MANAGED BY:
SELASA
26 OKTOBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

HUKUM & PERISTIWA

Selasa, 21 Juni 2016 00:19
WADUH...!! Razia Sakadup Berakhir Ricuh
SEMPAT RICUH - Para pedagang di Jalan A Yani Km 1 Gang Terminal RT 21, Kelurahan Sungai Baru, Banjarmasin Tengah, usai dirazia Satpol PP.

BANJARMASIN –Tak terima warungnya dirazia, pedagang di Jalan A Yani Km 1 Gang Terminal RT 21, Kelurahan Sungai Baru, Banjarmasin Tengah, melawan Satpol PP. Alhasil, razia warung sakadup yang dilakukan kemarin siang berakhir ricuh.

 

Kejadian ini bermula saat anak pemilik warung ingin membereskan bekas makan dan minum. Namun, dicegah  oleh Satpol PP dengan alasan piring dan gelas itu menjadi barang bukti untuk tipiring. Tak terima piring dan gelas yang hendak diamankan, anak pemilik langsung membanting dan memecahkan piring.

 

Emosi pemilik warung pun tak terbendung. Bersama dua orang saudaranya, anak pemilik warung mencoba melawan Satpol PP dengan melakukan aksi dorong dan pukul. Satpol PP yang awalnya hanya diam akhirnya terpicu emosi karena pemilik warung datang dengan membawa sebatang balokan kayu.

 

Tak hanya sampai di situ, pemilik pun berteriak akan mengambilkan parang. Akhirnya, Satpol PP yang tidak terima dengan perlakuan pemilik warung melakukan aksi pemukulan. Alhasilnya, aksi dorong dan pukul pun tak terbendung lagi.  

 

Parahnya,   Satpol PP yang ingin mengamankan tiga anak pemilik warung juga dihalang-halangi  oleh keluarga pemilik warung. Tak ingin ricuh, akhirnya tiga anak pemilik warung dibebaskan oleh Satpol PP. Tak sampai di situ, Satpol PP pun dicaci maki oleh keluarga pemilik warung. “Warung dirazia. Padahal mesum juga Satpol PP. Kalau mau razia semua warung, jangan tebang pilih,” cecar mereka.

 

Meski demikian, aksi pemukulan jelas memakan korban baik dari Satpol PP maupun dari pihak warung. Satpol PP yang tidak terima anggotanya menjadi koban pemukulan pun langsung melaporkan ke Polresta Banjarmasin.“Tadi ada aksi pemukulan. Anggota kami jadi korban. Dua anggota kena. Salah satunya perempuan,” ujar Kasi Penyelidikan dan Penyidikan Satpol PP Kota Banjarmasin, Mulyadi.

 

Mulyadi dan anggota Satpol PP lainnya langsung menuju ke Polresta Banjarmasin untuk melakukan pelaporan. Namun, belum sempat membuat laporan resmi, Saptol PP langsung balik kanan.  “Iya kami masih menunggu suasana dulu agar kondusif. Kalau memang memungkinkan, kami akan melaporkan kejadian ini secara resmi,” ujar Mulyadi.

 

Anggota Satpol PP yang menjadi korban adalah Novia Mawarni. Terlihat luka lebam di dagu akibat terhempas ke jalan. Tangannya pun ada luka lecet. “Rekan saya ada juga yang kena cakar dan kena pukul. Saya lupa ada berapa pelakunya yang jelas ricuh. Kami sampai jadi korban,” cerita Novia.

 

Sementara itu, Kapolresta Banjarmasin Kombes Pol Wahyono, menyesalkan kericuhan dan kejadian pemukulan ini. Menurutnya, hal itu dapat diatasi melalui pendekatan. “Bisa baik-baik, PPNS Pol PP lho ada, bisa mendatangi warga. Warga pun pasti mengerti, apalagi Banjarmasin kota agamis. Semuanya bisa kok dengan baik-baik. Untuk persoalan wacana pelaporan oleh Satpol PP, masih kami perdalam. Kalau memang unsurnya memenuhi akan kami proses,” pungkasnya.

 

Di tempat terpisah, Zainal yang merupakan anak sulung pemilik warung menceritakan, sebelum terjadinya kericuhan dan pemukulan, dirinya sudah berbicara kepada Satpol PP yang datang secara baik-baik. “Semuanya masih baik-baik saja. Satpol PP pun masih baik datang. Komunikasi pun lancar. Namun, entah mengapa adik saya, Yamani alias Otot, terpancing dan langsung memecahkan piring. Akhirnya, semuanya saling terpancing, cekcok mulut yang berujung aksi dorong dan saling melawan,” ceritanya.

 

Ia pun menyayangkan terjadi hal yang demikian. Apalagi, beberapa saudaranya seperti Haryadi dan Otot juga mengalami luka lecet hingga baju sobek. “Ulun sudah kada kehalatan lagi (Saya sudah tak bisa memisahkan lagi). Ading ulun Kiki gin kada sanggup jua (Adik saya Kiki juga tak sanggup). Kami maunya baik-baik. Kalau bisa diselesaikan dengan baik kenapa tidak,” sesalnya.

 

Pemilik warung pun dijemput oleh Polresta untuk dimintai keterangan. Dari informasi yang dihimpun oleh Radar Banjarmasin, semuanya sudah diselesaikan secara mediasi. Untuk diketahui, razia sakadup kali ini merupakan yustisi ke tiga yang dilalukan oleh Satpol PP Kota Banjarmasin selama Ramadan (eka/lan/by/ran)


BACA JUGA

Kamis, 03 September 2015 08:40

Menengok Pusat Produksi Rinjing di Nagara: Pernah Produksi Wajan Khusus untuk Haulan Guru Sekumpul

<p><em>Ibu rumah tangga pasti mengenal alat masak yang satu ini. Ya, wajan atau rinjing…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers