MANAGED BY:
SELASA
07 DESEMBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

BANUA

Rabu, 11 November 2020 10:51
Pandemi, Penderita Gangguan Jiwa Naik
Ilustrasi

BANJARBARU - Pandemi Covid-19 dianggap bisa membuat seseorang mengalami gangguan jiwa. Hal itu pun dikhawatirkan menjadi pemicu meningkatnya jumlah pasien orang dalam gangguan jiwa (ODGJ).

"Secara potensial masyarakat pasti stres dengan situasi saat ini, sehingga tren depresi, frustasi dan lain-lain akan meningkat," kata Direktur Utama RSJD Sambang Lihum, IBG Dharma Putra.

Dia mengungkapkan, depresi, frustasi dan stres merupakan gangguan jiwa ringan. Namun, banyak masyarakat yang tidak menyadarinya.

"Gejalanya biasanya sakit kepala, mual,muntah, rasa pegal dan tidak enak badan. Sebab masyarakat tidak menyadarinya, maka mereka memilih memeriksakan diri ke pelayanan kesehatan umum. Bukan ke RSJ," ungkapnya.

Padahal, dirinya yakin, masyarakat yang mengalami gangguan jiwa ringan saat ini meningkat signifikan. "Saya yakin mungkin sekitar 40 sampai 50 persen masyarakat yang datang ke pelayanan kesehatan umum mengeluhkan gejala sakit kepala, mual, rasa pegal dan tidak enak badan," ujar Dharma.

Lalu bagaimana dengan tren pasien ODGJ yang dirawat di RSJD Sambang Lihum? Dia menyampaikan, sejauh ini tidak ada peningkatan jumlah pasien. Sebab, orang yang datang ke RSJ hanya yang mengalami gangguan jiwa berat. "Karena yang ringan biasanya datangnya ke pelayanan umum," ucapnya.

Dia menuturkan, saat ini masih ada sekitar 250 pasien yang dirawat inap di RSJD Sambang Lihum. Jumlah tersebut turun jika dibandingkan tahun lalu.

"Tahun lalu sampai 400 pasien, karena kami masih membuka pelayanan narkoba. Saat ini layanan itu kami tutup dulu, untuk mengurangi risiko Covid-19," tuturnya.

Secara terpisah, Psikolog Fakultas Kedokteran, Universitas Lambung Mangkurat (ULM) Sukma Noor Akbar juga berpendapat pandemi Covid-19 bisa berdampak pada kesehatan mental masyarakat. Seperti kecemasan, ketakutan, trauma, insomnia, panik, depresi dan gangguan psikologis lainnya. "Baik itu akibat langsung dari virus corona, maupun dampak psikososialnya," bebernya.

Menurutnya, hal itu terjadi lantaran manusia merasa terancam jika ada sesuatu yang bisa menyakiti atau membuatnya jadi tidak nyaman. Seperti situasi pandemi saat ini. "Jika individu tidak memiliki mental yang kuat dan pengetahuan yang kuat untuk mengelola stresnya, maka mental pun akan menjadi rapuh," ujarnya.

Bagi masyarakat yang mampu dengan cepat beradaptasi dengan kondisi new normal, menurutnya bakal mudah dan tanpa beban mengikuti protokol kesehatan. Seperti memakai masker setiap keluar rumah, menjaga jarak, cuci tangan dengan sabun, berolah raga, dan berjemur sebagai proteksi diri.

"Tapi, yang tidak mampu beradaptasi bisa mengalami peningkatan kecemasan, panik dan stres karena harus melakukan aktivitas di luar. Apalagi ada wacana sebentar lagi bekerja dan sekolah dengan tatap muka. Sehingga diperlukan penguatan mental agar lebih siap dalam menghadapi aktivitas rutin seperti biasa," jelasnya.

Lebih lanjut dia menyampaikan, masyarakat perlu berupaya dalam mengelola tingkah laku. Seperti pola makan yang teratur, berolahraga, berpikir positif dan mengelola emosi serta pikiran secara jernih. "Dengan begitu akan muncul ketahanan psikologis bagi masyarakat untuk tetap beradaptasi dengan situasi pandemi," pungkasnya. (ris/ran/ema)


BACA JUGA

Selasa, 07 Desember 2021 16:35
Pemkab Balangan

RSUD Balangan Direkomendasikan Tambah Bangunan dan Luasan Parkir

PARINGIN - Ekspose laporan akhir studi kelayakan pengembangan RSUD Balangan,…

Selasa, 07 Desember 2021 15:54

PPKM Level 3 Dibatalkan, Penumpang Diprediksi Ramai Saat Nataru

BANJARBARU - Pemerintah memutuskan tidak menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat…

Selasa, 07 Desember 2021 12:29

Kocar-Kacir Dihantam Rob, Penanganan Pascabencana Masih Tambal Sulam

BANJARMASIN - Wajah Rabiatul terlihat cemas. Dia khawatir banjir yang…

Selasa, 07 Desember 2021 12:25

Anggaran Vaksinasi Ada, Capaiannya yang Payah

BANJARBARU - Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Provinsi Kalimantan…

Selasa, 07 Desember 2021 12:21

Tes SKB: Peserta Sakit Boleh Dijadwal Ulang

BANJARBARU - Pemerintah Provinsi Kalsel bersama Kantor Regional (Kanreg) VIII…

Selasa, 07 Desember 2021 08:45

Rob Rendam Fasilitas Publik: Berkas Terendam dan Pelajar Bersandal

Instalasi Gawat Darurat (IGD) milik Rumah Sakit Suaka Insan tampak…

Selasa, 07 Desember 2021 08:39

Libur Sekolah Resmi Digeser

BANJARMASIN - Dinas Pendidikan Banjarmasin resmi menggeser libur akhir semester.…

Selasa, 07 Desember 2021 07:10
Pemko Banjarbaru

Wali Kota dan Wawali Berdialog Langsung dengan Perwakilan Masyarakat

BANJARBARU - Wali Kota Banjarbaru, Aditya Mufti Ariffin beserta Wakil…

Selasa, 07 Desember 2021 07:08
PARLEMENTARIA

Soal Rencana Pembangunan JPO di Banjarbaru, Dewan Nilai Belum Ideal

BANJARBARU - Pembangunan jembatan penyeberangan orang (JPO) di Banjarbaru dinilai…

Selasa, 07 Desember 2021 07:06
Pemkab Tanah Bumbu

Cetak Biru Kota Batulicin Dibeberkan

BATULICIN – Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu melalui Dinas Pekerjaan Umum…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers