MANAGED BY:
SABTU
28 NOVEMBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

FEATURE

Sabtu, 24 Oktober 2020 09:03
Perjuangan KWT Rejeki Kartini Melawan Pandemi Corona: Dulu Andalkan Tengkulak, Kini Pembeli Datang Sendiri
PRODUK ANDALAN: Perwakilan KWT Rejeki Kartini Banjarbaru bersama perwakilan Pemkot Banjarbaru menunjukkan hasil olahan minuman serbuk berbahan dasar jahe merah, beberapa waktu lalu. Usaha tani mereka semakin meningkat berkat pendampingan dari PT Pertamina.

PROKAL.CO,

Pandemi Corona memang belum menunjukkan tanda-tanda mereda. Alhasil, banyak sektor usaha yang berjatuhan dan menuju kebangkrutan. Namun, seolah tak mau pasrah dengan keadaan, ada kelompok tani wanita di Kota Banjarbaru yang kukuh berjuang dan sukses bertahan di masa sulit ini. 

-- Oleh: Fauzan Ridhani, Banjarmasin --

Berdiri sejak 2017 silam, Kelompok Wanita Tani (KWT) Rejeki Kartini memang sudah memperlihatkan kegigihannya dalam bercocok tanam. Mereka menyadari, aktivitas ini kelak bakal membuahkan hasil yang sepadan dan bisa mengangkat ekonomi mereka. Ada 18 wanita yang tergabung dalam KWT Rejeki Kartini. Mereka merupakan ibu rumah tangga yang terkadang menyambi sebagai petani penggarap lahan milik sendiri, mengambil upah bercocok tanam di lahan milik orang lain.

Sri Samini, Ketua KWT Rejeki Kartini menceritakan betapa sulitnya mencari mata pencaharian lewat bertani. “Pekerjaan menjadi petani itu tidak gampang, harus banting tulang dan bekerja keras. Apalagi, kami hanya petani kecil, yang sudah pasti kalah dengan petani lain yang punya lahan lebih luas dan sudah memiliki pembeli sendiri,” sebut Sri kepada Radar Banjarmasin, Rabu (21/10).

Diceritakan Sri, hasil tak menentu dan belum tentu laku semua. Tanaman yang kami tanam adalah sayuran seperti tomat, terong, ketimun, dan cabai. “Ketika panen, kami hanya mengandalkan tengkulak yang membeli hasil panen kami dengan harga murah. Sementara, yang belum laku kami bagikan untuk di bawa pulang ke rumah, bahkan sebagian ada yang kami berikan gratis kepada warga yang kurang mampu,” sebut wanita yang berdomisili di kawasan Landasan Ulin, Kota Banjarbaru itu.

Walaupun hasil tak sesuai yang diharapkan, Sri dan rekan-rekannya tetap berjuang di jalur tani. Beruntung, mereka kemudian dibantu dengan program pemberdayaan masyarakat atau Coorporate Social Responsibility (CSR) dari PT Pertamina. “Oleh Pertamina, kami diajarkan cara bertani yang lebih efektif dan efisien. Kemudian, juga diajarkan menanam jenis tanaman lain seperti jahe merah dan hidroponik atau menanam tanpa media tanah,” paparnya.

Halaman:
loading...

BACA JUGA

Rabu, 25 November 2020 11:56

Persembahan untuk Maestro, dari Pameran Membaca Misbach Tamrin

Dalam pameran bertajuk Membaca Misbach, dipajang 23 lukisan di Sanggar…

Sabtu, 21 November 2020 10:17

Pembaca Kartu Tarot di Banjarmasin: Hapus Stigma Negatif, Kerap Dicap Dukun

Membaca diri melalui kartu tarot tak ubahnya seperti sesi curhat.…

Sabtu, 21 November 2020 10:08

Sibuk Berkampanye, Ketemu Wakil Hanya Saat Debat

Pasangan Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Banjarmasin Hj…

Kamis, 19 November 2020 15:04

Terkulai Setelah Sumpitan Kedua, Monyet Liar ini Dievakuasi dari Pemukiman

Ketika jarum bius pertama mengenai pahanya, si monyet liar hanya…

Selasa, 17 November 2020 11:05

Hari Pertama Simulasi Pembukaan SMP: Antara Senang dan Khawatir

Tak ada tanda silang di bangku siswa, thermo gun telat…

Senin, 16 November 2020 11:17

Viral Dulu, Maaf Kemudian: Perayaan Hari Kesehatan Nasional yang Kebablasan

Puncak perayaan Hari Kesehatan Nasional menuai protes warganet. Kepala Dinas…

Jumat, 13 November 2020 11:41

Bernilai Ekonomis dan Ada Hal Mistis, Melihat Koleksi Bambu Unik Warga Desa Antasari

Bambu bisa digunakan untuk berbagai keperluan. Mulai dari membuat rangka…

Kamis, 12 November 2020 11:05

Kepala Badut Dipinjam Ngelem, Fenomena Badut Jalanan di Banjarmasin

Badut jalanan semakin marak di jalan-jalan kota. Memprihatinkan karena ada…

Rabu, 11 November 2020 10:58

Robot Antasari, Si Robot Perawat Pasien Covid Buatan Anak Banua

Pangeran Antasari berjuang melawan penjajah Belanda. Robot Antasari berjuang melawan…

Selasa, 10 November 2020 11:07

Sampai Tidur di Poskamling, 19 Hari Setelah Kebakaran Pulau Bromo

Dua pekan setelah kebakaran besar itu, korban kebakaran di Pulau…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers