MANAGED BY:
SELASA
26 JANUARI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE
Sabtu, 28 November 2020 12:37
Guru dan Merdeka Online
Penulis: SALASIAH, S.Pd

PROKAL.CO,

Bangkitkan semangat, wujudkan merdeka belajar, menjadi tema Hari Guru ke-75. Dalam kondisi pandemi, semangat harus selalu ada bagi seorang guru untuk mendidik. Mendidik adalah sebuah proses yang tidaklah gampang. Proses yang di dalammya ada pertentangan sikap, norma, dan sebuah nilai yang tidak hanya dalam tataran pembahasan akademik dan goresan di atas kertas. Proses yang mengarahkan panah sasarannya menuju hati. Proses memanusiakan manusia tidak hanya sebatas hak azasi manusia, tapi sampai kepada fitrah kemanusiaannya. Fitrah kemanusiaan yang sudah diyakinkan oleh sang pencipta tingkatannya melebihi para malaikat.

========================
Oleh: SALASIAH, S.Pd
Guru SMAN 1 Tanta, Tabalong
========================

Guru sebagai pendidik, bagaikan ujung tombak yang langsung berhadapan pada sasaran yang dituju, yaitu peserta didik. Analogi itu akan menjadi sebuah hal yang membanggakan jika dialami secara utuh, bahwa tombak selain mempunyai ujung juga mempunyai batang dan pangkal, yang tidak lain adalah keluarga dan masyarakat. Agar tombak ini mencapai sasaran dengan tepat, maka pemegangnya harus benar-benar memahami arah tujuan. Dalam hal ini pemegang tombak adalah negara yang diwakili oleh pemerintah. Semuanya harus sejalan dan beriringan serta bersilaturahmi untuk saling memahami.

Guru sebagai pendidik mempunyai tugas dan tanggung jawab yang besar membentuk generasi yang akan melanjutkan peradaban. Peradaban mempunyai dimensi ruang dan waktu yang akan menuntut adanya perubahan. Hanya saja, wabah Corona yang sudah dinyatakan oleh WHO sebagai pendemi membuat seluruh dunia membuat protokol untuk perlindungan atas warganya, tak terkecuali lockdown sebagai pilihan. Karantina dan isolasi masyarakat agar terhindar dari paparan virus.

Ketika sekolah tatap muka berubah menjadi berbasis online, guru berperan sebagai sahabat dan juga orang tua secara utuh bagi siswa-siswanya, mendengarkan keluhan dan masalah-masalahnya menghadapi globalisasi dan moderinisasi. Pembelajaran jarak jauh menjadi tantangan guru untuk memberikan semangat belajar bagi siswa dengan model pembelajaran berbasis teknologi. Tetapi memang harus didukung oleh jaringan dan kuota internet yang stabil. Pemanfaatan teknologi menjadi sebuah bentuk “merdeka belajar”, membangun kemandirian menggali pengetahuan.

Proses dalam mendidik bukan hanya sebatas mengajarkan, memberikan, dan memindahkan mata pelajaran tertentu kepada siswa. Tapi mendidik adalah menanamkan kebaikan dandan manfaat ilmu sampai ke hati pendidik, menjadikan kepribadian yang mewarnai sebuah generasi. Pendidikan tidak akan berjalan dengan baik jika tanggung jawab hanya diserahkan kepada sekolah/guru saja. Jika hal itu terjadi, maka batangan kayu itu tidak akan pernah berfungsi sebagai tombak dengan ujung yang runcing dan tajam, tetapi cuma sebagai patok yang hanya berfungsi memberikan tanda bahwa anak telah bersekolah. Dengan bukti ijazah tanpa harus menjalani proses didik. Akan sangat naif jika masyarakat ikut menyudutkan dan mem-vonis sekolah, dalam hal ini guru, sebagai orang yang gagal mendidik tanpa pernah mendampingi.

Halaman:

BACA JUGA

Jumat, 09 Oktober 2015 08:29

Target Fornas Sepuluh Besar

<p style="text-align: justify;"><strong>BANJARMASIN</strong> - Hari ini…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers