MANAGED BY:
KAMIS
02 DESEMBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

BANUA

Kamis, 03 Desember 2020 07:23
Penyapu Jalan Dipermainkan Oknum DLH: Gaji Tak Dibayar, Duit Jaminan Rp15 Juta Per Orang Diambil
PASUKAN KUNING: Penyapu jalan Dinas Lingkungan Hidup Banjarmasin saat bekerja di Jalan Lambung Mangkurat, kemarin (2/12). | FOTO: WAHYU RAMADHAN/RADAR BANJARMASIN

Belasan petugas kebersihan mengadu ke Balai Kota, kemarin (2/11) siang. Mengeluhkan gaji yang berbulan-bulan tak kunjung dibayar. Terkuak dugaan adanya oknum Dinas Lingkungan Hidup (DLH) yang nakal.

---

BANJARMASIN - "Sudah dua bulan gaji saya tidak dibayar. Bulan Oktober dan November," beber penyapu jalan berinisial M, 49 tahun. Dia biasa menyapu di kawasan Sungai Gardu dan jalan tembus Ahmad Yani.

Senada dengan rekannya B, 30 tahun, warga Jalan Pekapuran Raya. "Biasanya gaji ditransfer. Kami ingin uang jaminan kami dikembalikan saja. Tidak menuntut gaji lagi. Saya mau berhenti saja," timpalnya.

Duit jaminan? Rupanya, saat direkrut sebagai penyapu jalan, mereka wajib menyetorkan uang sebesar Rp15 juta perorang.

Melihat jumlah korbannya, bisa dibayangkan berapa uang yang diraup. "Kami baru mulai bekerja pada Agustus tadi," tambah D, 37 tahun, warga Jalan AES Nasution.

Dituturkannya, uang jaminan itu disimpan agar petugas tak mangkir dari kewajibannya. Uang itu sebagai ganti lahan yang sehari-hari harus mereka bersihkan.

"Dalam bahasa orang DLH, itu gadai pekerjaan. Begini, tempat saya menyapu itu dulunya dimiliki orang lain. Karena sudah tak ada lagi, saya menggantikan dengan uang jaminan itu," jelas D.

Uang itu baru dikembalikan jika dalam hitungan bulan, ternyata si petugas tak sanggup bekerja. Tapi bila lebih dari setahun, maka area yang disapu itu menjadi hak miliknya. Alias tak bisa digantikan petugas kebersihan lainnya.

Apa buktinya? "Kami masing-masing punya kuitansi pembayarannya," tegas B.

Mereka baru pulang setelah ditemui Sekretaris DLH Banjarmasin, Zauhar Arif. Dia berjanji akan menyelesaikan masalah ini.

Kepada media, Zauhar membantah terjadinya penunggakan gaji petugas kebersihan. Di mata Zauhar, para pengadu itu petugas kebersihan ilegal.

Diungkapkannya, ada oknum di instansinya yang bermain. Tanpa sepengetahuan pimpinan, oknum itu merekrut penyapu jalan tambahan.

Buktinya, kawasan yang disapu adalah jalan-jalan lingkungan. Bukan jalan protokol atau fasilitas kota yang selama ini merupakan tanggung jawab DLH.

"Direkrut untuk mengisi kawasan-kawasan yang tidak ada petugas kebersihannya. Kemudian, menarik uang sebesar Rp15 juta," bebernya.

Lantas, siapa oknum yang bermain? Zauhar mengaku sudah mengetahui oknum ASN yang dimaksud. Dia tak menyebutkan namanya, hanya berjanji akan memanggilnya. "Ini memalukan DLH," tutupnya. 

 

Silakan Tagih Kepada Oknum

DINAS Lingkungan Hidup (DLH) Banjarmasin sudah lama tak merekrut tambahan personel "pasukan kuning". Istilah lain dari petugas kebersihan.

Sebab, jumlahnya sudah mencukupi. Yakni 1.516 petugas. Dari penyapu jalan, penjaga taman, dan sopir truk sampah.

"Dan semuanya digaji, karena anggarannya sudah disediakan," kata Sekretaris DLH Banjarmasin, Zauhar Arif.

Dia mengaku tak habis pikir, ada oknum ASN yang nekat merekrut penyapu jalan dengan menarik uang jaminan.

Yang menarik, pimpinan DLH sudah mengetahuinya sebelum kegaduhan ini. Karena 30 November lalu, surat panggilan dilayangkan. Pada 6 Desember nanti, oknum itu akan dimintai keterangan.

"Dia sudah tidak masuk kantor selama tiga pekan. Bekerja dari rumah (WFH). Izin sakit," tambahnya.

Mulanya, Zauhar percaya saja si oknum sakit. Tapi ia mulai ragu setelah menyadari si oknum tak kunjung sembuh. Apalagi setelah ia mendengar gosip terkait perilakunya.

"Kami beri waktu tiga hari, kalau tak datang juga, kami datangi ke rumahnya," tegasnya.

Zauhar kembali menegaskan, lahan petugas kebersihan tak bisa dijualbelikan layaknya sebuah bisnis.

Dia menjanjikan, sanksi telah menunggunya. "Diganjar penurunan pangkat, penundaan gaji berkala, sampai paling berat yakni pemecatan," urainya.

Lantas, bagaimana dengan uang jaminan Rp15 juta yang terlanjur ditarik? Zauhar tegas saja, itu urusan oknum yang bersangkutan. "Yang mengganti rugi bukan DLH, tapi yang bersangkutan," tutupnya. (war/fud/ema)


BACA JUGA

Kamis, 02 Desember 2021 10:17

Kenaikan Dana Parpol Masih Dibahas

BANJARMASIN - Meski dana bantuan partai politik (banpol) rencananya bakal…

Kamis, 02 Desember 2021 10:12

Bangun Bendungan Kusan, 122 KK Direlokasi

BANJARBARU - Pemerintah pusat akhirnya menyetujui pembangunan Bendungan Kusan di…

Kamis, 02 Desember 2021 10:04

Upaya Banjarbaru Mencegah Banjir: Dua Selesai, Sisanya Masih Dikerjakan

BANJARBARU - Beberapa waktu lalu, luapan air kembali menggenang sejumlah…

Kamis, 02 Desember 2021 10:03

Mahasiswa Tekling Diskusi Energi Terbarukan

BANJARBARU - Mengangkat tema soal energi terbarukan. Program Studi Teknik…

Kamis, 02 Desember 2021 10:01
Pemko Banjarbaru

Wali Kota Berikan Arahan Kepada Peserta Bimtek

BANJARBARU - Wali Kota Banjarbaru, Aditya Mufti Ariffin didampingi Plh…

Kamis, 02 Desember 2021 09:58
PARLEMENTARIA

Air Masih Meluber ke Jalan, Dewan Minta Pemko Lakukan Analisa

BANJARBARU - Beberapa waktu lalu, ruas jalan di A Yani…

Kamis, 02 Desember 2021 09:54

Anjungan Mandiri untuk Cetak KTP

BANJARMASIN - Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Banjarmasin meluncurkan mesin…

Kamis, 02 Desember 2021 09:51

Eks Bongkaran Kuripan Disiring

BANJARMASIN - Pemko menyiring Sungai Veteran. Tepatnya di bekas bongkaran…

Kamis, 02 Desember 2021 09:47

Tertunda Dilantik karena Masalah Administrasi, Ikhsan: Ambil Hikmahnya Saja

BANJARMASIN - Pelantikan Sekretaris Daerah Kota (Sekdako) Banjarmasin pada Selasa…

Kamis, 02 Desember 2021 09:10

Satu Bulan, 91 Kasus Baru HIV/AIDS

BANJARMASIN - Setiap 1 Desember, diperingati Hari AIDS Sedunia. Kadonya…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers