MANAGED BY:
SENIN
02 AGUSTUS
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

BISNIS

Senin, 15 Februari 2021 12:53
Dagang Burung pun Sepi, Awal 2021 yang Pahit Bagi Dunia Perburungan
KASIH MAKAN: Pedagang burung di Sungai Lulut mengaku tak pernah mengalami kerugian sebesar ini. | FOTO: WAHYU RAMADHAN/RADAR BANJARMASIN

PROKAL.CO,

BANJARMASIN - Dalam sejarah perburungan di Banjarmasin, awal tahun 2021 akan selalu dikenang. Tidak dalam artian yang menyenangkan. Seusai banjir melanda Kota Seribu Sungai, para pedagang burung terpukul oleh dampaknya.

Pedagang burung di kawasan Sungai Lulut, Jumran menduga pelanggannya tak bisa keluar selama rumahnya terendam.

"Saya saja sampai 10 hari tak berjualan. Sibuk mengurus rumah yang kebanjiran," kata pria 60 tahun itu, (14/2). Biasanya, pada hari mujur, warga Banjarmasin Timur itu mampu menjual 100 ekor burung per hari!

Sekarang, laku 10 ekor pun layak disyukuri. "Hari ini saja baru laku dua ekor," sebutnya. Rekannya, Napiah, mengaku sudah 20 tahun menggeluti bisnis perdagangan burung. Menurutnya, baru kali ini penghasilannya seret. Bahkan sejak pandemi pun masih terbilang normal.

"Tapi syukur juga, masih ada saja yang mau memesan," akunya. Ya, Napiah juga melayani pemesanan ke rumahnya di Kampung Kuin. "Bila burungnya sudah ada, baru si pemesan membayar," tambahnya.

Di perbatasan antara Banjarmasin dan Kabupaten Banjar, Jumran dan Napiah menjajakan 15 ekor burung. Rencananya berjualan sejak jam 9 pagi hingga jam 5 sore.

Halaman:

BACA JUGA

Selasa, 15 September 2015 13:40

Gedung Sekolah Negeri di Banjarbaru Ini Hancur, Siswa Sampai Harus Kencing di Hutan

<p>RADAR BANJARMASIN - Ironis, itulah kata yang tepat menggambarkan kondisi SMPN 6 Banjarbaru.…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers