MANAGED BY:
RABU
20 OKTOBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

HUKUM & PERISTIWA

Selasa, 21 Juni 2016 00:28
Ini Hasil Penelusuran Utusan FH ULM
PERLIHATKAN BUKTI - Rektor Universitas Lambung Mangkurat Sutarto Hadi memperlihatkan ijazah Rifqinizamy yang dinyatakan palsu oleh Universiti Kebangsaan Malaysia, di ruang rektorat, kemarin.

BANJARMASIN - Setelah beberapa hari terakhir publik dibuat bertanya-tanya atas dugaan pemalsuan ijazah S2 yang dilakukan dosen Fakultas Hukum (FH) Universitas Lambung Mangkurat (ULM) Rifqinizamy Karsayuda, akhirnya jawabannya terungkap kemarin.


Utusan FH ULM yang mendatangi Universitas Kebangsaan Malaysia (UKM) 16 Juni tadi, mendapat informasi resmi dari UKM bahwa ijazah S2 yang dimiliki Rifqi memang palsu. Dengan membawa berkas lengkap, utusan FH ULM yang terdiri dari Ketua Program Pascasarjana FH ULM, Prof Hadin Muhjad dan Wakil Dekan I FH ULM Dr Ichsan Anwari didampingi Dekan FH ULM Dr Mochamad Effendie menunjukkan hasil yang didapatnya kepada Raktor ULM Prof Sutarto Hadi, Senin (20/6) kemarin.


Dihadapan Sutarto, Ichsan membeberkan, ijazah S2 dan transkip nilai yang dimiliki Rifqi disebutkan oleh pihak UKM yang ketika itu diwakili Dekan Fakulti Undang-Undang (FUU) UKM, Prof Rohimi Shapiee dan Tim Dekan Siswazah, Penyelidikan, Hubungan Antar Bangsa dan Industri FUU UKM, Prof Dr Nazura Abdul Manaf, bahwa ijazah S2 yang dimiliki Rifqi tak patut atau bukan asli.


Dalam penjelsannya kepada Sutarto, Ichsan membawakan bukti surat pernyataan resmi dari UKM yang ditandatangani langsung oleh Rohimi. Isi surat menyatakan bahwa pelajar bernama M. Rifqinizamy dengan nomor pelajar P42242  tidak mendaftar pada semester 2 sesi 2011/2012.


Karena tak mendaftar, pihak universitas mengambil keputusan memberhentikan Rifqi. Sehubungan dengan itu, fakultas mengesahkan bahwa Rifqi telah gagal dan diberhentikan atas sebab tidak mendaftar pada semester 2 sesi 2011/2012.


Lebih jauh Ichsan menerangkan, Rifqi sendiri sebenarnya memang tercatat sebagai mahasiswa S2 FUU UKM sejak tahun ajaran 2007/2008. Namun, berdasarkan salinan transkrip akademik FUU UKM, di semester 2 (genap) sesi 2011/2012 (semester 1 = ganjil, semester 2 = genap) Rifqi diketahui sudah tidak lagi mendaftar sehingga dinyatakan berhenti dari kampus (diberhentikan).


"Rifqi memang sudah sampai mengerjakan dan lulus pada ujian tesis (viva) di FUU UKM. Tapi setelah itu ia tidak menghantar (menyerahkan) pembetulan (perbaikan) mayor dan tidak mengikuti sejumlah kursus seperti Bahasa Melayu," ujar Ichsan. Perbaikan mayor dan kursus sendiri wajib dilakukan mahasiswa di Malaysia setelah lulus ujian tesis yang diputuskan lulus dan layak meneruskan pengajian. "Yang pasti logikanya jika orang tak selesai kuliah, maka tak mungkin ada ijazahnya," tukasnya.


Sementara, Sutarto meminta kepada Rifqinizamy Karsayuda untuk muncul ke publik dan memberikan klarifikasi atas dugaan yang sudah ada bukti lengkap. Ia meminta kepada Rifqi untuk berjiwa besar dan menjelaskan yang sebenarnya kepada publik terkait yang dialaminya saat ini. "Saya harapkan Rifqi agar muncul memberikan penjelasan apa yang sesungguhnya," kata Sutarto yang berharap agar tak menimbulkan polemik yang terlalu jauh.


Ditanya tindakan apa yang dilakukan pihaknya setelah menerima laporan resmi dari UKM yang dibawa dua utusan FH ULM, Sutarto tetap menunggu keputusan Kemenristek Dikti. Pasalnya, jelasnya, tenaga pendidik di universitas berada di bawah Kemenristek Dikti langsung. Pihaknya tak bisa mengambil keputusan cepat.


Dalam waktu dekat, ia menjanjikan akan melakukan komunikasi dengan Dikti dan Universitas Brawijaya terkait hasil klarifikasi keaslian ijazah S2 Rifqinizamy kemarin. "Status kepegawaian tetap menunggu Kemenristek Dikti. Sebab, penjatuhan sanksi tersebut sepenuhnya pada biro kepegawaian di Kemenristek Dikti, mengingat mereka yang lebih berhak dalam memutuskannya," ucapnya sembari menerangkan hingga saat ini masih belum menerima klarifikasi resmi dari Rifqi.


Apakah setelah data ini diterima akan langsung ada sanksi yang diterbitkan pihak ULM pada yang bersangkutan? Sutarto mengaku tidak akan melakukan hal tersebut, namun akan menyerahkan sepenuhnya penjatuhan sanksi tersebut pada biro kepegawaian di Kemenristek Dikti, mengingat mereka yang lebih berhak dalam memutuskannya.


Agar masalah ini tidak kembali terulang, Prof Sutarto Hadi juga sudah meminta pada wakil rektor rektor untuk mengecek kembali seluruh ijazah seluruh dosen yang mengajar di ULM, utamanya yang menempuh pendidikan di luar negeri. "Ya ini pelajaran bagi kami di ULM agar lebih ketat lagi dalam melakukan pengawasan terhadap ijazah dosen yang pernah menempuh pendidikan di luar negeri," tandasnya.

 

Sementara Dr Illah Sailah yang dikonfirmasi mengaku tanda tangannya juga telah dipalsukan dalam surat keputusan penyetaraan ijazah Rifqi. “Benar itu bukan tanda tangan saya yang ada dalam lembar mirip penyetaraan ijazah luar negeri. Kami punya database lengkap. Oknum ini mengambil nomor SK penyeteraan ijazah milik orang lain,” jawabnya dalam pesan singkat. (mof/by/ran)


BACA JUGA

Selasa, 19 Oktober 2021 20:37

Sindikat Penagihan Online Dibongkar Polisi

KOTABARU- Sindikat kantor penagihan di Desa Semayap, Kotabaru, digulung polisi,…

Selasa, 19 Oktober 2021 14:22

Nenek Tanpa Identitas Tewas Ditabrak, Sehari Dua Kecelakaan Lalu Lintas di Rantau

RANTAU – Kecelakaan lalu lintas kembali terjadi lagi di Tapin,…

Selasa, 19 Oktober 2021 14:17

Yaa Allah..! Pengendara Masuk Kolong Mini Bus

BARABAI - Seorang pengendara motor bernama Misransyah (54) mengalami kecelakaan…

Selasa, 19 Oktober 2021 14:09

1.640,14 gram Sabu Dilarutkan ke Drainase, Hasil Tangkapan Dua Bulan

BANJARMASIN - Barang bukti hasil tangkapan Satres Narkoba Polresta Banjarmasin…

Selasa, 19 Oktober 2021 13:41

Dipukul, Balas Menikam Hingga Tewas, Satu Persatu Pelaku Dicokok

BANJARMASIN - Tiga orang pelaku pengeroyok yang menewaskan Ahmad Muzakir…

Senin, 18 Oktober 2021 21:50

Heboh..! Fortuner Remuk Ditimpa Kontainer

  BANJARBARU - Warga Banjarbaru dibuat heboh. Pasalnya, satu unit…

Senin, 18 Oktober 2021 16:11

Mayat Bayi Ditemukan di Tepi Laut

KOTABARU -  Temuan mayat bayi di pinggir laut Desa Hilir…

Senin, 18 Oktober 2021 16:10

Ditinggal Pergi, Rumah Ludes Terbakar

PELAIHARI - Rumah yang dihuni Rafi'i di Jalan Lok Serapang…

Senin, 18 Oktober 2021 15:47

Mahasiswi Korban Jambret Luka di Pipi, Tiga Hari Pelaku dan Penadah Berhasil Diringkus

BANJARBARU - Sepekan silam, tepatnya Ahad (10/10) dinihari, Gang Purnama…

Sabtu, 16 Oktober 2021 13:52

Puluhan Kasus Narkoba Diungkap Polres Kotabaru

KOTABARU- Dalam lima bulan terakhir, jajaran Polres Kotabaru gencar memerangi…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers