MANAGED BY:
SENIN
08 MARET
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

BANUA

Kamis, 26 November 2020 10:02
Berebut Anggaran dengan Pandemi, Bakeuda: Pemotongan ini Instruksi Pusat

PROKAL.CO,

BANJARMASIN – Pandemi masih rakus memakan anggaran pemerintah. Di Kalsel, tahun ini Pemprov Kalsel bahkan memangkas anggaran kerja hampir 50 persen di tiap SKPD. Pemotogan terbukti berdampak terhadap jalannya program pembangunan daerah. Banyak rencana dan pekerjaan yang batal dilaksanakan karena seretnya anggaran. 

Meski hampir setahun, sepertinya penanganan pandemi Covid-19 masih dijadikan prioritas utama. Demi penanganan itu, Pemprov Kalsel memotong anggaran sekitar Rp400 miliar. “APBD tahun ini turun hampir 18 persen, sebagian besarnya dipotong untuk penanganan Covid-19,” ujar Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (Bakeuda) Kalsel, Agus Dian Nur kemarin.

Agus mengatakan di tahun depan pemotongan kemungkinan akan kembali terjadi, meski dia tak berani berasumsi. Menurutnya, pemotongan ini adalah atas instruksi pemerintah pusat, yakni Menteri Keuangan dan Menteri Dalam Negeri. “Mudah-mudahan tidak dipotong lagi,” tuturnya.

Meski demikian, dia menerangkan untuk APBD Kalsel 2021, disusun secara normal seperti biasa. Yakni besaran Pendapatan Daerah yang mencapai Rp5,415 triliun dan besaran Belanja Daerah sebesar Rp5,515 triliun, dengan defisit mencapai Rp100 miliar.

Jika dibandingkan dengan APBD Murni tahun anggaran 2020, nilainya hampir berbeda Rp1,5 triliun, karena keuangan daerah terdampak pandemi. Untuk diketahui, saat disahkan tahun lalu, anggaran pendapatan daerah mencapai Rp6,996 triliun dan belanja daerah mencapai Rp7,346 triliun. “Sampai saat ini kami belum tahu, apakah akan dipotong lagi atau tidak. Semoga saja tak ada pemotongan kembali,” harapnya.

Pengamat ekonomi Universitas Lambung Mangkurat Arief Budiman mengatakan budget pandemi tentu akan memakan anggaran pembangunan. Hal ini berdampak pada rencana kerja yang sudah disusun oleh pemerintah sendiri. “Memang dampaknya tak maksimalnya program kerja pemerintah. Tapi mau bagaimana lagi, ini demi penanganan kemanusian,” sebutnya.

Halaman:

BACA JUGA

Senin, 08 Maret 2021 15:10

Muhammadiyah Tetapkan Awal Ramadan 13 April

BANJARMASIN - Muhammadiyah menetapkan Awal Ramadan 1422 Hijriah pada Selasa…

Senin, 08 Maret 2021 15:03

Tetap Waspada, Cuaca Ekstrem Masih Mengintai

BANJARBARU - Setelah beberapa hari tidak turun hujan, Sabtu (6/3)…

Senin, 08 Maret 2021 14:57

8 Ketua DPC Demokrat di Banua Sudah Dipecat Sebelum Membelot

BANJARMASIN - Sebelum menghadiri Kongres Luar Biasa (KLB) di Deli…

Senin, 08 Maret 2021 14:46

Setahun Bersama Pandemi: Penutupan Cuma Status Belaka, Siring Masih Ramai Dikunjungi

Secara kebijakan, Siring Pierre Tendean masih ditutup pemko untuk menekan…

Senin, 08 Maret 2021 14:36

Lansia Pelambuan Antusias Divaksin

BANJARMASIN - Agar target waktu terkejar, Puskesmas Pelambuan membuat layanan…

Senin, 08 Maret 2021 14:29

Kafe di Sungai Ulin Tak Kapok Melanggar, Wali Kota Beri Teguran Keras

BANJARBARU - Kasus aktif Covid-19 di Kota Banjarbaru diakui Pemko…

Senin, 08 Maret 2021 09:48
Pemko Banjarbaru

Gelar Patroli Penegakan PPKM

BANJARBARU - Wali Kota Banjarbaru H M Aditya Mufti Ariffin…

Senin, 08 Maret 2021 09:45
PARLEMENTARIA

PPKM Skala Mikro. Dewan Minta Pemko Libatkan Pengurus RT dan RW

BANJARBARU - Wakil Ketua Bapemperda DPRD Kota Banjarbaru, Nurkhalis Anshari…

Senin, 08 Maret 2021 09:39
Pemkab Tanah Laut

Bupati Kunjungi Pasar Tapandang Berseri

PELAIHARI - Bupati Tanah Laut Drs H M Sukamta bersama…

Senin, 08 Maret 2021 09:37
Pemkab Tanah Laut

Disparpora Kotabaru jadi Tujuan Pemuda Tanah Laut

KOTABARU - Pemuda Tanah Laut melakukan kunjungan pengembangan kegiatan dalam…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers