MANAGED BY:
SABTU
25 SEPTEMBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

BANUA

Kamis, 17 Desember 2020 15:14
SMK-PP Negeri Banjarbaru
Kementan Dorong Penumbuhan dan Pengembangan Korporasi Petani di Food Estate

Kapuas, - Kementerian Pertanian (Kementan) terus berupaya dalam pengembangan kawasan Food Estate di Provinsi Kalimantan Tengah, yang meliputi Kabupaten Kapuas dan Kabupaten Pulang Pisau.

Kali ini Kementan melalui Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) bekerjasama dengan Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Peternakan (TPHP) Provinsi Kalimantan Tengah menggelar acara “Workshop penumbuhan dan pengembangan korporasi petani di kawasan food estate Kalimantan tengah” , Rabu, (16/12/2020).

Dibuka oleh Kepala Dinas Tanaman Pangan Hortikultura Dan Peternakan Provinsi Kalimantan Tengah, Sunarti, “Kondisi iklim merupakan tantangan bagi kita semua bagaimana agar SDM pertanian tetap kuat dan mandiri”, Ungkapnya.

Lanjut Kepala BPPSDMP Kementan, Dedi Nursyamsi yang hadir di kesempatan itu menegaskan, “Saat ini kita sedang transformasi, dari pertanian tradisional ke modern”, Ujarnya mengawali materi.

“Tradisional menghasilkan produktivitas rendah, sementara pertanian modern lebih tinggi. Dulu, penduduk Indonesia masih sedikit, tak masalah pertanian tradisional. Sekarang penduduk 270 juta, jika pertanian masih tradisional maka tak akan cukup”, tegas Dedi Nursyamsi.

Sebab, Kepala BPPSDMP menjelaskan bahwa pertanian tradisional masih menggunakan alat seadanya, seperti binatang, varietas lokal, cara panen pakai Arit dan sangat rentan terbuang percuma hasil panennya. Pertanian modern tidak menggunakan alat itu, karena tujuannya adalah agar hasil panen melimpah dan unggul.

“Kita harus merubah mindset, pertanian tidak hanya sekedar keterpaksaan, tetapi harus bisnis, harus menghasilkan duit. Guna meningkatkannya, harus menggunakan bibit unggul, sarana modern”, Lanjut Dedi Nursyamsi.

Sebab dengan Korporasi ini, Kepala BPPSDMP berharap petani jangan jual gabah, harus dijadikan beras baru jual (meningkatkan nilai jual). Apalagi kalau menggunakan packing yang bagus, maka harga jual akan tinggi. Semuanya harus jadi duit, petani tak hanya jual beras, tapi jual bibit, dedak, sekam, pokoknya semuanya harus jadi duit.

Food Estate ini merupakan instruksi langsung Presiden RI Joko Widodo untuk mengembangkan konsep pertanian dari hulu ke hilir, dalam konsep kluster berbasis Korporasi Petani pada program lumbung pangan (food estate) di Provinsi Kalimantan Tengah.

Maka Menteri Pertanian RI Syahrul Yasin Limpo menegaskan, "Korporasi petani bentuk pemberdayaan ekonomi petani, berdimensi strategis dalam pengembangan kawasan pertanian. Dibentuk dari, oleh, dan untuk petani" ,kata Mentan.

SMK-PP Negeri Banjarbaru sebagai Unit Pelaksana Teknis Kementan ikut hadir di workshop itu dan ikut berperan dalam pengembangan kawasan Food Estate khususnya di Kabupaten Kapuas dan Kabupaten Pulang Pisau. (WD/ed)


BACA JUGA

Jumat, 24 September 2021 11:35

Warga Muak, Tunggu Peresmian Jembatan Alalak

BANJARMASIN - Meski sudah selesai 15 September tadi, jembatan Sungai…

Jumat, 24 September 2021 11:32

Makin Nyaman, Dana Parpol Diusulkan Naik

BANJARMASIN - Tahun ini, dana parpol yang disalurkan Pemprov Kalsel…

Jumat, 24 September 2021 08:42
Pemkab Tanah Laut

Silakan Investor Terlibat

PELAIHARI - Kabupaten Tanah Laut yang secara regulasi masih berstatus…

Jumat, 24 September 2021 08:41
Pemkab Tanah Laut

Kuatkan Ideologi dan Nilai Kebangsaan

JORONG - Pemerintah Kabupaten Tanah Laut melalui Badan Kesatuan Bangsa…

Jumat, 24 September 2021 08:39
Pemkab Tanah Bumbu

Pelajar Diberi Materi Nikah

BATULICIN – Sebanyak 40 peserta mengikuti bimbingan perkawinan pra nikah…

Kamis, 23 September 2021 16:25

Pandemi, Kinerja Wakil Rakyat pun Melembek

BANJARMASIN - Pandemi Covid-19 berdampak terhadap kinerja wakil rakyat. Salah…

Kamis, 23 September 2021 16:24

Laporan Vaksinasi Terkendala Jaringan, Data Pusat dan Daerah Tak Sinkron

BANJARMASIN - Banjarmasin dan Banjarbaru masih berstatus PPKM level 4…

Kamis, 23 September 2021 16:22

HSU Diterpa Isu Korupsi, Bupati Wahid Tampil ke Publik

AMUNTAI - Sejak HSU diterpa kasus korupsi, Bupati Hulu Sungai…

Kamis, 23 September 2021 16:19

Banyak Orang Tua Minta Sekolah Dibuka, Meski Banjarbaru Berstatus PPKM Level 4

BANJARBARU - Ketidakpastian soal pembukaan sekolah tatap muka membuat banyak…

Kamis, 23 September 2021 16:18

Genjot Vaksin, Banjarbaru Minta Kuota Lebih Banyak

BANJARBARU – Munculnya dua indicator baru yang membuat Banjarbaru tetap…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers