MANAGED BY:
KAMIS
15 APRIL
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

HUKUM & PERISTIWA

Sabtu, 30 Januari 2021 11:32
Bisnis Tipu-Tipu Hingga Punya Banyak Mobil Mewah, Aset Supriadi Kini Hanya Tinggal Rumah dan Kantor
HANYA SISA RUMAH DAN KANTOR: Markas Travellindo di kawasan Jalan Pangeran Hidayatullah Banjarmasin Timur tampak sunyi. Sang owner Supriadi ditangkap atas tuduhan penipuan 16 Januari 2021. | FOTO: MAULANA/RADAR BANJARMASIN

PROKAL.CO,

BANJARMASIN - Dua pekan sudah Supriadi, 49, pemilik Travelindo Lusiyana Cabang Banjarmasin, mendekam di sel tahanan Mapolresta Banjarmasin. Selama dua pekan penyidik melakukan pemeriksaan terhadap warga Perdagangan Kompleks HKSN Blok 8 dan 9 C Nomor 42 tersebut.

Kabar terbaru, ada dua laporan resmi lagi yang datang ke markas Satreskrim Polresta Banjarmasin. "Ada dua laporan lagi masuk, nilai kerugian Rp400 juta dan Rp200 juta," beber Kasat Reskrim Polresta Banjarmasin, kemarin (29/1).

Dibeberkan Alfian, memang banyak yang datang ke markasnya, namun hanya sebatas berkonsultasi. "Kemarin ada yang datang mewakili 24 orang, tetapi hanya berkonsultasi. Rangkaiannya banyak, katanya sejak 2016 dan 2017. Tapi sampai saat ini belum hadir melaporkan. Dan untuk hari ini ada yang datang dari Tanah Laut, tetapi sebatas konsultasi saja," ucapnya.

Ditambahkan Alfian, ada masyarakat datang berkonsultasi yang mengaku menjadi korban penipuan Supriadi terkait bisnis peternakan ayam. Nilainya mencapai Rp450 juta. "Bisnis  peternakan ayam katanya, tetapi masih konsultasi," tuturnya.

Alfian menduga ada banyak tambahan korban yang belum melapor. "Soal aset menurut keterangan tersangka tersisa kantor di kawasan Banua Anyar dan tempat tinggalnya. Untuk aset kendaraan semua masih bersengketa.  Kami banyak kedatangan pihak pembiayaan dan mereka masih berkonsultasi dengan kami," imbuhnya.

Ada dugaan korban Owner Travelindo ini tak hanya puluhan orang. Bisa jadi di luar sana masih banyak korban kejahatan Supriadi. Seperti salah satu korban bernama Erna Hasim Hamid. Rencananya Erna akan membuat laporan ke Satreskrim Polresta Banjarmasin. "Kasus kami ini sejak tahun 2017. Sampai sekarang uangnya belum dikembalikan. Padahal sudah puluhan kali ditagih," ungkap Erna kepada Radar Banjarmasin.

Halaman:

BACA JUGA

Kamis, 03 September 2015 08:40

Menengok Pusat Produksi Rinjing di Nagara: Pernah Produksi Wajan Khusus untuk Haulan Guru Sekumpul

<p><em>Ibu rumah tangga pasti mengenal alat masak yang satu ini. Ya, wajan atau rinjing…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers