MANAGED BY:
SELASA
18 FEBRUARI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

FEATURE

Rabu, 22 Juni 2016 02:07
Begini Nih Pembinaan di Pesantren Mualaf
PESANTREN MUALAF – Ketua Harian Ansharul Mualafin, Badaruddin berpose di depan pesantren yang menjadi tempat pembinaan para mualaf di Kecamatan Halong.

PROKAL.CO,  

Sebagai kecamatan yang terkenal dengan miniatur Indonesia karena enam umat beragama hidup rukun damai di dalamnya, setiap warga di Halong Kabupaten Balangan memang bebas untuk memilih kepercayaannya masing-masing, namun untuk sebagian kecil warga ada konsekuensi tersendiri di keluarganya apabila ingin berpindah agama.

===============================

WAHYUDI, Halong

===============================

SUDAH sejak tiga tahun terakhir dari tahun 2013, Pondok Pesantren (Ponpes) Nurul Muhibbin Kecamatan Halong menjadi tempat penampungan bagi warga setempat yang memutuskan memeluk agama Islam.

Untuk mempermudah melakukan pembinaan terhadap para mualaf, Ponpes yang merupakan cabang dari Ponpes Nurul Muhibbin HST binaan dari Guru Bakhiet tersebut, membentuk sebuah lembaga yaitu Ansharul Mualafin.

Ketua Harian Ansharul Mualafin, Badaruddin mengungkapkan, dari tahun 2013 hingga sekarang pihaknya mencatat sudah ada 163 mualaf yang menjadi binaan mereka tersebar di seluruh desa di Kecamatan Halong.

"Kebanyakan dari warga yang ingin memeluk Islam meminta untuk diberi pengetahuan tentang Islam kepada Ponpes, jadi dengan senang hati kami menerima mereka untuk menjadi santri di pesantren," katanya.

Diungkapkannya, setiap mualaf minimal tidak kurang dari dua tahun belajar di pesantren, dari mempelajari bagaimana Islam hingga baca tulis Al Qur'an. Setelah dianggap sudah mengantongi bekal yang cukup, para mualaf kemudian dipersilakan untuk keluar pesantren namun terus dibina secara berkesinambungan.

Selain memberikan fasilitas untuk mempelajari Islam, pihaknya kata Badaruddin juga mencoba untuk membantu para mualaf dari segi materi, salah satunya dengan menyediakan tempat tinggal.

Karena kata dia, sebagian besar mualaf merupakan warga yang kurang mampu, selain itu ada juga sebagian kecil dari mereka yang harus meninggalkan tempat tinggal asalnya lantaran dikucilkan dari keluarga yang fanatik dengan agama asalnya.

"Ada juga yang memilih untuk meninggalkan kampungnya yang mayoritas non muslim, lantaran sudah tidak nyaman dengan perbedaan adat dan tradisi masing-masing agama, termasuk dari segi makanan," ujarnya.

Alhamdulillah kata dia, dari upaya yang dilakukan pihaknya sudah berhasil mengumpulkan dana dari donatur sekitar Rp60 juta. Uang itu kemudian digunakan untuk membeli lahan seluas sekitar setengah hektare yang ke depannya akan diperuntukkan buat tempat tinggal para mualaf.

Bantuan juga datang dari pemerintah daerah setempat bekerjasama dengan pihak ketiga seperti Bank Kalsel Cabang Paringin, guna membangunkan beberapa buah rumah di atas lahan yang cukup untuk delapan buah rumah tersebut.

Pihaknya kata Badar juga membuka donasi melalui rekening untuk masyarakat yang ingin menyisihkan sebagian hartanya membantu para mualaf, yaitu di nomer rekening 7047253297 Bank Mandiri Syariah atas nama Badarudin.

Salah seorang mualaf yang enggan namanya di korankan mengakui, ia bersama lima buah hatinya memutuskan masuk Islam setelah mempelajari dan ikut beberapa pengajian yang ada.

Setelah memutuskan untuk pindah agama lanjutnya, ia bersama kelima putra-putrinya kemudian memilih untuk pindah tempat tinggal karena ingin dekat dengan perkampungan yang dihuni oleh mayoritas Muslim.

"Kalau dekat dengan sesama kan jadinya nyaman dalam beribadah dan bertanya-tanya apabila ada yang mau ditanyakan," ujarnya.

Beruntung, ia yang berasal dari keluarga kurang mampu tertolong dengan adanya lembaga Ansharul Mualafin yang membantu dalam menyediakan lahan untuk para mualaf. (yn/ram)

 


BACA JUGA

Selasa, 18 Februari 2020 10:43

Cetak Pemuda Berakhlak Demi Tangkal Radikalisme

Suasana Alam Roh, Kiram Park, kemarin (17/2) ramai sekali. Banyak…

Senin, 17 Februari 2020 11:02

Mengenal Legislator yang Suka Menulis: Sebagai Pedoman Sesama Anggota Dewan

Salah satu tugas anggota DPRD adalah membuat peraturan daerah. Apapun…

Minggu, 16 Februari 2020 06:58

Kalsel Bakal Bangun Pembangkit Listrik Tenaga Angin

Semoga ini bisa menjadi solusi, agar sistem kelistrikan di Banua…

Sabtu, 15 Februari 2020 10:11

Perjalanan Biker Sirath Touring Borneo Lintas Tiga Negara

Hasrat mencapai puncak Pulau Kalimantan menggunakan sepeda motor akhirnya tercapai.…

Kamis, 13 Februari 2020 12:00

Gaduk, Minuman Oplosan yang Kebal Regulasi: Bisa Bikin Mati Mendadak, Tengah Malam Bisa Jual Lebih Mahal

Fungsinya sudah jelas. Alkohol tunggal dengan kadar mencapai 95% bukan…

Kamis, 13 Februari 2020 10:35

Biker Banua Terkesan Kemulusan Aspal Negeri Jiran

Perjalanan tiga anggota Biker Sirath dari Banjarmasin menuju Tip of…

Rabu, 12 Februari 2020 12:27

Nasib Bendungan Pipitak Jaya yang Direncanakan Bakal Tanggulangi Banjir Tapin

Dikerjakan sejak tahun 2015 silam. Bendungan Pipitak Jaya, yang terletak…

Selasa, 11 Februari 2020 11:36

Pamer Buah-Buah Langka, Ada Buah yang Tidak Bisa Diperjualbelikan

Marajai, desa yang terletak di lereng pegunungan Meratus ini, menunjukkan…

Minggu, 09 Februari 2020 10:08

Kebakaran Beruntun 4 Gedung Sekolah di HST: Curiga Disengaja, Datangkan Tim Ahli Forensik dari Surabaya

Kebakaran yang menghanguskan gedung sekolah di Kabupaten Hulu Sungai Tengah…

Jumat, 07 Februari 2020 14:20

Ketika Polisi Datangi SD: Ajari Pakai Helm, Tertib Sejak Dini

Keselamatan di jalan penting ditanamkan sejak dini. Misi itu yang…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers