MANAGED BY:
SENIN
18 OKTOBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

FEATURE

Rabu, 17 Maret 2021 13:50
Warko, Perusahaan Startup Banua yang Berambisi Saingi Gojek

Sasaran Luas, Bikin Kios Kecil Bisa Bertahan

STARTUP BARU: Tampilan Warko yang disebut bakal diluncurkan dalam waktu dekat. | FOTO: M OSCAR FRABY/RADAR BANJARMASIN

Dunia teknologi membuat siapapun dapat membangun bisnis startup. Di tangan Adam Nugraha, perusahaan rintisan bernama Warko siap menyaingi sukses Gojek dan Grab.

---

Kehadiran Warko adalah untuk memfasilitasi Warung, Kios, Toko, Ojek dan UMKM dengan sistem koperasi. Tak hanya keuntungan dan kemudahan, pelaku usaha yang terdaftar di aplikasi ini akan mendapat sisa hasil usaha.

Warko didirikan oleh Tiga Sekawan, yaitu Adam (CEO), Mimin (COO), dan Riyan (CFO). Mereka dibantu oleh 20 Co-Founder lainnya. Dikembangkan sejak akhir tahun 2019 lalu, tahun ini, Adam akan melaunchingnya ke publik. Dia mengaku saat ini sistem dalam tahap akhir menuju publikasi. “Tinggal memantapkan fitur,” terangnya kemarin.

Dia mengaku, ada sebanyak 18 ribu UMKM yang sudah berminat tergabung di bisnis ini. Dan sudah ada 2 ribu yang mendaftarkan diri sebagai peserta. “Di sistem ini tak hanya kepesertaan. Karena dengan sistem koperasi, semua menjadi pemilik,” sebut Adam.

Lalu apa yang menjadikan Adam termotivasi membangun bisnis ini? Dia mengaku, melihat warung rakyat yang kian hari tergerus dengan kehadiran ritel modern, pihaknya pun membuat sistem ini. “Dengan konsep ini, warung dan toko kecil bisa bertahan dan bahkan bisa bersaing ketika ditopang dengan digitalalisasi,” ujarnya.

Tak ingin jemawa, Adam meyakini sistem dengan konsep koperasi ini, akan dapat tumbuh dan besar menyaingi startup yang lebih dulu. “Ada tiga fitur unggulan yang akan membuat startup ini besar, pertama sistem jual beli, pengiriman barang dan koperasi, yang terakhir ini baru pertama kali,” bebernya.

Dia menjelaskan, Warko tak berbeda jauh dengan aplikasi grab dan gojek. Namun, sasarannya bisa merambah ke warung rakyat yang dapat menjual semua dagangan mereka. Di mana dagangan di warung, toko akan diinput oleh peserta atau pemilik dan dijual secara digital. “Kemajuan zaman menggharuskan hal ini. Dengan sistem ini warung rakyat pun akan tetap hidup,” sebut Adam.

Untuk membangun sistem aplikasi ini, dia bekerjasama dengan para ahli IT termasuk pengusaha besar. Diungkapkannya, dana untuk membangun sistem ini nilainya mencapai Rp2 miliar. “Kalau jumlah ojek yang mendaftar sudah mencapai 200 orang,” bebernya.

Menariknya, kebutuhan sehari-hari rumah tangga yang disediakan warung dan toko, akan mudah dicari dan dibeli. Tanpa harus datang langsung. “Dengan sistem koperasi multi pihak, pembeli atau pemakai aplikasi ini begitu terdaftar, mereka akan mendapat sisa hasil usaha dari poin yang mereka dapatkan saat belanja ketika memilih tak hanya sebagai pembeli namun sebagai pemilik,” terang Adam.

Berbicara fitur, diungkapkannya, aplikasi ini akan terhubung langsung dengan WhatsApp yang nantinya dapat memberikan informasi orderan meski hanya dibalas oleh robot. “Kalau aplikasi yang lain konsennya ke kuliner dan pengantaran. Kalau Warko lebih mengarah ke bisnis masyarakat yang jarang tersentuh. Masuknya ke arah tersebut,” tandasnya.

Di sisi lain, Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kalsel, Gustafa Yandi menyambut baik adanya startup asal Kalsel yang memiliki konsep koperasi multi pihak. “Apalagi saat ini sudah era digitalisasi. Sudah saatnya kita bisa beradaptasi, terlebih saat ini dalam kondisi pandemi,” ujarnya kemarin. (mof/ran/ema)


BACA JUGA

Sabtu, 16 Oktober 2021 15:26

Dari Banjar Mural Festival 2021; Menggantung Harapan di Dinding Beton

Di depan penonton, sosok seniman perempuan itu tampil mengumbar senyum.…

Rabu, 13 Oktober 2021 16:13

Noer Arief, Imam Masjid yang Sukses Bisnis Budidaya Lebah Kelulut

Selalu ada jalan untuk usaha apapun. Intinya kegigihan dan ketelatenan.…

Rabu, 13 Oktober 2021 15:56

Baru Kulit, Belum Menyentuh Isi

Parang Bungkul dan Lais adalah nama senjata tajam yang populer…

Selasa, 12 Oktober 2021 14:52

Si Pencabut 40 Nyawa

Parang tua itu tampak berkarat dimakan usia. Dipajang tanpa gagang…

Jumat, 08 Oktober 2021 15:16

Dulu Kandang Itik, Sekarang Tempat Lahirnya Hafiz Quran

Pondok Pesantren (Ponpes) Dhiyaul Ulum berdiri tahun 2019. Di lokasi…

Jumat, 08 Oktober 2021 13:56

Beda Anak Dulu dan Sekarang

Usianya sudah 66 tahun. Tetap setia mengajar anak kampung mengaji.…

Rabu, 06 Oktober 2021 10:37

Nasib Guru Pendidikan Agama Islam yang Terancam Tak Diperpanjang Kontraknya

Memakai seragam hitam putih dan peci hitam, Fahriadi berjalan pelan…

Kamis, 30 September 2021 09:59

Kala Ilung Tutup Semua Rawa di Paminggir, Penumpang Sampai Terpaksa Bermalam di Kapal

Kecamatan Paminggir hanya bisa diakses dengan angkutan sungai. Nah bagaimana…

Rabu, 29 September 2021 12:48

Berpenghasilan Rp600ribu Perbulan Untuk Biaya Sekolah

Mungkin Nurman bisa menjadi inspirasi pelajar lain. Memanfaatkan lingkungan sekitar,…

Senin, 27 September 2021 13:11

Geliat Bisnis Benda Pusaka di Banjarmasin, Disukai Tak Sekadar karena Hikmah

Sejak dahulu, lumrah mengaitkan benda pusaka dengan hikmah. Seiring waktu,…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers