MANAGED BY:
KAMIS
24 JUNI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE
Jumat, 12 Februari 2021 14:42
OPINI
Masihkah Menyalahkan Alam?
Penulis: Ferry Irawan Kartasasmita

PROKAL.CO,

Ada baiknya kita mengenang momen masa lalu, tanggal 23 September 2015. Saat itu Presiden Jokowi mengunjungi Kalimantan Selatan untuk meninjau kondisi kebakaran lahan di provinsi ini. Ia mengenakan kemeja putih lengan panjang dan memakai masker guna menghindari gas-gas yang berbahaya bagi kesehatan, hasil samping dari kebakaran lahan. Presiden Jokowi meninjau lokasi di Desa Guntung Damar, Banjarbaru dan Sambang Lihum, Gambut. Keesokan harinya ia melaksanakan salat Iduladha di Masjid Al Karomah, Martapura.

===============================
Oleh: Ferry Irawan Kartasasmita
Pemerhati Masalah Sosial dan Lingkungan Kalsel
===============================

Masih tersebar di dunia maya, foto Jokowi yang diabadikan teman-teman jurnalis. Menampilkan mimik kesedihan mendalam melihat lahan gambut yang terbakar, melangkah gontai dengan pandangan yang kosong, seakan tak percaya ratusan hektare luas lahan terbakar dan melepaskan karbon ke atomosfer yang memperparah perubahan iklim. Di foto lain, ia berdiri termangu menatap ke bawah, melihat bumi yang ia pijak ludes terbakar meninggalkan jelaga hitam yang mengotori ujung sepatu.

Di kesempatan lain dan di waktu yang berbeda pula, Jokowi kembali mengunjungi Kalsel, tepatnya di Pekauman Ulu, Martapura Timur. Kali ini ia dengan outfit yang hampir sama, mengenakan kemeja putih dilapisi jaket bomber hitam dan mengenakan masker guna menghindari penyebaran virus Covid-19 yang belum juga sirna.

Sebuah ironi, sebelumnya Jokowi meninjau kebakaran lahan, kini harus melihat banjir yang memporak-porandakan 11 kabupaten/kota di Kalsel.

Presiden Jokowi menegaskan, ini merupakan banjir bandang pertama setelah 50 tahun tidak pernah terjadi di Kalsel. Akibat curah hujan ekstrem dalam 10 hari terakhir, Sungai Barito yang memiliki daya tampung hingga 230 juta meter kubik, akhirnya tidak sanggup ketika menerima kiriman air hujan sebesar 2,1 miliar meter kubik. Hingga air yang meluap tak terelakkan dan mengakibatkan banjir di beberapa daerah.

Halaman:

BACA JUGA

Sabtu, 19 Juni 2021 04:13

Teknologi Pasteurisasi dalam Proses Pengawetan Pangan

Teknik pengawetan makanan dengan pasteurisasi telah digunakan sejak tahun 1800-an.…

Kamis, 17 Juni 2021 13:00

Gila Bola

SELAMA sebulan penuh, penggemar sepak bola dimanja. Tengah malam begadang…

Senin, 14 Juni 2021 12:47

OTT Pelayanan Publik, Perlukah?

Ide Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo beberapa waktu lalu, mengenai…

Rabu, 09 Juni 2021 12:59

Permintaan Maaf yang Terlambat

APAKAH Anda sudah lelah dengan Pilgub Kalsel? Jika jawabannya iya,…

Sabtu, 05 Juni 2021 11:59

Profesionalitas Guru di Masa Pandemi

Guru adalah pendidik profesional dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing,…

Jumat, 04 Juni 2021 10:41

Menyambut Pembelajaran Tatap Muka

Pandemi Covid-19 telah mengubah praktik dan kebiasaan belajar. Bukan saja…

Kamis, 03 Juni 2021 07:04

Anang Abdul Hamidhan

DI KAMAR tidur, hanya ada satu pigura. Bukan ijazah sarjana…

Rabu, 02 Juni 2021 11:14

Ajari Anak dengan Hati

Anak stres? Orang tua pun stres? Sementara zona belajar tatap…

Rabu, 02 Juni 2021 11:10

Menilik Rekrutmen Guru PPPK

Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Tjahjo Kumolo mengatakan…

Selasa, 01 Juni 2021 10:09

Tantangan Melahirkan Pelajar Pancasila

Hari Lahir Pancasila yang diperingati setiap tanggal 1 Juni menjadi…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers