MANAGED BY:
SELASA
26 OKTOBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

HUKUM & PERISTIWA

Sabtu, 18 Juni 2016 13:19
Skandal Ijazah Palsu Dosen ULM
Rekan dan Kolega Rifqi Beri Dukungan, Begini Aksi Mereka

BANJARMASIN - Desakan terhadap Rektor ULM Prof Sutarto Hadi untuk segera bersikap dan bertindak terus mencuat. Rekan dan kolega Rifqi yang merasa prihatin memberikan dukungan moral melalui Aliansi Sahabat Bang Rifqi.

Mereka meminta rektor turun tangan menyelesaikan persoalan ini agar tak terkesan ada kepentingan pihak-pihak tertentu. “Jika masalah ini tidak selesai secara bijaksana dan objektif, maka hal ini bisa menjadi preseden buruk bagi ULM ke depan,” tegas Ani Cahyadi Maseri, rekan Rifqinizamy dalam jumpa pers yang dilakukan bersama Aliansi Sahabat Bang Rifqi, kemarin.

Salah satu inisiator Aliansi Sahabat Bang Rifqi, Fazlur Rahman mengatakan, Rifqinizamy tak bisa berhadir dalam jumpa pers dan hanya menyampaikan salam karena sedang berada di luar kota dan akan berangkat ke Malaysia.

“Lima menit sebelum saya membuka acara ini, Rifqinizamy menelepon, katanya akan menjelaskan semuanya saat di Banjarmasin. Kita masih menunggu beliau tiba di Banjarmasin. Kami akan berikan informasi secepatnya kalau beliau ada di Banjarmasin,” kata Fazlur Rahman, sabahat Rifqinizamy ketika memberikan keterangan persnya.

Ketika ditanya bagaimana sikap Aliansi Sahabat Bang Rifqi jika tudingan ijazah palsu ini terbukti, Fazlur Rahman menegaskan pihaknya tidak bisa berasumsi. ”Kami akan berada di barisan beliau,” tandasnya.

Sementara pihak Universitas Lambung Mangkurat (ULM) hingga Jumat (17/6) kemarin masih menunggu kedatangan utusan dari Fakultas Hukum (FH) Unlam yang melakukan pengecekan keabsahan ijazah S2 Rifqinizamy Karsayuda di Universiti Kebangsaan Malaysia (UKM).

Dua utusan dari FH ULM adalah Prof Hadin Muhjad dan Ichsan Anwari. Pihak rektorat mengatakan hanya bisa menunggu hasil valid yang dibawa kedua orang tersebut. Wakil Rektor I ULM, Dr Ahmad Alim Bachri ketika ditemui Radar Banjarmasin kemarin menjelaskan, pihaknya tak bisa memutuskan status Rifqi yang diindikasi melakukan pemalsuan ijazah S2.

Dikatakan Alim, meskipun saat ini ia mendengar kabar bahwa indakasi pemalsuan itu memang benar, namun sebelum ia melihat langsung dan mendapat laporan dari utusan, ia tak ingin banyak berkomentar. Namun, menurutnya, ketika Aparatur Sipil Negara) tersandung kasus hukum, maka aturan yang berlaku tetap akan diproses. "Semua ada aturannya. Yang jelas untuk saat ini tak bisa disimpulkan, karena saya belum menerima keabsahan dan klarifikasi resmi," terang Alim.

Mengacu pada Peraturan Menteri Nomor 44 Tahun 2015 tentang Standar Nasional Perguruan Tinggi sebagai perubahan dari Permen No 49 tahun 2014, standart tenaga pendidik adalah jenjang S2. Nah, jika yang diindikasikan pada Rifqi memang benar, maka status tenaga pendidik atau dosennya akan dihapus, dan kemungkinan akan dikembalikan ke tenaga administrasi. Belum lagi persoalan hukum yang berkaitan dengan pemalsuan ijazah. "Kami profesional saja dan akan bertindak sesuai aturan yang berlaku," tandasnya.

Di sisi lain, Wakil Rektor II Dr Aslamiah menuturkan, Rifqi diangkat menjadi tenaga pendidik atau dosen di ULM sejak tahun 2006. Dan Rifqi juga bukan lulusan ULM. Sesuai data dari rektorat ia lulusan UII Jogjakarta yang lulus tahun 2005 silam. "Saya tak berani banyak berkomentar soal indikasi pemalsuan ijazah. Yang pasti tim sudah turun untuk melakukan pengecekan," kata Aslamiah.

Sementara, sumber kuat di FH ULM membeberkan, dua utusan tersebut masih di Selangor, Malaysia, dan hari ini akan menuju Banjarmasin membawa hasil. Masih menurut sumber, data valid sudah mereka pegang dan tak bisa dibeberkan saat ini. Ia menyebut, kalau tak hari ini atau Senin, pihak ULM akan melakukan konferensi pers tentang hasil keabsahan Rifqinizamy Karsayuda.

"Saat ini dua utusan sudah memegang hasilnya. Fakultas segera menyampaikan ke rektorat," terang sumber. Di sisi lain, salah satu utusan, Ichsan Anwari yang juga Wakil Dekan I FH ULM tak bisa dihubungi. Begitu juga Hadin Muhjad, telepon genggam mereka selalu tak aktif ketika dihubungi.(gmp/hni/mof) 


BACA JUGA

Kamis, 03 September 2015 08:40

Menengok Pusat Produksi Rinjing di Nagara: Pernah Produksi Wajan Khusus untuk Haulan Guru Sekumpul

<p><em>Ibu rumah tangga pasti mengenal alat masak yang satu ini. Ya, wajan atau rinjing…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers