MANAGED BY:
JUMAT
07 MEI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

BISNIS

Rabu, 10 Maret 2021 12:42
Harga Cabai Makin Pedas, Kebunnya Kebanjiran Produksi pun Menurun
MAHAL: Seorang pembeli cabai di Pasar Marabahan. Harga cabai masih tinggi di banyak pasar di banua. | FOTO: AHMAD MUBARAK/RADAR BANJARMASIN

"Cabai ini sebenarnya sudah mulai naik sejak awal Desember 2020, karena curah hujan sangat tinggi yang berakibat turunnya produksi akibat banyak petani mengalami gagal panen," jelasnya.

Ditambahkannya, kondisi itu diperparah dengan bencana banjir yang menimpa sebagian besar wilayah Kalsel. Seperti, Kabupaten Hulu Sungai Tengah, Hulu Sungai Selatan, Tapin, Banjar dan Tanah Laut.

"Sehingga harga cabai rawit Banjar sekarang naik drastis hingga Rp130 ribu sampai 150 ribu per kilogram. Ini disebabkan pasokannya ke pasaran sudah semakin tipis," tambahnya.

Dia menuturkan, saat ini daerah-daerah panen pasca banjir sudah selesai panen. Sementara daerah sentra produksi yang terkena banjir baru memulai penanaman, sehingga pasokan ke pasaran semakin kecil.

Sedangkan untuk cabai rawit jenis tiung dan taji di Kalsel, Birhasani menyebut harganya tak sepedas cabai rawit Banjar. Tapi juga mengalami kenaikan dibandingkan bulan-bulan sebelumnya.(dly/bar/shn/mal/ris/ran/ema)

Halaman:

BACA JUGA

Selasa, 15 September 2015 13:40

Gedung Sekolah Negeri di Banjarbaru Ini Hancur, Siswa Sampai Harus Kencing di Hutan

<p>RADAR BANJARMASIN - Ironis, itulah kata yang tepat menggambarkan kondisi SMPN 6 Banjarbaru.…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers