MANAGED BY:
KAMIS
23 SEPTEMBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

BISNIS

Jumat, 25 Desember 2020 10:06
Pemogokan Karyawan Grand Mentari, Pemko Mestinya Lebih Peka
TUNTUT HAK: Karyawan Grand Mentari berkumpul di halaman parkir hotel. Mereka kompak tidak bekerja sampai tuntutan dipenuhi manajemen hotel. | FOTO: WAHYU RAMADHAN/RADAR BANJARMASIN

Ancaman itu bukan isapan jempol belaka. Puluhan karyawan Hotel Grand Mentari menggelar aksi mogok kerja. Pemko Banjarmasin terkesan gagal mendeteksi masalah ini sejak dini.

---

BANJARMASIN - Ketua DPW Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) Kalsel, Yoeyoen Indharto menuding manajemen Hotel Grand Mentari tidak peka terhadap nasib karyawannya. Tudingan serupa juga dialamatkan kepada Pemko Banjarmasin.

Sebab, sampai sekarang, tak ada tanggapan atas surat peringatan yang dilayangkan serikat buruh.

"Sudah dua kali surat dilayangkan, tapi seperti ada pembiaran. Hingga akhirnya, karyawan pun memutuskan mogok kerja sampai waktu yang tak ditentukan," ucap Yoeyoen.

Ditutup pada awal pandemi, karyawan hotel sempat dirumahkan. Lalu, sejak awal Juli, hotel kembali dibuka.

Karyawan kembali masuk bekerja, tapi bergantian. Hanya bekerja selama lima hari dalam sebulan. Sehari cuma diupah Rp100 ribu.

Sementara tingkat hunian hotel kembali ramai. Jadi yang kebagian shift, dibuat kewalahan melayani tamu yang menginap.

Tuntutan karyawan sederhana. Mereka kembali bekerja seperti biasa. Jika tidak, mereka akan melancarkan aksi mogok. Dimulai sejak kemarin (24/12).

"Harusnya pemko melalui Dinas Tenaga Kerja mengupayakan mediasi antara karyawan dan manajemen hotel. Kalau seperti ini, yang rugi bukan hanya hotel, tapi juga pemko," tambah Yoeyoen.

Bila aksi mogok ini tak membuahkan hasil, FSPMI siap menempuh jalur hukum. Menuntut pemutusan hubungan kerja (PHK), komplet dengan uang pesangon.

"Agar kawan-kawan bisa bekerja di tempat lain," tutupnya.

Lalu, apa jawaban pemko? Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Koperasi Usaha Mikro dan Tenaga Kerja Banjarmasin, Doyo Pudjadi mengaku tak mengetahui masalah ini.

"Tidak ada surat yang masuk terkait perkara ini. Kalau ada, sudah pasti kami tindaklanjuti," ujarnya via sambungan telepon.

Doyo hanya berjanji akan mencari tahu. "Nanti kami pantau," tambahnya.

 

Disegel atau Kena PHK

 

BAGAIMANA cara karyawan Hotel Grand Mentari menunaikan aksi mogoknya?

 

Pantauan Radar Banjarmasin kemarin (24/12), sekitar jam 10 pagi, puluhan karyawan hanya duduk-duduk di halaman parkir hotel. Menunggu negosiasi dengan manajemen hotel.

 

Untuk mengusir bosan, mereka menghibur diri dengan bernyanyi.

 

"Kami menunggu manajemen bertemu dengan pemilik hotel, Yanto Gunadi, guna menyampaikan tuntutan kami," kata perwakilan karyawan, Syaiful Bazar.

 

Ditegaskannya, semua karyawan sudah bersepakat untuk berhenti bekerja sampai tuntutannya dipenuhi. Syaiful juga mendesak agar Pemko Banjarmasin turun tangan.

 

"Kami meminta dinas terkait agar menyegel hotel ini. Mending sama-sama saja tak bekerja. Karena diupah Rp100 ribu cukup buat apa," cecarnya.

 

Ketika tingkat hunian hotel mulai membaik, karyawan yang dirumahkan dipanggil kembali.

 

Tapi lewat sistem shift, ada yang hanya bekerja selama lima atau 10 hari dalam sebulan. Digaji Rp100 ribu per hari kerja.

 

Menurutnya, manajemen telah menggantung nasib karyawan. Jika tak lagi sanggup menggaji, mending di-PHK saja. "Jika ingin PHK, tidak apa-apa, asalkan hak karyawan dipenuhi. Jangan malah digantung begini," pungkasnya.

 

Dikonfirmasi terpisah via sambungan telepon, Duty Manajer Hotel Grand Mentari, Richard mengaku juga menunggu solusi dari pemilik hotel.

 

"Mohon diberikan tenggang waktu. Permintaan serupa juga sudah disampaikan kepada semua karyawan," ujarnya.

 

Sampai kapan? Richard tak berani memberikan tanggal. "Saya belum bisa memastikan kapan, tapi secepatnya," tambahnya. (war/gmp/fud/ema)


BACA JUGA

Selasa, 21 September 2021 13:56

Ditegur Satpol PP, Izin Caviar pun Disoal

BANJARMASIN – Pengelola tempat hiburan malam (THM) yang melabrak PPKM…

Senin, 20 September 2021 13:46

Hiswana Usul Naikkan Gas 3kg, Pakar: Pemprov Harus Melihat Keadaan

BANJARMASIN – Pakar ekonomi Gusti Suryasari Rahmatiilah merespons usulan Hiswana…

Sabtu, 18 September 2021 19:00

Ingin Buka, Museum Tunggu Izin

BANJARBARU - Hampir dua tahun sudah Museum Lambung Mangkurat di…

Jumat, 17 September 2021 21:01
PLN Kalselteng

PLN Kalselteng Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir Kalteng

PALANGKA RAYA - Tidak hanya fokus melakukan memulihkan pasokan listrik,…

Jumat, 17 September 2021 13:32

Belum Pasti Kapan Bioskop Buka

BANJARBARU - Mulai kemarin (16/9) bioskop di seluruh Indonesia dibuka…

Kamis, 16 September 2021 18:58

Pelaku Usaha Minta Jangan Diketati Lagi

BANJARMASIN - Turunnya level PPKM di Banjarmasin dan Banjarbaru disambut…

Kamis, 16 September 2021 15:39

Ada Wacana Kenaikan Tarif Air Leding, PDAM: Pemprov Lebih Tahu

BANJARMASIN – Wacana kenaikan tarif air leding menghebohkan media sosial.…

Kamis, 16 September 2021 15:34

Harga Elpiji Ingin Dinaikkan, Momennya yang Tidak Tepat

BANJARMASIN – Usulan Hiswana Migas Kalsel untuk menaikkan harga eceran…

Rabu, 15 September 2021 09:44

Pandemi, Baayun Maulid di Masjid Banua Halat Kembali Ditiadakan

RANTAU – Pelaksanaan Baayun Maulid belum bisa di gelar pada…

Selasa, 14 September 2021 17:46

Ternyata Bukan Cuma Isu, Hiswana Minta HET Gas 3 Kg Dinaikkan

BANJARMASIN - Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas Bumi Kalsel…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers