MANAGED BY:
SELASA
22 JUNI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE
Sabtu, 31 Oktober 2020 07:01
Pandemi dan Ketahanan Ekonomi Indonesia
Penulis: Haris Zaky Mubarak, MA

PROKAL.CO,

Menghadapi resesi ekonomi akibat pandemi Covid-19, Indonesia telah melaksanakan berbagai pemulihan ekonomi nasional (PEN) dengan agenda strategis, yaitu penguatan konsumsi, perlindungan masyarakat terdampak dan rentan akibat Covid-19. Secara serius pemerintah bahkan terus menerus melakukan langkah pencairan uang hingga mencapai Rp 241,06 triliun atau 34,7 persen dari total pagu anggaran negara, yakni sebesar Rp 695,2 triliun. Sayang besarnya stimulus ekonomi selama masa pandemi itu masih belum mampu memberikan hasil positif bagi penguatan ekonomi secara nasional.

=========================
Oleh: Haris Zaky Mubarak, MA
Sejarawan dan Direktur Jaringan Studi Indonesia
=========================

Berdasarkan data ekonomi terbaru, resesi ekonomi akan melanda Indonesia pada kuartal III tahun 2020. Data ini semakin mempertegas gambaran lesunya pertumbuhan ekonomi Indonesia sepanjang tahun 2020. Sebelumnya dalam data kuartal I tahun ini, ekonomi Indonesia tumbuh pada angka 2,97 persen dan terkontraksi minus pada angka 5,32 persen dalam kuartal II. Kementerian Keuangan Republik Indonesia (Kemenkeu RI) telah memproyeksikan laju pertumbuhan ekonomi nasional kuartal III berada pada kisaran minus 2,9 persen sampai minus 1,1 persen.

Tinjauan Sejarah

Membaca sejarah resesi ekonomi akibat dampak wabah pandemi yang terjadi pada masa dulu. Merebaknya wabah pandemi Hindia Belanda sejak abad ke-19 dengan ragam pandemi seperti wabah kolera yang merebak di Jawa pada 1821, wabah pes pada 1911 dan pandemi influenza atau Flu Spanyol pada 1918, ditemukan data kehadiran wabah pandemi dapat mengakibatkan adanya kerapuhan ekonomi secara sistematis. Sampai perkembangan tahun 1929 kondisi ekonomi Hindia Belanda mengalami resesi ekonomi yang sangat hebat.

Dalam catatan sejarah J.Van Gelderen, La Politique de Crise de Indies Nèerlandaises (Grotius, 1935) dijelaskan bagaimana setelah perang dunia pertama yang berlangsung dari 1914 sampai tahun 1918, hingga peristiwa merebaknya pandemi flu Spanyol pada 1918 telah membuat terjadinya perubahan ekonomi yang cepat di Hindia Belanda.

Halaman:

BACA JUGA

Sabtu, 19 Juni 2021 04:13

Teknologi Pasteurisasi dalam Proses Pengawetan Pangan

Teknik pengawetan makanan dengan pasteurisasi telah digunakan sejak tahun 1800-an.…

Kamis, 17 Juni 2021 13:00

Gila Bola

SELAMA sebulan penuh, penggemar sepak bola dimanja. Tengah malam begadang…

Senin, 14 Juni 2021 12:47

OTT Pelayanan Publik, Perlukah?

Ide Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo beberapa waktu lalu, mengenai…

Rabu, 09 Juni 2021 12:59

Permintaan Maaf yang Terlambat

APAKAH Anda sudah lelah dengan Pilgub Kalsel? Jika jawabannya iya,…

Sabtu, 05 Juni 2021 11:59

Profesionalitas Guru di Masa Pandemi

Guru adalah pendidik profesional dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing,…

Jumat, 04 Juni 2021 10:41

Menyambut Pembelajaran Tatap Muka

Pandemi Covid-19 telah mengubah praktik dan kebiasaan belajar. Bukan saja…

Kamis, 03 Juni 2021 07:04

Anang Abdul Hamidhan

DI KAMAR tidur, hanya ada satu pigura. Bukan ijazah sarjana…

Rabu, 02 Juni 2021 11:14

Ajari Anak dengan Hati

Anak stres? Orang tua pun stres? Sementara zona belajar tatap…

Rabu, 02 Juni 2021 11:10

Menilik Rekrutmen Guru PPPK

Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Tjahjo Kumolo mengatakan…

Selasa, 01 Juni 2021 10:09

Tantangan Melahirkan Pelajar Pancasila

Hari Lahir Pancasila yang diperingati setiap tanggal 1 Juni menjadi…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers