MANAGED BY:
MINGGU
19 SEPTEMBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

BANUA

Jumat, 23 Oktober 2020 14:32
Sampai Kapan Ngantor Gantian?
Foto ilustrasi

BANJARBARU - Meski normal baru sudah lama diterapkan, tapi rutinitas kerja pegawai pemprov sepertinya masih belum normal. Pemprov Kalsel berdalih tidak ingin mengambil risiko dalam menerapkan protokol kesehatan Covid-19 di lingkup perkantoran. Padahal Banua sudah keluar dari zona merah.

Saat ini jumlah maksimum pegawai yang melaksanakan tugas di kantor tetap dibatasi 50 persen dari jumlah pegawai yang ada. Dengan membuat jadwal kerja bergiliran: sehari bekerja di rumah (work from home) dan sehari bekerja di kantor (work from office)

Dengan adanya kebijakan tersebut, maka kantor-kantor SKPD lingkup Pemprov Kalsel bisa memberlakukan jaga jarak untuk meminimalisir penularan virus corona. Karena, pegawai tidak ngantor secara bersamaan.

Penjabat Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Kalsel Roy Rizali Anwar mengatakan, protokol kesehatan di perkantoran masih perlu diperketat karena hingga kini virus corona masih ada.

"Masih ada (masuk kerja secara gantian). Kemudian disiplin protokol kesehatan juga masih dilakukan," katanya kepada Radar Banjarmasin, kemarin.

Dia mengungkapkan, saat ini Pemprov Kalsel tengah mengevaluasi perkembangan Covid-19. Kalau memang masih berisiko, maka masuk kantor secara bergantian bagi pegawai harus tetap dilakukan.

Sementara itu, salah satu SKPD yang menerapkan ngantor secara bergantian ialah Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura (TPH) Kalsel. "Kami menerapkan masuk kantor bergantian. Yakni, 50 persen masuk hari ini dan 50 persen di rumah. Besok, yang hari ini di rumah dapat giliran ngantor," kata Kepala Dinas TPH Kalsel, Syamsir Rahman.

Dia mengungkapkan, kebijakan masuk kantor secara bergantian merupakan arahan dari surat edaran Gubernur Kalsel. "Dengan begitu, kita bisa menjaga jarak tempat duduk," ungkapnya.

Di samping itu, Syamsir menyampaikan, pihaknya juga mewajibkan karyawan atau tamu yang ingin memasuki area kantor untuk mengecek suhu tubuh terlebih dahulu. "Sekuriti kami lengkapi dengan alat thermo gun. Jadi, semua orang yang mau masuk dicek," ucapnya.

Lanjutnya, mereka juga setiap pekan melakukan pengecekan kadar oksigen seluruh pegawai di Dinas TPH Kalsel. "Karena berkurangnya kadar oksigen dalam tubuh juga menjadi salah satu gejala terinfeksi Covid-19," ujarnya.

Syamsir menuturkan, jika ada pegawai yang memiliki kadar oksigen di bawah rata-rata, maka akan segera dilakukan rapid test. "Tapi, Alhamdulillah, sampai saat ini belum ada ditemukan pegawai yang reaktif," ucapnya.

Sementara itu, Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kalsel, Sulkan, menuturkan, pegawai lingkup Pemprov Kalsel saat ini bekerja sesuai dengan Surat Edaran Gubernur Kalsel Nomor: 065/00733/ORG Tahun 2020. "Surat edaran sebagai pedoman para pegawai," tuturnya.

Dia menyebut, SE Gubernur Kalsel juga menjadi pedoman bagi Kepala Perangkat Daerah dan ASN dalam penyelenggaraan pemerintahan dan pelayanan publik pasca Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) untuk beradaptasi menuju penerapan tatanan normal baru.

"SE ini memuat sistem kerja transisi menuju tatanan normal baru bagi ASN dan tenaga kontrak dalam penyelenggaraan pemerintahan dan pelayanan publik," sebutnya.

Dalam SE sendiri berisi beberapa pengaturan sistem kerja di lingkungan Pemprov Kalsel. Di antaranya, Kepala Perangkat Daerah diminta mengatur jumlah maksimum pegawai yang melaksanakan tugas di kantor.

Sedangkan, bagi PNS atau tenaga kontrak yang sakit. Seperti demam tinggi lebih dari atau sama dengan 37,5 derajat celsius, flu, hamil, memiliki penyakit penyerta (comorbid). Atau memiliki riwayat interaksi dengan orang yang terkonfirmasi positif Covid-19, tetap melaksanakan tugas di rumah (work frome home). (ris/ema)


BACA JUGA

Sabtu, 18 September 2021 18:56

Abdul Karim Resmi Dipecat dari KPU Banjar

BANJARMASIN - Abdul Karim Omar resmi dipecat sebagai Komisioner KPU…

Sabtu, 18 September 2021 18:49

Ratusan Sopir Bus Divaksin

BANJARBARU - Vaksinasi di Kalimantan Selatan mulai menyasar ke sejumlah…

Sabtu, 18 September 2021 18:12
Pemkab Tanah Bumbu

Penyegaran Kembali Dilakukan

BATULICIN – Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu kembali melakukan penyegaran di…

Sabtu, 18 September 2021 17:48
Pemkab Tanah Bumbu

Posyandu Widuri Dinilai

BATULICIN – Posyandu Widuri Desa Ringkit, Kecamatan Kuranji, mewakili Kabupaten…

Sabtu, 18 September 2021 09:45
Pemkab Tanah Laut

3000 Vaksin Untuk Ponpes dan Madrasah Di Tanah Laut

PELAIHARI - Dalam rangka mendukung program pemerintah untuk mencapai herd…

Sabtu, 18 September 2021 09:40
Pemkab Tanah Laut

PKM Bumi Makmur Akan Menjadi PKM Rawat Inap

PELAIHARI - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tanah Laut sedang menyusun perencanaan…

Sabtu, 18 September 2021 09:38
Pemkab Tanah Laut

Tim Wastib Beraksi Lagi

PELAIHARI – Sempat berjalan lancar, keluhan akan kelangkaan Liquid Petroleum…

Jumat, 17 September 2021 18:43

Mesti Rampung Tahun ini, Jalan Mesjid Jami Bakal Dilebarkan Sampai 12 Meter

BANJARMASIN – Proyek pelebaran jalan di kawasan Masjid Jami Sungai…

Jumat, 17 September 2021 18:30

Banjarmasin Seleksi 1.516 Calon Guru PPPK, Jangan Tunggu Kesempatan Ketiga

BANJARMASIN – Sebanyak 1.851 calon Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja…

Jumat, 17 September 2021 15:39

Yatim karena Covid-19 dapat Bantuan, Langsung dari Menteri Risma

BANJARMASIN – Anak-anak di Banjarmasin yang menjadi yatim setelah ditinggal…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers