MANAGED BY:
SELASA
17 SEPTEMBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

FEATURE

Minggu, 19 Juni 2016 00:49
Ekspedisi Islam Pesisir: 'Sebamban, Berkah Hijrah Sang Habib '
BERSEJARAH - Makam Keluarga Pangeran Ali dan Keluarga.

PROKAL.CO, Pangeran Syarif Ali al-Idrus lahir dan besar di Kerajaan Kubu, Kalimantan Barat. Campur tangan Belanda ke lingkungan istana memaksanya hijrah. Tiba di Tanah Bumbu ia mendirikan Kerajaan Sebamban.

===============================
WAHYU RAMADHAN, Angsana

===============================

EKSPEDISI Islam Pesisir akhirnya tiba di Kabupaten Tanah Bumbu. Tujuan pertama adalah makam Pangeran Syarif Ali al-Idrus di Desa Sebamban, Kecamatan Angsana. Pangeran Syarif adalah pendiri Kerajaan Sebamban.

Dari jalan raya saya berbelok memasuki jalan perkebunan kelapa sawit sejauh lima kilometer. Kondisi jalannya bergelombang, campuran tanah merah dan batu cadas. Mata harus awas, lantaran papan penunjuk arah menuju makam bentuknya kecil sehingga mudah terlewati.

Di tengah rimbunnya sawit, berdiri masjid warna putih di tanah lapang seukuran setengah lapangan sepakbola. Masjid ini mengambil nama Pangeran Ali sebagai namanya. Di samping dan belakang masjid tampak pemakaman tua.

Memasuki komplek makam, peziarah disambut gerbang yang dihias kaligrafi. Kutipan Alquran dari Surah Ali Imran ayat 169. Terjemahnya, "Janganlah kamu mengira bahwa orang yang gugur berjuang di jalan Allah itu mati. Bahkan mereka itu hidup di sisi tuhannya dengan mendapat rejeki." Saya merinding membacanya....

Setelah memarkir sepeda motor, saya menuju makam terpanjang di samping masjid. Saya keliru mengira itu makam Pangeran Ali. Tiga anak kecil yang sedang duduk selonjoran di teras masjid datang menghampiri. Tanpa melepaskan mata dari ponsel pintarnya, mereka menegur.

"Makam Pangeran Ali di dalam masjid, bukan disitu," tegur Rizki yang baru saja lulus SD. Sementara kedua temannya bernama Akbar dan Hasbi. Mereka rupanya sedang keranjingan game Clash of Clans (COC). "Di sini internetnya lancar, kalau di kampung susah," imbuhnya.

Kampung Rizki dan kawan-kawan sekitar 200 meter dari pemakaman. Usai perkenalan singkat, mereka bersedia memanggilkan juru penjaga makam. Namanya Suddin, 56 tahun. Pembawaannya senang mengumbar senyum.

Suddin membukakan pintu masjid yang ternyata dikunci. Makam Pangeran Ali berada di aula utama masjid. Hanya dipisahkan pintu geser dari kaca. Dijelaskannya, Pangeran Ali mendirikan Kerajaan Sebamban bersamaan dengan masa pemerintahan Sultan Adam, Raja Banjar ke-12 yang memerintah pada tahun 1825-1857.

Ayah Pangeran Ali adalah Syarif Abdurrahman al-Idrus. Kakeknya, Sultan Syarif Idrus al-Idrus adalah pendiri Kerajaan Kubu. Sementara sang ibu, Syarifah Aisyah al-Wadri Jamalullail adalah putri Sultan Syarif Abdurrahman al-Qadri Jamalullail, pendiri Kerajaan Pontianak. "Jadi, keluarga beliau mempertemukan darah dari dua kerajaan," jelas Suddin.

Selain dari sang ayah, pendidikan Pangeran Ali semasa kecil juga diperhatikan sang paman. Sultan Syarif Habib Alwi al-Idrus yang menjabat di Kerajaan Ambawang. "Beliau menetap di Kubu bersama keluarga ayahnya. Pada masa itu beliau menikah dan mendapat dua putra. Syarif Hasan al-Idrus dan Syarif Abu Bakar al-Idrus," sebutnya.

Kerajaan Kubu sekarang terletak di wilayah Kabupaten Kubu Raya, Kalbar. Sejarah Kubu bermula dari 45 pedagang asal Hadramaut. Tujuan penjelajahan para habib ini adalah perdagangan di Asia. Namun, setelah menetap di Kalimantan beralih dengan pendirian kerajaan.

Kubu menjalin hubungan baik dengan pemerintah Inggris. Ini memicu rasa tak senang pemerintah Hindia Belanda. Belanda coba menekan dengan memanfaatkan konflik internal kerajaan. "Beliau lalu hijrah untuk menghindari konflik," tukasnya.

Meninggalkan istri dan anaknya, Pangeran Ali hanya ditemani sepupunya Syarif Jakfar bin Abu Bakar dan pamannya Syarif Zain bin Sultan Syarif al-Idrus. "Beliau berlayar melalui Sungai Kapuas, masuk ke Sungai Barito hingga tiba di Sebamban," jelasnya. Setelah membuka pemukiman, masyarakat mengangkatnya menjadi Raja Sebamban pertama.

Saya mendapat informasi tambahan berharga dari Garry Hendarto, pengajar Ponpes al-Kautsar di Sungai Danau. Garry masih teman karib semasa kuliah. "Sebamban lalu menjadi ramai dan makmur, pedagang dari luar daerah pun berdatangan," jelasnya.

Pangeran Ali lalu menikah lagi dengan tiga perempuan. Antara lain putri dari Kesultanan Bone, Sulawesi Selatan. Putri dari Kesultanan Banjar asal Negara, Hulu Sungai Selatan. Dan putri dari Kerajaan Makassar. Di masa itu, perkawinan adalah cara terbaik untuk mengikat hubungan diplomasi antar kerajaan.

Menjelang meletusnya Perang Banjar, Pangeran Ali wafat. Anak sulungnya Syarif Mustafa al-Idrus enggan menggantikan ayahnya. Posisi Raja Sebamban kedua lalu dijabat Syarif Gasim, keponakan Pangeran Ali.

Penjajah Belanda sangat ingin mencaplok Kerajaan Sebamban. Ketimbang dikuasai, istana lalu dibumihanguskan. "Maka berakhirlah riwayat kerajaan muda yang hanya memiliki dua raja ini," pungkas Garry. Jejak fisik kerajaan bisa ditemui di kantor Camat Angsana. Berupa meriam perang milik kerajaan yang dipajang di halaman kecamatan. (war/fud)


BACA JUGA

Minggu, 15 September 2019 12:45

Mencoba Cantik dalam Kabut Asap

Kabut asap tak hanya menimbulkan permasalahan lingkungan. Bagi kaum hawa,…

Sabtu, 14 September 2019 09:38

Angkat Perjuangan Guru Terpencil Mempelajari IT

Kantor Pusat Radar Banjarmasin, kemarin kedatangan tamu salah seorang finalis…

Kamis, 12 September 2019 11:44

Posko Bantuan Alalak Selatan: Bantuan Datang dari Segala Penjuru

Dua hari setelah kebakaran hebat di Alalak Selatan, bantuan datang…

Senin, 09 September 2019 12:24

Ayo Gowes sampai Ban Bocor!

Kota Banjarmasin sedang jadi perhatian insan olahraga nasional. Sebagai tuan…

Sabtu, 07 September 2019 12:26

Ersya Purnama Sari, Peserta The Voice asal Banjarmasin

Satu lagi perempuan asli Banjarmasin yang membawa nama baik bagi…

Sabtu, 07 September 2019 12:16

Puluhan Tahun Hanya Diberi Janji, Begini Harapan Warga di Perbatasan HST-HSU

Janji tinggal janji. Itulah yang dirasakan Tatah Cagat Balimau, Desa…

Jumat, 06 September 2019 12:22

Penayangan Pedana Film Suami yang Menangis

"Kalau tidak mampu, lebih baik bersabar. Cukup dengan satu istri”.…

Kamis, 05 September 2019 13:19

Tergantung Leding, Tak Takut Lagi Surutnya Sungai Pas Kemarau

Tinggal di kota seribu sungai tak membuat Banjarmasin berlimpah air…

Rabu, 04 September 2019 11:34

Tarif Ojek Online Naik, Sayangnya Insentif Malah Turun

Tarif baru ojek online (ojol) dimulai serentak seluruh Indonesia sejak…

Selasa, 03 September 2019 11:49

Ibnu Sina Tantang Siswa Menulis tentang Banjarmasin

10 detik awal yang dilakukan 79 persen generasi milenial saat…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*