MANAGED BY:
SELASA
26 JANUARI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE
Senin, 23 November 2020 11:54
Tatap Muka, Solusi atau Bunuh Diri..?
Penulis: Muhammad Asrori, S.Pd

PROKAL.CO,

Setelah lebih dari delapan bulan sekolah-sekolah di Kalimantan Selatan menerapkan pembelajaran jarak jauh, empat sekolah menengah pertama (SMP) di bawah naungan Dinas Pendidikan Kota Banjarmasin, SMPN 7, SMPN 10, SMPN 12, dan SMPN 31 telah melaksanakan simulasi pembelajaran tatap muka pada tanggal 16 November. Bahkan, saat ini sekolah yang berada di bawah naungan Dinas Pendidikan Kota Banjarbaru, SMPN 1 juga akan menjadi pilot projek untuk ikut melaksanakan pembelajaran tatap muka di awal Desember.

=========================
Oleh: Muhammad Asrori, S.Pd
Guru SMA Negeri 1 Banjarbaru
=========================

Sementara itu, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) pada Jumat (20/11/2020) mengumumkan bahwa pembelajaran tatap muka akan dilaksanakan mulai semester genap tahun ajaran 2020/2021. Kebijakan tersebut tentu memiliki konsekuensi yang tinggi di tengah masih banyaknya kasus baru Covid-19. Perlu diketahui, dua hari terakhir, jumlah orang yang terpapar wabah virus terus meningkat. Per tanggal 19 November saja, Indonesia mengumumkan kasus positif baru sebanyak 4.792 orang. Kemudian, pada tanggal 20 November, kasus baru meningkat menjadi 4.998 orang.

Kalimantan Selatan juga menjadi salah satu penyumbang angka yang cukup besar, yaitu 58 kasus pada 20 November dan 89 kasus pada 21 November (dilansir dari kawalcovid19.id). Dari data tersebut dapat kita simpulkan bahwa wabah Covid-19 ini belum berakhir. Dunia masih belum aman.

Dengan masih banyaknya kasus baru yang muncul, tentu membuat orang tua merasa ragu untuk melepaskan anak-anaknya kembali ke sekolah. Meskipun protokol kesehatan diterapkan dengan sangat ketat. Seperti halnya di SMP Negeri 1 Banjarbaru, dari survei yang dilakukan para guru, hampir 50 persen orang tua siswa tidak menghendaki proses pembelajaran tatap muka di sekolah (dilansir dari kanalkalimantan.com, 14/10/20).

Orang tua tentu khawatir akan keselamatan anaknya. Mereka akan berpikir dua kali, sebab kebijakan tersebut bagi mereka layaknya pisau bermata dua: solusi atau justru “bunuh diri”. Apalagi hingga saat ini masih belum ditemukan obat yang dapat membinasakan virus asal Cina tersebut. Yang ada hanyalah vaksin yang sampai saat ini juga masih belum didistribusikan ke masyarakat.

Halaman:

BACA JUGA

Jumat, 09 Oktober 2015 08:29

Target Fornas Sepuluh Besar

<p style="text-align: justify;"><strong>BANJARMASIN</strong> - Hari ini…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers