MANAGED BY:
KAMIS
15 APRIL
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

HUKUM & PERISTIWA

Rabu, 03 Februari 2021 13:58
Polisi Buru Cukong Kayu, Razia Harus Dijalankan Rutin
TAK BERTUAN: Kayu jenis Meranti yang ditemukan sebanyak 12 kubik senilai Rp20 juta. Polisi masih memburu siapa aktor utama di balik aktivitas illegal logging ini, termasuk cukong yang membeli dan memberi modal aktivitas ini. | Foto: KPH Hulu Sungai for Radar Banjarmasin

PROKAL.CO,

BARABAI – Kasus illegal logging di Hulu Sungai Tengah sedikit demi sedikit mulai terungkap. Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Hulu Sungai bersama Sat Reskrim Polres HST berhasil mengungkap satu bukti adanya illegal logging di Desa Papagaran, Kecamatan Hantakan, Hulu Sungai Tengah.

Dalam giat yang dilaksanakan pada Senin (1/2), mereka menemukan barang bukti berupa tumpukan kayu diduga jenis Meranti yang sudah dipotong ukuran 10 x 20 dengan panjang 4 meter. Saat dihitung ada 96 potong kayu yang ditumpuk menjadi beberapa bagian. Kayu-kayu itu ditutup dedaunan.

Jika dirupiahkan kayu-kayu itu ditaksir senilai Rp20 juta. Per kubiknya dihitung 12 biji kayu. Satu kubiknya biasanya dihargai Rp 2,5 juta. Jika dikalikan sebanyak 96 biji, artinya ada 8 kubik kayu yang siap jual.

Kasat Reskrim Polres HST, AKP Dany Sulistiono menjelaskan, saat mendapati ada tumpukan kayu, pihaknya langsung menanyakan kepemilikan kayu-kayu tersebut kepada masyarakat setempat. Namun tidak ada warga yang mengetahui. "Jadi kayu-kayu itu langsung dimusnahkan. Pertimbangannya karena tidak ada yang memiliki," katanya saat ditemui Radar Banjarmasin, Selasa (2/2).

Tindakan selanjutnya, pihak Reskrim akan terus melakukan penelusuran dan penyisiran terkait kasus illegal logging di wilayah hulu Meratus. Termasuk mencari siapa pelaku dan dalang utama (cukong) yang menjadi pemodal dan pembeli utama. "Soal permainan hulu dan hilir kita juga akan menyelidiki," jelasnya. Dany juga mengimbau masyarakat harus berani melaporkan jika melihat tindakan illegal logging.

Pihaknya juga mengimbau agar tidak ada penebangan lagi. Supaya tidak terjadi musibah atau bencana banjir. "Setelah terjadi banjir mereka baru mau lapor. Karena sebelum banjir tidak ada orang yang melapor," katanya yang juga meminta masyarakat untuk bekerja sama agar kasus illegal logging di HST bisa terungkap.

Halaman:

BACA JUGA

Kamis, 03 September 2015 08:40

Menengok Pusat Produksi Rinjing di Nagara: Pernah Produksi Wajan Khusus untuk Haulan Guru Sekumpul

<p><em>Ibu rumah tangga pasti mengenal alat masak yang satu ini. Ya, wajan atau rinjing…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers