MANAGED BY:
SABTU
31 JULI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE
Rabu, 17 Februari 2021 10:03
Masalah Banjir, Deporestasi dan Tambang
Penulis: Haris Zaky Mubarak, MA

Sayangnya teguran keras sejarah dari masa Hindia Belanda tersebut sepertinya juga  tak diperhatikan sampai hari ini. Karena faktanya tanah hutan masih kehilangan daya tampung air. Luas tutupan hutan Kalsel mengalami penyusutan, dari 1,18 juta hektare pada 2005 menjadi 0,92 juta hektare pada 2019. (Kompas, 17 Januari 2021).

Mirisnya lagi, dalam beberapa dekade terakhir, pengurangan area hutan di daerah aliran sungai (DAS) Barito telah mencapai 62,8%. Kondisi ini jelaslah miris. Hutan–hutan di tanah Kalimantan yang harusnya terpelihara dengan baik justru harus tersingkir karena kepentingan besar ekonomi oleh para elite politik dan pengusaha yang gemar dalam mengejar keuntungan praktis. Kondisi ini pun nyatanya telah membuat masyarakat lokal menanggung akibat buruk dari deforestasi.

Alam yang dirusak kini membawa petaka bagi banyak ruang kehidupan manusia. Banjir menjadi muara dari lingkaran krisis ekologis berskala besar yang sudah lama dan mungkin akan terus terjadi kedepannya. Faktor ekologis lainnya yang turut memicu terjadinya banjir besar Kalsel adalah kerusakan lingkungan yang dibentuk oleh banyaknya lubang tambang yang dibiarkan begitu saja tanpa ditutup kembali.

Tercatat ada sebanyak 814 lubang tambang di Kalsel yang aktif digunakan maupun yang ditinggalkan. Selain itu ada sebanyak 700 hektare lahan tambang yang keberadaannya tumpang tindih dengan kawasan pemukiman warga . Ironisnya lahan tambang berada dalam kawasan pertanian dan kawasan hutan tropis yang dilindungi. Tentu hal ini semakin membuat miris masyarakat.

Masalah eksploitasi alam nyatanya masih menjadi anomali kekinian dari pelaksanaan pembangunan. Mudahnya pemberian izin tambang menjadi pemicu pokok yang membuat konsep pembangunan semakin tak ramah lingkungan. Data empiris sejatinya sudah banyak memberi catatan jika ada banyak perusahaan tambang di Indonesia yang memiliki izin tambang  ilegal, bahkan mengarah pada tindakan korupsi. Ketatnya izin tambang karena analisa dampak lingkungan, faktanya telah membuat banyak perusahaan tambang  Indonesia yang lebih memilih jalan suap sebagai cara untuk mendapatkan izin tambang.

Jika melihat sejarah pertambangan. Sejak tahun 1966 sampai tahun 1987, eksplorasi dan produksi batu bara yang terjadi di Indonesia memang mengalami peningkatan yang sangat pesat. Pada tahun 1966, produksi batu bara Indonesia sudah menyentuh pada angka 319.829 ton dan tahun 1987 melonjak menjadi 2.813.533 ton.

Halaman:

BACA JUGA

Senin, 26 Juli 2021 11:48

PPKM dan Quote Einstein

Pada saat menulis ini, Kalsel di ambang pembatasan lagi. Seorang…

Kamis, 22 Juli 2021 14:32

Daging Sapi

SAYA menyukai daging sapi, pada waktu bersamaan juga membenci lemak…

Kamis, 15 Juli 2021 14:29

PTM Mikro Darurat

BIASANYA, sebelum menulis suatu isu, saya sudah tahu harus menyampaikan…

Kamis, 08 Juli 2021 13:06

Kaset Pita

GENERASI kami dibesarkan oleh kaset pita yang bisa jamuran dan…

Sabtu, 03 Juli 2021 11:00

Mencegah Invasi Varian Delta di Kalsel

Varian Delta B.1.617.2 pada saat ini menjadi pusat perhatian dunia.Virus…

Jumat, 02 Juli 2021 15:04

Delta Force

SAMA seperti Anda, saya juga bosan dengan liga corona ini.…

Jumat, 02 Juli 2021 09:20

SKPP sebagai Aktivitas Literasi Demokrasi Kaum Muda

Perhelatan Pemilu Tahun 2019 dan Pilkada Tahun 2020 menyisakan beberapa…

Kamis, 01 Juli 2021 14:53

Daya Beli dan Gelombang Kedua Pandemi

Jumlah kasus positif Covid-19 mencapai dua juta orang, bukan sekadar…

Selasa, 29 Juni 2021 08:48

Mengenal Program Sekolah Penggerak

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan…

Kamis, 24 Juni 2021 11:07

Darurat Ular

PADA 13 Maret 1931, Niuwe Tilburgsche Courant menurunkan headline, 'Banjarmasin…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers