MANAGED BY:
SENIN
08 MARET
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE
Kamis, 31 Desember 2020 10:33
Dilema Diversi Berhadapan dengan KUHP

Sebuah Pandangan Terhadap Kasus Tindak Pidana Pencurian Dilakukan Anak di Bawah Umur

Penulis: Syahril Rifani SH

Namun, pada penerapannya ada sedikit terjadi ketidakadilan. Seperti pada tindak pidana pencurian, jika dikaitkan dengan Pasal 362 KUHP, masih bisa berjalan seiring, namun untuk Pasal 363 KUHP tidak begitu.

Pasal 362 KUHP berbunyi: Barang siapa mengambil barang sesuatu, yang seluruhnya atau sebagian kepunyaan orang lain, dengan maksud untuk dimiliki secara melawan hukum, diancam karena pencurian, dengan pidana penjara paling lama lima tahun atau pidana denda paling banyak sembilan ratus rupiah.

Karena ancaman berdasarkan pasal ini hanya paling lama lima tahun, maka penerapan Pasal 7 UU No 1 Tahun 2012 tersebut tak menjadi persoalan.

Pasal 363 KUHP mengatur tindak pidana pencurian dengan pemberatan. Isinya; Diancam dengan pidana penjara paling lama tujuh tahun; 1. pencurian ternak, 2. pencurian pada waktu ada kebakaran, letusan, banjir gempa bumi, atau gempa laut, gunung meletus, kapal karam, kapal terdampar, kecelakaan kereta api, huru-hara, pemberontakan atau bahaya perang. 3. pencurian di waktu malam dalam sebuah rumah atau pekarangan tertutup yang ada rumahnya, yang dilakukan oleh orang yang ada di situ tidak diketahui atau tidak dikehendaki oleh yang berhak. 4. pencurian yang dilakukan oleh dua orang atua lebih dengan bersekutu. 5. pencurian yang untuk masuk ke tempat melakukan kejahatan, atau untuk sampai pada barang yang diambil, dilakukan dengan merusak, memotong atau memanjat, atau dengan memakai anak kunci palsu, perintah palsu atau pakaian jabatan palsu.

Antara Pasal 362 dan 362 KUHP tersebut, kalau dilihat dari tindak pidananya, hanya pelaksanaan dan jumlah orang saja yang membedakan. Selebihnya sama. Objeknya adalah pencurian.

Dari data yang ada di Balai Pemasyarakatan Kelas I Banjarmasin, menunjukan sekitar 90 % kasus tindak pidana dengan pasal 362 KUHP yang dilakukan anak-anak berhasil dilakukan diversi. Sebaliknya pada Pasal 363 KUHP, sebagian besar berlanjut di pengadilan hingga pidana penjara.

Halaman:

BACA JUGA

Senin, 08 Maret 2021 14:22

Perempuan Banua Semakin Berkualitas

Perempuan diciptakan Tuhan YME menjadi makhluk yang spesial, karena secara…

Kamis, 04 Maret 2021 16:04

Takut Vaksin

Plin-plan. Pada awal pandemi, kita mengerang ketika membaca berita tentang…

Rabu, 03 Maret 2021 13:39

Peran Bimbingan dan Konseling untuk Kemandirian Belajar

Beragam masalah dalam sistem pembelarajaran online, berdampak pada rendahnya motivasi…

Rabu, 03 Maret 2021 13:37

Produksi Beras Bumi Lambung Mangkurat Tahun 2020

Sektor pertanian merupakan salah satu leading sector dalam perekonomian Kalimantan…

Senin, 01 Maret 2021 14:31

Kemiskinan dan Bantuan Pemerintah pada Masa Pandemi di Kalsel

Mengingat kembali peristiwa yang terjadi pada tanggal 25 September 2015,…

Kamis, 25 Februari 2021 14:30

Tiga Kilogram

ABAH punya kebiasaan. Seusai salat subuh pergi mencari sarapan. Keluar…

Rabu, 24 Februari 2021 08:49

Peningkatan Kemiskinan di Masa Pandemi

Tugas pemerintah, baik pusat maupun daerah di masa pandemi semakin…

Jumat, 19 Februari 2021 15:19
OPINI METRO 1902

Satgas Optimis

SEBAGAI tukang gerutu profesional yang digaji untuk menulis kritik, saya…

Rabu, 17 Februari 2021 10:03

Masalah Banjir, Deporestasi dan Tambang

Apa yang terjadi di Kalimantan Selatan (Kalsel), baru-baru ini menjadi…

Senin, 15 Februari 2021 12:16

2021: Banjir dan Kemarau

Hampir sebulan banjir di Kalsel berlangsung. Di beberapa kabupaten/kota banjir…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers