MANAGED BY:
SENIN
06 APRIL
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

FEATURE

Rabu, 22 Juni 2016 02:07
Begini Nih Pembinaan di Pesantren Mualaf
PESANTREN MUALAF – Ketua Harian Ansharul Mualafin, Badaruddin berpose di depan pesantren yang menjadi tempat pembinaan para mualaf di Kecamatan Halong.

PROKAL.CO,  

Sebagai kecamatan yang terkenal dengan miniatur Indonesia karena enam umat beragama hidup rukun damai di dalamnya, setiap warga di Halong Kabupaten Balangan memang bebas untuk memilih kepercayaannya masing-masing, namun untuk sebagian kecil warga ada konsekuensi tersendiri di keluarganya apabila ingin berpindah agama.

===============================

WAHYUDI, Halong

===============================

SUDAH sejak tiga tahun terakhir dari tahun 2013, Pondok Pesantren (Ponpes) Nurul Muhibbin Kecamatan Halong menjadi tempat penampungan bagi warga setempat yang memutuskan memeluk agama Islam.

Untuk mempermudah melakukan pembinaan terhadap para mualaf, Ponpes yang merupakan cabang dari Ponpes Nurul Muhibbin HST binaan dari Guru Bakhiet tersebut, membentuk sebuah lembaga yaitu Ansharul Mualafin.

Ketua Harian Ansharul Mualafin, Badaruddin mengungkapkan, dari tahun 2013 hingga sekarang pihaknya mencatat sudah ada 163 mualaf yang menjadi binaan mereka tersebar di seluruh desa di Kecamatan Halong.

"Kebanyakan dari warga yang ingin memeluk Islam meminta untuk diberi pengetahuan tentang Islam kepada Ponpes, jadi dengan senang hati kami menerima mereka untuk menjadi santri di pesantren," katanya.

Diungkapkannya, setiap mualaf minimal tidak kurang dari dua tahun belajar di pesantren, dari mempelajari bagaimana Islam hingga baca tulis Al Qur'an. Setelah dianggap sudah mengantongi bekal yang cukup, para mualaf kemudian dipersilakan untuk keluar pesantren namun terus dibina secara berkesinambungan.

Selain memberikan fasilitas untuk mempelajari Islam, pihaknya kata Badaruddin juga mencoba untuk membantu para mualaf dari segi materi, salah satunya dengan menyediakan tempat tinggal.

Karena kata dia, sebagian besar mualaf merupakan warga yang kurang mampu, selain itu ada juga sebagian kecil dari mereka yang harus meninggalkan tempat tinggal asalnya lantaran dikucilkan dari keluarga yang fanatik dengan agama asalnya.

"Ada juga yang memilih untuk meninggalkan kampungnya yang mayoritas non muslim, lantaran sudah tidak nyaman dengan perbedaan adat dan tradisi masing-masing agama, termasuk dari segi makanan," ujarnya.

Alhamdulillah kata dia, dari upaya yang dilakukan pihaknya sudah berhasil mengumpulkan dana dari donatur sekitar Rp60 juta. Uang itu kemudian digunakan untuk membeli lahan seluas sekitar setengah hektare yang ke depannya akan diperuntukkan buat tempat tinggal para mualaf.

Bantuan juga datang dari pemerintah daerah setempat bekerjasama dengan pihak ketiga seperti Bank Kalsel Cabang Paringin, guna membangunkan beberapa buah rumah di atas lahan yang cukup untuk delapan buah rumah tersebut.

Pihaknya kata Badar juga membuka donasi melalui rekening untuk masyarakat yang ingin menyisihkan sebagian hartanya membantu para mualaf, yaitu di nomer rekening 7047253297 Bank Mandiri Syariah atas nama Badarudin.

Salah seorang mualaf yang enggan namanya di korankan mengakui, ia bersama lima buah hatinya memutuskan masuk Islam setelah mempelajari dan ikut beberapa pengajian yang ada.

Setelah memutuskan untuk pindah agama lanjutnya, ia bersama kelima putra-putrinya kemudian memilih untuk pindah tempat tinggal karena ingin dekat dengan perkampungan yang dihuni oleh mayoritas Muslim.

"Kalau dekat dengan sesama kan jadinya nyaman dalam beribadah dan bertanya-tanya apabila ada yang mau ditanyakan," ujarnya.

Beruntung, ia yang berasal dari keluarga kurang mampu tertolong dengan adanya lembaga Ansharul Mualafin yang membantu dalam menyediakan lahan untuk para mualaf. (yn/ram)

 

loading...

BACA JUGA

Minggu, 05 April 2020 09:30

Cerita Dokter dan Perawat di Era Corona; Lebih Sibuk, Kini Mandi pun di Rumah Sakit

Dokter dan perawat berada di garis terdepan dalam melawan virus…

Minggu, 05 April 2020 09:13

Program Acil Asmah; Belanja Sayur Bisa Lewat WhatsApp

Banyak cara untuk meringankan beban warga di tengah pandemi. Salah…

Kamis, 02 April 2020 14:56

Sibuknya Peserta dan Alumni Pelatihan Menjahit Saat Pandemi

Akibat Covid-19, masker bedah dipasaran menjadi langka. Untuk menyiasati itu,…

Rabu, 01 April 2020 13:05

Kala Dokter Menginisiasi Produksi APD Secara Mandiri; Libatkan Guru, Anak SMK hingga Tukang Ojek

Minimnya ketersediaan alat pelindung diri (APD) untuk para tenaga medis…

Senin, 30 Maret 2020 12:36

Berita Baik di Tengah Pandemi Corona: Barista Kopi Dibalik Gerakan Pasang Keran Gratis

Dalam perang melawan wabah, Anda tak perlu menunggu menjadi hartawan…

Jumat, 27 Maret 2020 11:51

Fenomena Takhayul Pesisir Kalsel di Tengah Corona

Optimisme beberapa pejabat pemerintah, yang percaya warga akan disiplin tanpa…

Kamis, 26 Maret 2020 13:02

Pakai Jas Hujan, Berharap Kiriman APD Bukan Hanya bagi Perawat Saja

Alat pelindung diri (APD) menjadi pakaian paling "tren" sekarang ini.…

Rabu, 25 Maret 2020 11:49

Cerita-cerita Calon Pengantin yang Gagal Gelar Resepsi; Katering Sudah Pesan Akhirnya Dibagikan ke Anak Yatim

Niat Arif Hendy Wijaya (25) warga Desa Barambai untuk bersanding…

Senin, 23 Maret 2020 12:51

Bincang Santai dengan "Indro Corona"; Sudah Ada Sebelum Masehi, Sembuh dengan Vitamin E

Muhammad Indro Cahyono akhir-akhir ini sibuk mondar-mandir kantor-kantor pemerintah untuk…

Minggu, 22 Maret 2020 05:48

Melihat Penerapan Social Distancing di Bandara Syamsudin Noor

Upaya pencegahan dan meminimalisir penyebaran virus corona atau Covid-19 dilakukan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers