MANAGED BY:
JUMAT
24 SEPTEMBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

BANUA

Jumat, 27 November 2020 08:37
Pengembangan Food Estate Berbasis Korporasi Petani di Kawasan Kapuas 1, Kalteng

KAPUAS - Kementerian Pertanian terus bergerak untuk pengembangan Food Estate di kalimantan Tengah. Kali ini Kementan melakukan kegiatan sosialisasi Food Estate di Kabupaten Kapuas, yang salah satunya adalah tim SMK-PP Negeri Banjarbaru sebagai wakil Pusdiktan, BPPSDMP Kementan.

Kementan kali ini mengadakan sosialisasi tentang "Pengembangan Food Estate Berbasis Korporasi Petani di Kalimantan Tengah", untuk wilayah Kabupaten Kapuas tepatnya di wilayah Kawasan Kapuas 1 selama 3 hari dari Senin, 23/11/2020 sd Rabu, 25/11/2020.

Dari 3 Kawasan Food Estate di Kalteng, Kawasan Kapuas 1 ini terdiri dari 3 Klaster diantaranya: Klaster 4: Kecamatan Bataguh, Klaster 5: Kecamatan Tamban Catur dan Kecamatan Kapuas Kuala, Klaster 6: Kecamatan Kapuas Timur dan Kecamatan Pulau Petak.

Diawali di Balai Desa Anjir Serapat Baru, Kec. Kapuas Timur, (23/11), Hadir Hermanto dari Biro Perencanaan Kementan, Susilawati dari Ketua tim gugus tugas pemercepatan Pengembangan Food Estate Berbasis Korporasi Petani di Kapuas 1, serta beberapa tim pusat dan UPT Kementan di daerah.

Hermanto sebagai tim dari Biro Perencanaan, Sekretariat Jenderal, Kementan menyebutkan, “Membangun korporasi adalah mengubah pola pikir petani yakni menjadikan petani sebagai pengusaha dan pebisnis. Karena itu organisasi petani tidak lagi sekedar dalam bentuk kelompok tani atau gabungan kelompok tani, tapi menjadi korporasi”, Ujarnya.

Menurutnya, tujuan korporasi petani adalah membentuk dan mengembangkan entitas bisnis petani sebagai perusahaan milik petani/ Badan Usaha Milik Petani, modernisasi manajemen usaha pertanian, dan perubahan model usaha petani. Dalam korporasi itu, petani yang akan menentukan arah dan tujuan perusahaan.

“Petani nantinya menjadi pemegang saham utama dalam korporasi. Pengelolannya nanti orang profesional yang digaji, tapi bisa saja petani yang menjadi manajer dalam korporasi petani tersebut,” ujarnya.

Sebab Menteri Pertanian RI Syahrul Yasin Limpo (SYL) sebagaimana instruksi Presiden RI Joko Widodo untuk mengembangkan konsep pertanian dari hulu ke hilir, dalam konsep kluster berbasis Korporasi Petani pada program lumbung pangan (food estate) di Provinsi Kalimantan Tengah.

"Korporasi petani bentuk pemberdayaan ekonomi petani, berdimensi strategis dalam pengembangan kawasan pertanian. Dibentuk dari, oleh, dan untuk petani," kata Mentan SYL, dalam siaran pers Kementrian Pertanian , Minggu (4/10).

Dedi Nursyamsi selaku Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian-Kementerian Pertanian (BPPSDMP) menegaskan "Syarat utama terwujudnya korporasi petani, adanya kelembagaan ekonomi petani yang kuat, tidak Individualistik/ tidak sendiri-sendiri. Korporasi akan menjaga setiap pemegang saham mendapat laba sama. Kalau rugi, ditanggung bersama," Katanya.(wd)
Tim Humas SMK-PP Negeri Banjarbaru


BACA JUGA

Jumat, 24 September 2021 11:35

Warga Muak, Tunggu Peresmian Jembatan Alalak

BANJARMASIN - Meski sudah selesai 15 September tadi, jembatan Sungai…

Jumat, 24 September 2021 11:32

Makin Nyaman, Dana Parpol Diusulkan Naik

BANJARMASIN - Tahun ini, dana parpol yang disalurkan Pemprov Kalsel…

Jumat, 24 September 2021 08:42
Pemkab Tanah Laut

Silakan Investor Terlibat

PELAIHARI - Kabupaten Tanah Laut yang secara regulasi masih berstatus…

Jumat, 24 September 2021 08:41
Pemkab Tanah Laut

Kuatkan Ideologi dan Nilai Kebangsaan

JORONG - Pemerintah Kabupaten Tanah Laut melalui Badan Kesatuan Bangsa…

Jumat, 24 September 2021 08:39
Pemkab Tanah Bumbu

Pelajar Diberi Materi Nikah

BATULICIN – Sebanyak 40 peserta mengikuti bimbingan perkawinan pra nikah…

Kamis, 23 September 2021 16:25

Pandemi, Kinerja Wakil Rakyat pun Melembek

BANJARMASIN - Pandemi Covid-19 berdampak terhadap kinerja wakil rakyat. Salah…

Kamis, 23 September 2021 16:24

Laporan Vaksinasi Terkendala Jaringan, Data Pusat dan Daerah Tak Sinkron

BANJARMASIN - Banjarmasin dan Banjarbaru masih berstatus PPKM level 4…

Kamis, 23 September 2021 16:22

HSU Diterpa Isu Korupsi, Bupati Wahid Tampil ke Publik

AMUNTAI - Sejak HSU diterpa kasus korupsi, Bupati Hulu Sungai…

Kamis, 23 September 2021 16:19

Banyak Orang Tua Minta Sekolah Dibuka, Meski Banjarbaru Berstatus PPKM Level 4

BANJARBARU - Ketidakpastian soal pembukaan sekolah tatap muka membuat banyak…

Kamis, 23 September 2021 16:18

Genjot Vaksin, Banjarbaru Minta Kuota Lebih Banyak

BANJARBARU – Munculnya dua indicator baru yang membuat Banjarbaru tetap…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers