MANAGED BY:
JUMAT
15 JANUARI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

BISNIS

Sabtu, 28 November 2020 12:27
Jelang Nataru, BPOM Intensifkan Razia
RAZIA: BPOM HSU mengecek makanan dan minuman kedaluwarsa di toko sembako dan pasar di wilayah Kabupaten HSU.

PROKAL.CO,

AMUNTAI – Pengawasan makanan dan minuman makin intensif dilakukan Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Hulu Sungai Utara belakangan ini. Mereka tidak ingin kecolongan ada yang sudah kedaluwarsa beredar dan dikonsumsi warga. Apalagi pembelian makanan dan minuman akan makin meningkat menjelang Natal dan Malam Tahun Baru (Nataru).

Pengawasan tahap pertama dilakukan BPOM, Rabu (25/11) tadi. Sasarannya toko sembako baik besar dan kecil secara acak oleh petugas pengawas makanan tersebut.

Koordinator Pemeriksaan Pangan, Merliana Isti Rahayu Apt menjelaskan kegiatan ini untuk melindungi kesehatan masyarakat dari peredaran produk pangan olahan yang tidak memenuhi ketentuan edar.

"Target diutamakan pada pangan olahan Tanpa Izin Edar (TIE), kedaluwarsa, dan rusak," kata Merliana mewakili Kepala BPOM HSU. Kemasan rusak itu seperti kaleng penyok dan berkarat. Itu berlaku pada distributor, toko, supermarket, pasar tradisional, para pembuat dan atau penjual paketan parsel baik secara langsung maupun daring (online).

Dari hasil pemeriksaan di tiga distributor pangan di wilayah Sungai Pandan dan Palampitan Kabupaten Hulu Sungai Utara ditemukan 2 memenuhi ketentuan, dan 1 tidak memenuhi ketentuan. "Kami juga melakukan penyebaran informasi dan sampling terhadap jajanan berupa kerupuk, pentol, bolu kukus, tahu, es. Dari total 24 sampel yang diperiksa, didapatkan dua tidak memenuhi syarat atau mengandung bahan berbahaya Boraks dan Rhodamin B," ungkapnya.

Bagi sampel temuan yang mengandung zat-zat berbahaya, pihaknya hanya memberi teguran untuk tidak mengulangi penggunaan bahan pangan berbahaya pada jualan atau jajanan anak. "Bila terbukti mengulang tentu diberikan tindakan yang lebih berat. Bisa pencabutan izin usaha," jawabnya. Merliana juga mengajak para konsumen untuk bijak dalam membeli bahan pangan yang aman untuk dikonsumsi. Cek dulu masa penggunaan atau expired, dan juga kondisi kemasannya.

Halaman:

BACA JUGA

Selasa, 15 September 2015 13:40

Gedung Sekolah Negeri di Banjarbaru Ini Hancur, Siswa Sampai Harus Kencing di Hutan

<p>RADAR BANJARMASIN - Ironis, itulah kata yang tepat menggambarkan kondisi SMPN 6 Banjarbaru.…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers