MANAGED BY:
MINGGU
07 MARET
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

FEATURE

Sabtu, 06 Februari 2021 18:53
Jualan Sepi di Tahun Sapi, Omzet Pedagang Hiasan Imlek Merosot
TERDAMPAK PANDEMI: Toko pernak-pernik Imlek di Jalan Veteran. Mereka kehilangan keuntungan hingga 90 persen. | FOTO: ENDANG SYARIFUDDIN/RADAR BANJARMASIN

PROKAL.CO,

 Tanpa kemeriahan perayaan tahun baru Tionghoa, toko pernak-pernik Imlek milik Mei Ching pun sepi.

-- Oleh: ENDANG, Banjarmasin --

TOKO milik perempuan 75 tahun itu berada di Jalan Veteran, Banjarmasin Timur. Plang tokonya tertulis nama 'Nirmala'.

Ketika penulis tiba di sana, kemarin (5/2) pagi, Mei Ching sedang duduk di depan toko bersama dua calon pembeli. "Tunggu dulu ya, mas," ujarnya ramah.

Dalam cerita Mei, Nirmala berdiri sejak 40 tahun silam. Sebelumnya kios kecil saja. Sejak Jalan Veteran dilebarkan, ia memberanikan diri membangun ruko.

Sebelum pandemi corona, menjelang Imlek, ramai warga Tionghoa yang datang untuk membeli perlengkapan sembahyang.

Mei bisa meraup omzet Rp5 juta sampai Rp6 juta per hari.

Gara-gara pagebluk, buka sejak jam 7 pagi sekalipun, tetap saja sepi. "Keuntungan hilang sampai 90 persen. Sekarang, mencari sejuta pun sulit," keluhnya.

Tapi Mei memahami, bukan hanya ia yang terdampak. Apalagi Banua masih berduka, Banjarmasin dan kabupaten tetangga diterjang banjir parah.

"Biasanya langganan dari Barabai selalu datang. Tahun ini tidak terlihat. Mungkin mereka juga tertimpa musibah," tambahnya.

Apa saja yang dijual Mei? Ada lampion. Ini barang wajib selama Imlek. Bagi masyarakat Tionghoa, lampion adalah simbol sebagai penerang kehidupan serta pembawa kebahagiaan.

Lalu, hio (dupa) dan lilin berbagai ukuran. Ini perlengkapan sembahyang di kelenteng atau di rumah.

Terakhir, rasanya kurang lengkap kalau tak menyebut angpao. Amplop merah itu diisi uang kertas. Lazimnya dibagikan kepada anak-anak. Atau bagi yang masih melajang.

"Sebenarnya, angpao itu bukan soal isinya. Melainkan doanya. Mudah-mudahan si anak lekas besar dan diberi kesehatan," jelasnya.

Biasanya, menjelang Imlek, Mei akan menambah stok di gudangnya. Tahun ini, dia tak berani. "Hiasan gantungan saja belum laku-laku. Yang masih banyak dibeli cuma angpao," sebutnya.

Sama seperti kita, Mei juga merindukan kehidupan normal. Tanpa harus dihantui ancaman wabah. "Tahun ini tahun sapi. Jadi harus bekerja keras, persis kayak sapi. Kalau tak kerja ya tak makan," tutupnya.

Karena lonjakan kasus COVID-19 di Banjarmasin belum bisa diredam, perayaan Imlek tahun ini dipastikan tak semeriah dulu. Contoh, Kelenteng Soetji Nurani di Jalan Veteran meniadakan atraksi Barongsai yang biasanya menyedot banyak pengunjung. (fud/ema)

loading...

BACA JUGA

Sabtu, 06 Maret 2021 15:10

Wasaka dan Geliat Skena Hip Hop Banua: Pernah Disuruh Baca Surah Yasin

Ritme cepat, lirik menohok. Lagu Kalimantan VS Everybody mencuri perhatian.…

Sabtu, 06 Maret 2021 07:49

Ketika Wali Kota, Wawali dan Pendahulunya Bertemu di Hajatan Warga

Wali Kota Banjarbaru, Aditya Mufti Ariffin bersama Wakil Wali Kota…

Jumat, 05 Maret 2021 16:16

Mengikuti Proses 2 Kasus Pembunuhan Anak Kandung di HST: Masih Meracau, Tega Membunuh Karena Bisikan Gaib

Masih ingat Sutarti? Ibu muda terdakwa pembunuh dua anak kandungnya…

Kamis, 04 Maret 2021 16:08

Tausiah Agama untuk Tahanan Mapolsek Banjarmasin Barat

Ditahan untuk membayar perbuatan di masa lalu. Di ruang terbatas…

Rabu, 03 Maret 2021 15:20

Mendaki Ke Gua Sawar Bersama Bocah Pemandu Wisata

Tepat di pendakiannya yang kedua puluh kali, Alif pernah mengalami…

Selasa, 02 Maret 2021 15:30

Melihat Pembatasan Pandemi untuk Para Narapidana di Penjara

Virus corona sudah hampir setahun mengancam Banua, selama itu pula…

Senin, 01 Maret 2021 15:11

Melihat Festival Cap Go Meh di Banjarbaru: Potong Kue Keranjang Terbesar di Kalsel

Pada akhir rangkaian perayaan tahun baru Imlek, Perkumpulan Hakka Kalimantan…

Sabtu, 27 Februari 2021 20:36

3 Sinema Tari Persembahan Himaseta, Empat Bulan Berkarya Penuh Cobaan

Asal mula Kampung Pengambangan, Kampung Purun dan sebuah kisah di…

Kamis, 25 Februari 2021 14:57

Belajar Normalisasi Sungai dari Gang AA: Mulanya Dikira Tambak Ikan

Di tengah kesibukan Satgas Normalisasi Sungai Banjarmasin membongkar jembatan, bila…

Rabu, 24 Februari 2021 10:13

Bukannya Sekolah Daring, Malah Jadi Anak Jalanan Dadakan, Ihksan Bangga 9 Kali Terjaring Razia

Perempatan jalan menjadi medan juang. Berlari mengejar rezeki atau bersembunyi…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers