MANAGED BY:
SELASA
26 JANUARI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE
Kamis, 26 November 2020 10:31
Arah Baru Pendidikan Tatap Muka
Penulis: Isnaini Shaleh

PROKAL.CO,

Melalui saluran YouTube yang disiarkan secara langsung, Kemdikbud memperbolehkan kembali Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) tatap muka di semua sekolah, tidak dibatasi lagi oleh warna zona daerah, diharapkan bisa terlaksana pada semester genap tahun ajaran dan tahun akademik 2020/2021. Keputusan kembali tatap muka diserahkan kewenangannya kepada pemerintah daerah/kanwil/kantor kemenag, dikarenakan dianggap mengetahui kondisi dan kebutuhan daerahnya.

======================
Foto: Isnaini Shaleh
Guru di SMPN 1 Kandangan
======================

Walaupun menjadi wewenang pemda/kanwil/kantor kemenag untuk pelaksanaan KBM tatap muka, namun kebijakan izin belajar di sekolah tetap menggunakan alur yang sama, yaitu pemda/kanwil/kantor kemenag memberi izin, satuan pendidikan memenuhi syarat dan standar KBM tatap muka, dan orang tua/wali peserta didik mengizinkan KBM tatap muka. Seandainya, sekolah sudah dibuka namun ada orang tua/wali tidak mengizinkan anaknya untuk berhadir, maka sekolah wajib meneruskan pembelajaran dari rumah bagi si anak tersebut.

KBM tatap muka pada masa transisi menuju kebiasan baru tentunya berbeda dari masa normal. Ada beberapa hal yang harus diperhatikan oleh satuan pendidikan ketika ingin melaksanakan KBM tatap muka. Diantaranya ketersediaan sarana sanitasi dan kebersihan (meliputi, toilet layak dan bersih, sarana cuci tangan berupa sabun dengan air mengalir atau penyanitasi tangan, dan disinfektan), mampu mengakses fasilitas layanan kesehatan, kesiapan menerapkan wajib masker, memiliki termometer tembak, memiliki pemetaan warga sekolah, dan mendapat persetujuan komite sekolah/perwakilan orang tua/wali.

Selain harus memenuhi hal itu, sekolah juga harus menerapkan beberapa hal. Diantaranya di dalam kelas jaga jarak minimal adalah 1,5 meter, jumlah siswa terbatas (PAUD, maksimal 5 peserta didik dari jumlah standar 15 peserta didik, pendidikan dasar dan menengah maksimal 18 orang dari jumlah standar 36 peserta didik, SLB maksimal 5 peserta didik dari jumlah standar 8 peserta didik). Pembelajaran menggunakan sistem bergiliran yang ditentukan oleh masing-masing satuan pendidikan, warga sekolah wajib menggunakan masker kain 3 lapis/maskes sekali pakai/masker bedah, mencuci tangan pakai sabun dengan air mengalir/menggunakan penyanitasi tangan, tidak melakukan kontak fisik dengan menjaga jarak minimal 1,5 meter, dan menerapkan etika bersin/batuk.

Pada masa transisi KBM tatap muka, sekolah tidak diperkenankan melakukan kegiatan selain KBM. Misalnya orang tua menunggu siswa, istirahat di luar kelas, pertemuan dengan orang tua-murid, bahkan kantin serta kegiatan olahraga dan ekstrakurikuler tidak diperbolehkan untuk dilaksanakan. Hal itu tentu saja dilakukan untuk menghindari adanya penyebaran ataupun klaster baru Covid-19.

Halaman:

BACA JUGA

Jumat, 09 Oktober 2015 08:29

Target Fornas Sepuluh Besar

<p style="text-align: justify;"><strong>BANJARMASIN</strong> - Hari ini…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers