MANAGED BY:
SENIN
06 APRIL
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

HUKUM & PERISTIWA

Selasa, 14 Juni 2016 20:19
WASPADA..!!! Jasa Pengepakan Barang di Bandara Syamsudin Noor Main Paksa
HARUSNYA TAK ADA PAKSAAN - Salah satu jasa pengemasan barang milik otoritas Bandara Syamsuddin Noor. Penumpang keluhkan adanya pemaksaan pengemasan barang yang dilakukan oleh oknum di luar bandara.

PROKAL.CO, BANJARMASIN – Muka H Bunyamin tampak memerah ketika menyambangi Kantor Biro Radar Banjarmasin, Minggu (12/6) petang. Emosinya masih meledak-ledak ketika menceritakan anaknya yang baru saja dipaksa oleh oknum jasa pengepakan barang di halaman parkir Bandara Syamsudin Noor untuk melakukan packing plastik barang bawaan.

 

Padahal barang bawaan milik anaknya hanya pakaian dan makanan ringan yang akan dibawa ke Kotabaru  dengan menggunakan pesawat terbang. Parahnya, satu barang dikenakan tarif Rp80 ribu. Karena membawa dua barang praktis ia harus membayar Rp160 ribu.

 

Yang menjadikan Bunyamin meradang, uang yang dibawa anaknya ke Kotabaru hanya Rp200 ribu. Setelah membayar biaya packing, uang anaknya tinggal tersisa Rp40 ribu, yang diprediksi tak cukup untuk sampai ke rumah karena memerlukan biaya transportasi lagi.

 

Menurut keterangan Bunyamin, selain anaknya, ada sekitar 20 calon penumpang lain yang dipaksa oleh oknum jasa pengepakan barang tersebut. Bahkan, ada yang sampai menangis karena dipaksa barang bawaanya harus dilakukan packing plastik. "Ada sekitar 10 orang berbadan besar berjaga di depan pintu keberangkatan. Siapapun yang akan berangkat barang bawaan dipaksa melakukan packing, termasuk anak saya," ujarnya.

 

Bahkan, lanjutnya, salah seorang calon penumpang harus mengeluarkan uang Rp350 ribu karena semua barangnya harus dikemas plastik. "Setahu saya packing plastik dilakukan di dalam bandara, dan itupun atas kemauan si calon penumpang," tuturnya. Bunyamin yang mendapat laporan dari anaknya langsung mendatangi ke Bandara Syamsudin Noor untuk memastikan hal ini.

 

Sesampainya, ia meminta penjelasan dengan oknum tersebut. Berharap mendapat penjelasan yang benar, ia malah diterangkan hal ini untuk keamanan penerbangan. Ia pun penasaran dan memberanikan bertanya ke dalam bandara. Ketika di dalam dituturkan salah seorang petugas bandara bahwa barang bawaan penumpang bebas saja tanpa harus dipacking plastik selagi tak berbahaya.

 

"Saya tak hanya sekali melakukan penerbangan. Tak pernah seperti ini dipaksa melakukan packing plastik. Apalagi ini dilakukan di area bandara. Ini namanya sudah pemaksaan," ucapnya dengan nada tinggi. Ia menyayangkan ketika menimpa masyarakat yang tak tahu dan baru memakai transportasi udara. Apalagi sebutnya, menjelang Lebaran akan banyak penumpang yang memadati bandara. "Ini harus ditindak, kasihan masyarakat awam yang baru pertama kali memakai transportasi udara," ucapnya.

 

Sementara itu, ketika Radar Banjarmasin mendatangi Bandara Syamsuddin Noor pada Senin (13/6) kemarin tak terlihat ada orang-orang berbadan besar yang dimaksud oleh Bunyamin. Jasa pengemasan memang ada, namun milik otoritas dari Angkasa Pura I.

 

Salah satu karyawannya yang menolak namanya disebutkan mengaku tak pernah melakukan pemaksaan packing bagi para calon penumpang. “Kami tak pernah memaksa, terserah calon penumpang mau packing atau tidak,” katanya.

 

Ia menambahkan, meski dalam satu hari tak ada satupun penumpang yang singgah untuk mengemas barang bagasinya, para karyawan tak pernah rugi, sebab mereka dibayar perbulan. Selain itu, tidak ada hubungannya dengan pendapatan dari pengemasan barang. “Walaupun tidak ada orang yang packing, gaji kami tidak berkurang. Jadi untuk apa kami memaksa calon penumpang,” tambahnya.

 

Saat dikonfirmasi, GM Angkasa Pura I Banjarmasin Handy Heryudhitiawan mengaku beberapa hari ini memang ada keluhan  mengenai adanya oknum yang melakukan pemaksaan pengepakan barang. Namun menurutnya, jasa  tersebut bukan milik otoritas bandara. “Yang dimaksud bukan jasa pengemasan yang dikelola oleh bandara, tapi ada di luar bandara,” ujarnya.

 

Menindaklanjuti keluhan masyarakat, ia mengungkapkan pihak Angkasa Pura I sudah melayangkan surat secara formal ke pengelola jasa pengemasan barang tersebut. Pihaknya meminta agar tidak lagi melakukan pemaksaan kepada para calon penumpang. “Kalau kami tidak bisa secara langsung menegur, karena kami tidak ada kontrak dengan mereka. Setidaknya dengan adanya surat tersebut, pengelolanya bisa menegur karyawannya,” ungkapnya.

 

Atas nama Bandara Syamsuddin Noor, Handy menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh penumpang yang merasa tidak nyaman dengan adanya pemaksaan packing plastic. “Kami mohon maaf dan ini sudah kami tindaklanjuti,” pungkasnya. (mof/ris/by/ran)

 


BACA JUGA

Jumat, 31 Januari 2020 11:41

Ditetapkan Jadi Tersangka Kasus Asusila, Mantan Ketua KPU Banjarmasin Digelandang Aparat

BANJARBARU - Gusti Makmur memenuhi panggilan penyidik Polres Banjarbaru, kemarin…

Jumat, 31 Januari 2020 11:27

Sengketa Warga Antar Baru vs PT Barito Putera Plantation: Warga Serahkan Bukti Kepemilikan

MARABAHAN - Lama tidak terdengar, mediasi sengketa lahan sawit antara…

Jumat, 31 Januari 2020 11:11

Timbun Solar, Samsul dan Syamsuddin Digrebek

BANJARMASIN - Kepolisian Polsek Banjarmasin Utara menggerebek dua rumah di…

Jumat, 31 Januari 2020 11:03

Mabuk Bawa Sajam, Buronan Apes

BANJARMASIN – Jadi buronan selama dua pekan, Taufik Rahman alias…

Jumat, 31 Januari 2020 10:36

Sabirin Terjebak Polisi Menyamar

AMUNTAI - Nasib sial dialami Sabirin (28), warga Desa Harus…

Jumat, 31 Januari 2020 10:34

Korban Berteriak, Anto pun Panik, Dengan Mudah Ia Dikepung Warga

MARABAHAN - Sial masih jauh dari Armina. Warga Desa Sinar…

Jumat, 31 Januari 2020 10:31

Disergap, Pengedar Sabu Tak Berkutik

MARABAHAN - Pengedar narkoba sedikit demi sedikit digulung Sat Res…

Kamis, 30 Januari 2020 11:48

Susahnya Memberantas Indekos Mesum di Kota Idaman: Paket Murah, Sukar Terjamah, Remaja Lajang Tak Bisa Dipidana

Indekos. Bagi mahasiswa, ruang kecil berjuta cerita. Dari mengerjakan tugas,…

Kamis, 30 Januari 2020 10:56

Pengendara Panik ada Razia di Kayutangi, 62 Pemotor Ditilang

BANJARMASIN - Pengendara yang melintasi Jalan Hasan Basry mendadak panik…

Kamis, 30 Januari 2020 10:49

Dua di Jalan, Satu di Toilet; Budak Sabu Barabai Tak Berkutik Diringkus

BARABAI - Ada-ada saja ulah FP (20). Pemuda asal Desa…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers