MANAGED BY:
SABTU
28 NOVEMBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE
Sabtu, 31 Oktober 2020 07:01
Pandemi dan Ketahanan Ekonomi Indonesia
Penulis: Haris Zaky Mubarak, MA

PROKAL.CO,

Menghadapi resesi ekonomi akibat pandemi Covid-19, Indonesia telah melaksanakan berbagai pemulihan ekonomi nasional (PEN) dengan agenda strategis, yaitu penguatan konsumsi, perlindungan masyarakat terdampak dan rentan akibat Covid-19. Secara serius pemerintah bahkan terus menerus melakukan langkah pencairan uang hingga mencapai Rp 241,06 triliun atau 34,7 persen dari total pagu anggaran negara, yakni sebesar Rp 695,2 triliun. Sayang besarnya stimulus ekonomi selama masa pandemi itu masih belum mampu memberikan hasil positif bagi penguatan ekonomi secara nasional.

=========================
Oleh: Haris Zaky Mubarak, MA
Sejarawan dan Direktur Jaringan Studi Indonesia
=========================

Berdasarkan data ekonomi terbaru, resesi ekonomi akan melanda Indonesia pada kuartal III tahun 2020. Data ini semakin mempertegas gambaran lesunya pertumbuhan ekonomi Indonesia sepanjang tahun 2020. Sebelumnya dalam data kuartal I tahun ini, ekonomi Indonesia tumbuh pada angka 2,97 persen dan terkontraksi minus pada angka 5,32 persen dalam kuartal II. Kementerian Keuangan Republik Indonesia (Kemenkeu RI) telah memproyeksikan laju pertumbuhan ekonomi nasional kuartal III berada pada kisaran minus 2,9 persen sampai minus 1,1 persen.

Tinjauan Sejarah

Membaca sejarah resesi ekonomi akibat dampak wabah pandemi yang terjadi pada masa dulu. Merebaknya wabah pandemi Hindia Belanda sejak abad ke-19 dengan ragam pandemi seperti wabah kolera yang merebak di Jawa pada 1821, wabah pes pada 1911 dan pandemi influenza atau Flu Spanyol pada 1918, ditemukan data kehadiran wabah pandemi dapat mengakibatkan adanya kerapuhan ekonomi secara sistematis. Sampai perkembangan tahun 1929 kondisi ekonomi Hindia Belanda mengalami resesi ekonomi yang sangat hebat.

Dalam catatan sejarah J.Van Gelderen, La Politique de Crise de Indies Nèerlandaises (Grotius, 1935) dijelaskan bagaimana setelah perang dunia pertama yang berlangsung dari 1914 sampai tahun 1918, hingga peristiwa merebaknya pandemi flu Spanyol pada 1918 telah membuat terjadinya perubahan ekonomi yang cepat di Hindia Belanda.

Halaman:

BACA JUGA

Kamis, 26 November 2020 10:34

Misbach Tamrin

BULAN ini, dua kali saya teringat kepada Pak Misbach. ====================Oleh:…

Kamis, 26 November 2020 10:31

Arah Baru Pendidikan Tatap Muka

Melalui saluran YouTube yang disiarkan secara langsung, Kemdikbud memperbolehkan kembali…

Kamis, 26 November 2020 10:28

Hujan Ekstrem dan Antisipasi La Nina

Badan Mateorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Kalimantan Selatan (Kalsel) kembali…

Senin, 23 November 2020 11:54

Tatap Muka, Solusi atau Bunuh Diri..?

Setelah lebih dari delapan bulan sekolah-sekolah di Kalimantan Selatan menerapkan…

Sabtu, 21 November 2020 09:37

Suka Duka Belajar Saat Pandemi Covid-19

Sejak kasus Covid-19 mulai meningkat, semua sekolah di Indonesia tidak ada…

Jumat, 20 November 2020 11:10

Antara Pilkada dan Pilkades, “Iki Piye”

Mungkin bagi sebagian orang isu ini sudah basi. Tapi bagi…

Jumat, 20 November 2020 11:07

Waspada La Nina dengan Mitigasi Bencana

Intensitas dan curah hujan akhir-akhir ini semakin tinggi. Hal ini…

Selasa, 17 November 2020 10:26

Netralitas ASN dan Pilkada

Netralitas Aparatur Sipil Negara (ASN) merupakan hal yang seringkali dijadikan…

Senin, 16 November 2020 15:17

Inisiatif Kota Kesehatan dalam Sejarah Pandemi

Selama pandemi Covid-19, kasus jumlah penderita di perkotaan jauh lebih tinggi…

Jumat, 13 November 2020 11:48

Foer dan Biden

MENANG adalah bagian termudah. Tulis Franklin Foer dalam kolomnya di…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers