MANAGED BY:
KAMIS
25 FEBRUARI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE
Rabu, 17 Februari 2021 10:03
Masalah Banjir, Deporestasi dan Tambang
Penulis: Haris Zaky Mubarak, MA

PROKAL.CO,

Apa yang terjadi di Kalimantan Selatan (Kalsel), baru-baru ini menjadi bukti jika wilayah tutupan hutan masih luas sehingga banjir sangat mudah menguasai lingkungan kota dan desa. Alasan ini sangatlah rasional, sebab salah satu fungsi hutan adalah sebagai pengatur tata air. Sehingga air hujan yang turun akan terserap ke dalam tanah. Meskipun sebagian orang menganalisa banjir Kalsel ini disebabkan anomali cuaca dalam bentuk curah hujan yang ekstrem, tapi akar masalah banjir Kalsel pada awal tahun 2021 tetap memiliki relevansi kausalitas yang kuat dalam sebab destruktif dari perusakan hutan yang masif.

=========================
Oleh: Haris Zaky Mubarak, MA
Sejarawan
Direktur Jaringan Studi Indonesia
=========================

Adanya penurunan daya serap permukaan tanah yang berakibat banjir ini disebabkan karena maraknya alih fungsi lahan hutan untuk kawasan perkebunan kelapa sawit dan pertambangan yang terjadi di wilayah Kalsel.

Dalam catatan sejarah lingkungan di Kalsel, kegiatan penebangan atau penggundulan hutan untuk dialihgunakan untuk penggunaan selain hutan (deforestasi) di Kalimantan sudah terjadi selama puluhan tahun.

Hampir selama puluhan dekade berlalu, kebijakan deforestasi yang ada di Kalimantan sangat begitu masif terjadi selama puluhan tahun. Dalam kajian Peter Boomgard (1999) pada dekade 1840 para ilmuwan dan para pegawai Hindia Belanda telah mulai memperingatkan ancaman bahaya deforestasi yang dapat mengurangi jumlah pasokan air untuk irigasi dan menyebabkan terjadinya banjir.

Peringatan tersebut secara spesifik diberikan kepada seluruh Gubernur Jendral Hindia Belanda yang diperingatkan secara keras jika deforestasi akan dapat menimbulkan perubahan iklim, penurunan curah hujan, yang dapat menyebabkan kegagalan panen dan menimbulkan kerugian besar bagi ekonomi Hindia Belanda.

Halaman:

BACA JUGA

Jumat, 09 Oktober 2015 08:29

Target Fornas Sepuluh Besar

<p style="text-align: justify;"><strong>BANJARMASIN</strong> - Hari ini…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers