MANAGED BY:
SELASA
31 MARET
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

HUKUM & PERISTIWA

Selasa, 14 Juni 2016 12:02
Dua Terdakwa Proyek Paku Jalan Bersaksi di Pengadilan Tipikor Banjarmasin
MENGELAK - Sidang kasus korupsi paku jalan di Pengadilan Tipikor Banjarmasin.

PROKAL.CO, BANJARMASIN –  Sidang perkara dugaan korupsi proyek pemasangan paku jalan solar cell berlangsung cukup tegang. Dalam agenda persidang,  kemarin (13/6),  baik Mulyadi maupun Hj Agustina Aulia yang menjadi terdakwa dalam perkara tersebut saling bersaksi.

Selain keduanya dimintai keterangan sebagai saksi atau dalam istilah hukumnya disebut saksi mahkota, dalam sidang di Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri (PN) Banjarmasin, agenda juga sekaligus dirangkai dengan pemeriksaan terdakwa.

Dalam persidangan itu terungkap bahwa Hj Agustina selaku Direktur CV Bonraf Lia yang memenangkan proyek merasa tidak pernah melakukan pencairan dana proyek pemasangan paku jalan solar cell. “Saya tidak ada tanda tangan pencairan itu,” kata Agustina di hadapan majelis hakim yang dipimpin Yusuf SH.

Sebab, menurut Agustina, didampingi pengacaranya Wanas Unan Sawang SH,  sebelum tanda tangan kontrak kerja, dirinya dihubungi oleh Sofian yang meminjam perusahaannya yang mengerjakan proyek tersebut, agar menemui bagian kelompok kerja (Pokja).  “Kemudian disuruh bertemu dengan Kepala Dinas Perhubungan untuk tanda tangan kontrak,” ujarnya.

Lain lagi dengan keterangan terdakwa Mulyadi selaku Pejabat Pembuat Teknis Kegiatan (PPTK), dirinya meskipun mengetahui yang mengerjakan proyek tersebut di lapangan adalah Sofyan,  dirinya tidak mengetahui jabatan Sofyan di perusahaan CV Bonraf Lia.

“Karena sejak awal saat pelaksanaan saja dia menghubungi saya, tapi tidak tahu Sofian itu sebagai apa, tapi dia  yang mengerjakan pekerjaan di lapangan,” penuturan Mulyadi yang di persidangan di dampingi pengacaranya Fikri Chairman SH.

Usai sidang Fikri mengatakan bahwa dalam perkara ini sejatinya bukan kliennya yang duduk di kursi pesakitan, karena yang lebih mengetahui dalam proyek tersebut adalah Kuasa Pengguna Anggaran (KPA), Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) serta kontraktor pemenang lelang.

“Menurut hemat saya yang bertanggungjawab adalah KPA,PPK, dan kontraktor yg menandatangani kontrak,” ujarnya.

Sedangkan Wanas mengungkapkan, kliennya tidak pernah menerima fee (komisi) atas peminjaman perusahaan yang dilakukan antara Sofian dan kliennya. “Tidak sepeser pun klien saya menerima fee dari Sofian,” ujarnya.

Dalam dakwaan jaksa sebelumnya, seharusnya pengerjaan proyek paku jalan solar cell di Dinas Perhubungan Provinsi Kalsel tahun anggaran 2014 dengan nilai pagu sebesar Rp750 juta yang dikerjakan CV Bonraf Lia meliputi  jalan Adhyaksa, Sultan Adam, Pangeran Hidayatullah sampai Veteran.

Ternyata malah disubkontrakkan kepada orang lain. Padahal yang mengerjakan tidak memiliki perusahaan.

Akibat dari perbuatan kedua terdakwa,  selain ada perbuatan melawan hukum, juga terdapat kerugian negara sebesar Rp258 juta. Kedua terdakwa yang disidang secara terpisah dijerat dengan pasal 2 dan 3 UURI No 31 tahun 1999, tentang pemberantasan tindak pidana korupsi. (gmp)


BACA JUGA

Jumat, 31 Januari 2020 11:41

Ditetapkan Jadi Tersangka Kasus Asusila, Mantan Ketua KPU Banjarmasin Digelandang Aparat

BANJARBARU - Gusti Makmur memenuhi panggilan penyidik Polres Banjarbaru, kemarin…

Jumat, 31 Januari 2020 11:27

Sengketa Warga Antar Baru vs PT Barito Putera Plantation: Warga Serahkan Bukti Kepemilikan

MARABAHAN - Lama tidak terdengar, mediasi sengketa lahan sawit antara…

Jumat, 31 Januari 2020 11:11

Timbun Solar, Samsul dan Syamsuddin Digrebek

BANJARMASIN - Kepolisian Polsek Banjarmasin Utara menggerebek dua rumah di…

Jumat, 31 Januari 2020 11:03

Mabuk Bawa Sajam, Buronan Apes

BANJARMASIN – Jadi buronan selama dua pekan, Taufik Rahman alias…

Jumat, 31 Januari 2020 10:36

Sabirin Terjebak Polisi Menyamar

AMUNTAI - Nasib sial dialami Sabirin (28), warga Desa Harus…

Jumat, 31 Januari 2020 10:34

Korban Berteriak, Anto pun Panik, Dengan Mudah Ia Dikepung Warga

MARABAHAN - Sial masih jauh dari Armina. Warga Desa Sinar…

Jumat, 31 Januari 2020 10:31

Disergap, Pengedar Sabu Tak Berkutik

MARABAHAN - Pengedar narkoba sedikit demi sedikit digulung Sat Res…

Kamis, 30 Januari 2020 11:48

Susahnya Memberantas Indekos Mesum di Kota Idaman: Paket Murah, Sukar Terjamah, Remaja Lajang Tak Bisa Dipidana

Indekos. Bagi mahasiswa, ruang kecil berjuta cerita. Dari mengerjakan tugas,…

Kamis, 30 Januari 2020 10:56

Pengendara Panik ada Razia di Kayutangi, 62 Pemotor Ditilang

BANJARMASIN - Pengendara yang melintasi Jalan Hasan Basry mendadak panik…

Kamis, 30 Januari 2020 10:49

Dua di Jalan, Satu di Toilet; Budak Sabu Barabai Tak Berkutik Diringkus

BARABAI - Ada-ada saja ulah FP (20). Pemuda asal Desa…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers