MANAGED BY:
SELASA
20 OKTOBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

BANUA

Sabtu, 17 Oktober 2020 12:12
32.305 Warga Desa Kehilangan Mata Pencaharian
PERHATIKAN PETANI DESA: Anggota Serikat Petani Indonesia (SPI) berunjukrasa di bundaran Simpang Empat Banjarbaru, kemarin. Aksi ini merupakan bentuk penolakan UU Cipta Kerja memanfaatkan momentum Hari Pangan Sedunia 2020.| Foto: Muhammad Rifani/RADAR BANJARMASIN

Dijelaskannya, warga di desa yang kehilangan mata pencaharian sebagian besar pedagang. Selama pagebluk ini mereka berhenti berjualan lantaran dagangannya tidak laku. "Dari informasi yang kami terima, ternyata di desa sebagian masyarakat yang memiliki tabungan masih enggan banyak berbelanja. Akibatnya produk warga tidak laku," jelasnya.

Dia menduga, masyarakat enggan berbelanja karena menghindari keluar rumah atau ke pasar lantaran takut tertular Covid-19. "Atau mungkin ada juga yang belum mau banyak mengeluarkan uang, karena untuk jaga-jaga. Kita 'kan belum tahu pandemi ini sampai kapan," paparnya.

Lalu apa yang dilakukan pemerintah untuk membantu warga desa yang kehilangan mata pencaharian? Zulkipli menyampaikan, masyarakat yang tidak punya pekerjaan sudah dimasukkan dalam kelompok penerima bantuan langsung tunai (BLT) dari dana desa (DD). "Selama Covid-19 ini mereka tidak punya pendapatan, jadi perlu bantuan. Maka dari itu masuk dalam daftar penerima BLT-DD," ucapnya.

BLT-DD sendiri merupakan bantuan dari pemerintah yang dialokasikan dari dana desa, untuk diberikan ke masyarakat desa yang tidak mampu dan terdampak pandemi Covid-19. "Total penerima BLT-DD di Kalsel ada 153.219 kepala keluarga," beber Zulkipli.

Dia menambahkan, BLT-DD sudah disalurkan selama enam tahapan sejak April 2020. Pada tiga tahap pertama, setiap kepala keluarga menerima Rp600 ribu perbulan. Setelah itu di tahap selanjutnya, Rp300 ribu. "Sekarang sedang pencairan tahap enam," tambahnya.

Berdasarkan data mereka per 5 Oktober 2020, BLT-DD yang sudah tersalurkan sekitar Rp300 miliar. Dari pagu Rp413 miliar. "BLT ini diambil dari dana desa. Sementara pagu dana desa ada tahun ini Rp1,5 triliun," ujar Zulkipli.

Halaman:

BACA JUGA

Selasa, 20 Oktober 2020 15:48
Pemkab Balangan

Bank Kalsel Dukung Merger BPR Balangan-HST

PARINGIN - Merger PT. BPR Sanggam Cipta Sejahtera dan PT.…

Selasa, 20 Oktober 2020 15:33

Siap Jalankan UU Ciptaker, Begini Alasan Pj Sekda Kalsel...

BANJARBARU - Pemerintah mengklaim Undang-Undang (UU) Omnibus Law Cipta Kerja…

Selasa, 20 Oktober 2020 14:59

Kalsel Cuma Targetkan Peringkat Enam di LKS SMK Tingkat Nasional

BANJARBARU - Lomba Kompetensi Siswa (LKS) SMK tingkat Nasional ke-27,…

Selasa, 20 Oktober 2020 14:57

Mahasiswa Demo akan Dilacak

BANJARMASIN – Angka kasus Covid-19 di Kalsel diklaim terus mengalami…

Selasa, 20 Oktober 2020 14:56

Simpul Terakhir Jalan Bebas Hambatan Kab Banjar-Tanbu: Fondasi Jembatan Aranio Mulai Berdiri

BANJARMASIN – Fondasi tiang jembatan Aranio mulai berdiri. Dikerjakan sejak…

Selasa, 20 Oktober 2020 14:53

12 Pakar Siapkan Debat Kandidat Pilgub Kalsel

BANJARMASIN – Para kandidat Pilgub Kalsel 2020 silakan buka-buka lagi…

Selasa, 20 Oktober 2020 14:51

Debat Perdana, HST Jadi yang Pertama

BARABAI- Debat terbuka para calon kepala daerah menjadi momen yang…

Selasa, 20 Oktober 2020 14:47

Hasil Pemeriksaan Dugaan Pelanggaran Pilkada di Kotabaru: Dua Dihentikan, Satu Lanjut

KOTABARU - Bawaslu menghentikan dua kasus laporan pelanggaran Pilkada Kotabaru…

Selasa, 20 Oktober 2020 14:46

Ada Dugaan ASN Tanbu yang Tak Netral, Bawaslu Mulai Menelusuri

BATULICIN – Kasus keterlibatan aparat sipil negara (ASN) dalam kancah…

Selasa, 20 Oktober 2020 14:07

Pilkada Digelar, Bioskop pun Sudah Boleh Dibuka, Sekolah Kapan? Ini Kata Disdik...

BANJARMASIN - Selama pandemi, nasib pendidikan tampaknya tak semujur dunia…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers