MANAGED BY:
KAMIS
25 FEBRUARI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE
Senin, 15 Februari 2021 12:16
2021: Banjir dan Kemarau

Telaah Kritis Darurat Lingkungan Kalsel

PROKAL.CO,

Hampir sebulan banjir di Kalsel berlangsung. Di beberapa kabupaten/kota banjir memang surut. Namun di beberapa wilayah, seperti Banjarmasin dan Banjar, seiring dengan masih berlansungnya hujan, genangan masih terjadi. 

============================
Oleh: Kisworo Dwi Cahyono
Direktur Eksekutif Daerah Walhi Kalsel
Simpul Jaringan Pantau Gambut Kalsel
============================

Selain karena curah hujan, banjir di dua daerah ini relatif lambat surut karena topografinya merupakan ekosistem rawa gambut. Ketika pembangunan infrastruktur, perkebunan dan perumahan tak lagi didasari kearifan lokal dengan memerhatikan kondisi alam sekitar, ditambah kerusakan ekosistem rawa gambut. Banjir di daerah yang dimaksud pun berlangsung dalam waktu relatif panjang.

Secara umum, berbagai otoritas menyebut curah hujan yang tinggilah yang menjadi penyebab banjir besar di Kalsel kali ini. Padahal curah hujan bukanlah “tersangka utama” penyebab banjir. Namun, apapun itu, berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalsel, banjir yang terjadi di awal tahun ini mengakibatkan jatuhnya korban jiwa sebanyak  35 orang, 66.768 rumah terendam, 342.987 jiwa terdampak, dan 63.603 jiwa mengugsi. Itu data di atas kertas. Diduga kuat yang terjadi di lapangan bisa lebih besar dari yang terdata.

Berdasarkan data Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Kalsel,  penyebab banjir tak sepenuhnya karena curah hujan. Penyebabnya tak bisa dipisahkan dari kondisi lingkungan Kalsel yang sudah memasuki keadaan darurat.

Data Walhi Kalsel misalnya, menyebut, dari 3,7 juta hektare luas wilayah Kalsel, hanya tersisa 29 persen atau 670.357 hektare yang tak terjamah pertambangan batu bara dan perkebunan sawit atau perizinan yang lainnya. Lalu, sebanyak 6 persen atau 234.492 hektare HPH, HTI sebanyak 15 persen atau 567.865 hektare, izin tambang sebanyak 33 persen atau 1.219.461 hektare, dan 17 persen atau 620.081 hektare sudah menjadi perkebunan sawit.

Halaman:

BACA JUGA

Jumat, 09 Oktober 2015 08:29

Target Fornas Sepuluh Besar

<p style="text-align: justify;"><strong>BANJARMASIN</strong> - Hari ini…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers