernah berjualan pentol, tapi malah merugi. Tidak balik modal," ucapnya.

Dia berharap ada perhatian dari pemerintah untuk para badut karakter. Karena, minimnya pendapatan membuat mereka kesulitan menghidupi keluarga. "Apalagi dua anak saya masih sekolah. Saya harus membeli paket internet untuk mereka sekolah online," pungkas bapak empat anak ini. (ris/ran/ema)


BACA JUGA

Sabtu, 04 Desember 2021 07:44

Pohon Natal dari 5.000 Botol Plastik Bekas

Kreasi unik ini dipajang di lobi Galaxy Hotel sejak kemarin…

Rabu, 01 Desember 2021 07:09

Nekat Merantau ke Pemalang, Sukses Cetak Sejarah

  Keterbatasan fisik bukan alasan bagi Sabran (44) untuk berhenti…

Rabu, 01 Desember 2021 07:06

Modal Awal 30 Juta, Untung Ratusan Juta Sebulan

Menjadi anggota TNI bukan melulu soal senjata. Babinsa Koramil -05/Karang…

Sabtu, 20 November 2021 16:37

Dijuluki Monster dari Cemara, Tangkapan Terbesar Tim Animal Rescue BPBD

Ini tangkapan besar yang bakal membuat semua pawang ular level…

Kamis, 18 November 2021 09:31

Tak Ada Perhatian, Pemda Berdalih Refocusing Anggaran

Salasiah (66) warga Desa Masiraan RT 2, Kecamatan Pandawan, Hulu…

Rabu, 17 November 2021 15:23

Lobi-Lobi di Atas Panggung

Akhir pekan tadi, Kadispersip Kalsel Nurliani mengirim undangan ke penulis,…

Rabu, 17 November 2021 14:57

Berbincang dengan Pengusaha Mini Trail di Siring

Sejak SMP, Fahrul sudah menggandrungi segala yang berbau otomotif. Ketika…

Selasa, 16 November 2021 08:56

ULM Laksanakan Pengabdian pada Masyarakat di Kalteng

Akar bajakah saat ini mampu menjadi peluang usaha yang menjanjikan.…

Senin, 15 November 2021 21:22

Asa Pedagang Taman 10 K Pertamina Tanjung Melawan Pandemi

Pandemi memukul hampir setiap sendi kehidupan, tapi tetap ada asa…

Senin, 15 November 2021 14:06

Bangun Jejaring dan Belajar Bahasa Asing

Baru 25 tahun, Kesuma Anugerah Yanti sudah beberapa kali mengikuti…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers