MANAGED BY:
SABTU
27 FEBRUARI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

BANUA

Selasa, 20 Oktober 2020 14:57
Mahasiswa Demo akan Dilacak
PERLAWANAN: Mahasiswa memenuhi Jalan Lambung Mangkurat dalam aksi menolak Omnibus Law jilid II, Kamis (15/10) lalu. | FOTO: WAHYU RAMADHAN/RADAR BANJARMASIN

PROKAL.CO,

BANJARMASIN – Angka kasus Covid-19 di Kalsel diklaim terus mengalami penurunan. Capaian ini sesuai prediksi Gugus Tugas Covid-19 Kalsel sebelumnya, yakni kasus turun pada bulan Oktober seiring masifnya penanganan sebelumnya. 

Meski demikian, Gugus Tugas Covid-19 Kalsel mewanti-wanti agar warga tak terlena. Pasalnya, sedikit saja menghiraukan protokol kesehatan, angka kasus bisa melonjak. “Harus tetap disiplin, gelombang penularan selanjutnya bisa saja terjadi,” sebut Juru Bicara Gugus Tugas Covid-19 Kalsel, Muslim.

Pria yang juga menjabat sebagai Kepala Dinas Kesehatan Kalsel itu juga menyebut, saat ini belum bisa disebut gelombang pertama penularan Covid-19 di Kalsel tuntas. Pasalnya, meski trennya menurun, namun kasus aktif masih cukup tinggi. “Ini masih gelombang pertama, hanya kasusnya saja sudah mulai mengalami penurunan yang signifikan,” sebutnya.

Penurunan kasus di Kalsel saat ini tambahnya, dampak dari masifnya upaya promotif dan preventif yang gencar dilakukan sebelumnya. Pelaksanaan giat operasi protokol kesehatan yang gencar dilakukan oleh aparat gabungan sebut Muslim, adalah faktor utama menurunnya kasus corona di Kalsel.

Muslim mengakui, saat ini kesadaran masyarakat untuk memakai masker sudah sangat disiplin. Akan tetapi, untuk protokol kesehatan lain, seperti kerumunan sebutnya masih terjadi. Terlebih, even Pilkada yang saat ini tengah berlangsung. “Kekhawatiran kami penularan akan kembali tinggi akan terjadi saat tak diterapkannya protokol kesehatan secara ketat saat tahapan Pilkada,” imbuhnya.

Sementara itu, pihaknya belum menerima hasil kajian dari pakar gugus tugas prediksi gelombang kedua penularan kasus Covid-19 di Kalsel. “Kami masih menunggu laporannya. Memang ada kajian analisa gelombang penularan kembali,” terang Muslim.

Halaman:

BACA JUGA

Sabtu, 27 Februari 2021 20:54

Setop Euforia, Saatnya Bekerja

BANJARMASIN - Lima kepala daerah baru dituntut untuk langsung bekerja.…

Sabtu, 27 Februari 2021 20:53

Klarifikasi Tuduhan Pihak Denny Indrayana, KPU Kalsel Panggil Azis

BANJARMASIN - KPU Kalsel memanggil Komisioner KPU Banjar Abdul Muthalib,…

Sabtu, 27 Februari 2021 20:44

Cuti Bersama Cuma Dua Hari

BANJARBARU - Pemerintah pusat memutuskan untuk memangkas jumlah cuti bersama…

Sabtu, 27 Februari 2021 20:43

Disdik Kalsel Belum Ambil Keputusan Terkait Wacana Belajar Tatap Muka

BANJARBARU - Pemerintah pusat melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud)…

Sabtu, 27 Februari 2021 20:41

Bakal Percepat Program Vaksinasi

BANJARMASIN - Vaksin Covid-19 jenis Sinovac untuk vaksinasi tahap dua…

Sabtu, 27 Februari 2021 20:32

Utang Moral Kepada Publik, Satgas Normalisasi Sungai Belum Bubar

BANJARMASIN - Status tanggap darurat banjir di Banjarmasin resmi berakhir…

Sabtu, 27 Februari 2021 05:53

100 Hari Fokus Evaluasi Pandemi, Banjir dan Polemik Pasar

BANJARBARU - Tepat tanggal 26 Februari 2021, Aditya Mufti Ariffin…

Sabtu, 27 Februari 2021 05:51
Pemkab Tanah Laut

Sukamta Resmikan Pabrik KSM

BATU AMPAR - Pabrik Koperasi Sawit Makmur (KSM) PT Batu…

Sabtu, 27 Februari 2021 05:51
Pemkab Tanah Laut

Kejari Sapa Siswa SMP di Pelaihari

PELAIHARI - Kejaksaan Negeri Tanah Laut laksanakan kegiatan Jaksa Masuk…

Sabtu, 27 Februari 2021 05:49
Pemkab Tanah Laut

Bupati Membuka MTQ ke 43

TAKISUNG - Bupati Tanah Laut Drs H M Sukamta membuka…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers